Nuansa Busuk Paket Tagihan Tetap Telkom

Beberapa bulan ini daku terkesima dengan tagihan telpon rumah yang selalu manteng di angka Rp 88,000. Padahal daku sangat jarang memakainya. Ada apakah gerangan?

Lalu daku pun mencoba menghubungi layanan 147 Telkom. Apa daya tidak ada CS yang melayani dan hanya ditanggapi oleh mesin yang bilang kalau para CS sedang melayani pelanggan lain dan meminta daku menunggu. Ironisnya menunggu sampai belasan menit tetap tidak ada yang mengangkat. Alasan mesin masih sama, CS-nya sibuk. Mungkin karena daku nelponnya sore hari?

Beberapa hari daku mencoba menghubungi 147 tapi tidak ada CS yg melayani. Aroma tidak sedap memang sudah tercium, dari angka 88.000 dan tidak tersedianya CS.

Sampai pada akhirnya pada suatu siang daku bisa menghubungi 147 via flexi. Dari sini kemudian kebusukan demi kebusukan terkuak…

Siang itu daku dilayani oleh seorang CS berjejuluk Riri. Supaya singkat, berikut poin-poin yg bisa daku peroleh dari penjelasannya:

1) Nomer telpon rumah direkomendasikan oleh telkom wilayah menjadi Paket Tagihan Tetap (PTT). Program PTT ini menggantikan sistem sebelumnya yang berbasiskan abonemen.

Setahuku, peralihan ke PTT ini harus melalui persetujuan pengguna. Tapi kata Riri ini adalah hasil rekomendasi wilayah ybs.

Ya, aroma tidak sedap sangat terendus di sini. Seperti kita tahu, abonemen telpon rumah hanya sebesar Rp 32,600 mungkin tidak cukup menghidupi Telkom. Makanya pelanggan dipaksa bayar program PTT yang nilainya 2× lipat lebih.

2) Besaran PTT ini Rp 75,000 namun tagihanku selama beberapa bulan adalah sebesar Rp 88,000. Ternyata perinciannya adalah PTT 75,000, nada sela 5,000 dan tentu saja ditambah ppn 10%. Dari sinilah ketemu angka Rp 88,000. Apakah nada sela ini juga paksaan dari Telkom? Kata Riri tagihan nada sela ini sudah ada sejak awal pasang.

3) Untuk menonaktifkan PTT ini dan kembali ke sistem abonemen harus melalui nomer telepon ybs. Tidak bisa dari nomer lain atau dalam kasusku adalah melalui flexi. Weks… padahal sudah 2 minggu lebih daku mencoba menghubungi via nomer rumah tapi tidak pernah dilayani oleh CS. Kemudian Riri mengakui kalau belakangan CS memang sangat sibuk.

Tapi nanti sore daku akan mencobanya lagi!

4) Alternatif lain untuk menonaktifkan PTT adalah dengan datang ke kantor telkom. Dan ini menjadi sangat menyebalkan bin ironis. Lha aktivasinya otomatis kok menonaktifkannya harus ke kantor Telkom? Ini jelas amat-sangat menyebalkan kan?

5) Berdasarkan info dari Riri, aktivasi PTT di rumah sudah dijalankan sejak tagihan Mei 2010. Jadi sampai Oktober ini sudah jalan 6 bulan. Tanpa ada pemberitahuan sama sekali dari Telkom, baik via telpon mau pun surat resmi. Ini bisnis apa main-main sih?

Opini Pribadi

Sebelumnya daku memang sudah mencurigai tagihan 88,000 ini terkait dengan masalah PTT. Karena di web banyak sekali bertebaran keluhan mengenai tagihan PTT ini.

Kalau daku menilai program ini penuh nuansa busuk, tidak lain karena praktek seperti ini sungguh melanggar etika (terutama etika bisnis). Dimana pelanggan tidak pernah menyetujui tetapi tiba-tiba sistemnya diubah secara semena-mena. Bahkan keterangan dari Riri menegaskan hal ini, yaitu bahwa perubahan ini dasarnya adalah rekomendasi dari wilayah, bukan dari pelanggan sendiri. Lebih ironis karena perubahan ini tidak diberitahukan kepada pelanggan ybs.

Dan nuansa busuk ini memang sangat memberatkan pelanggan dengan biaya tagihan tetap sebesar 75,000+. Dan jika pemakaiannya lebih, maka akan ditambahkan ke dalam tagihan. Seandainya ini adalah tarif flat, mungkin program ini bisa jadi menjadi berkah bagi masyarakat. Tapi ketika kelebihannya tetap ditagihkan, maka program ini memang benar-benar busuk karena menjerat pelanggan ke sesuatu yang tidak diinginkannya. Ini jelas menyalahi tujuan awal dari pelanggan dalam berlangganan telpon tetap dari Telkom.

Mungkin PTT ini tidak terlalu berdampak negatif bagi pengguna intensif seperti kantoran karena mungkin pemakaiannya lebih dari itu. Tapi bagi pengguna rumahan yg hemat yg bisa jadi penggunaannya kurang dari 75,000 program ini bakal membuat pelanggannya bersungut-sungut. Ini bisnis mau bikin pelanggan setia atau malah mau bikin musuh ya? Yang jelas sih banyak pelanggan yang bersungut-sungut.

Dan pertanyaan penting berikutnya adalah: Apakah PTT ini merupakan program subsidi pelanggan bagi Telkom? Sedemikian parahnya kah keuangan Telkom sehingga harus memaksa pelanggannya mensubsidi dirinya?

Disclaimer

1) Tulisan ini merupakan opini pribadi yg berangkat dari keluhan dan karena kecewa atas penyelesaian yg belum bisa dilakukan.

2) Bila ada yg keberatan dengan opini ini, silakan tuliskan di bagian komentar. Tanggapan akan diberikan secara proporsional.

3) Jika Telkom mampu memperbaiki masalah ini dengan baik, bersamaan dengan masalah dari seluruh pengguna yang mengeluh, dan didasari dengan bukti pendukung baik online mau pun offline (media cetak), maka saya bersedia mencabut tulisan ini.

4) Keluhan ini hendaknya dipahami sebagai masukan atau kritikan yg membangun bagi Telkom.

Terima kasih

44 pemikiran pada “Nuansa Busuk Paket Tagihan Tetap Telkom

  1. meski saya bukan pelanggan telkom, tapi melihat kasus mas dewo di atas, rasanya saya juga merasakan halnya mas dewo rasakan. kok tiba-tiba begitu ya? sama kasusnya dengan kartu prabayar yang kadang mengotomatiskan saya ikut dengan sebuah program hingga menyedot pulsa… aneh bener dah…. jadinya ganti kartu dah….

    semoga ini bisa ditindak lanjuti oleh pihak telkomnya ….

  2. .
    Lhooo… bosss…. Busuknya Telkom ndak cuman ituu…!!!
    Saya pernah pasang speedy yg 75 rb/ bln. Tapi dasar mental maling, diem2 Telkom “mengubah” menjadi 200 rb/ bln. Sempat 3 bulan tuh, Telkom maling duit sayah !!! 😯

    Beruntung sayah mencium aroma kebusukan akal maling inih. Langsung sayah datengin Telkom dan minta diputus hari ituh juga, meski rugi mbayar 200 rb dimuka karena bulan berjalan udah seminggu, ndak papa deh. Daripada kedepannya ntar dimaling terus !!!

    • @Simbah Mbel,

      Oh iya, Simbah dulu pernah cerita ya? Ini rupanya modus operandi Telkom ya? Ironis saja dengan kebusukan mereka, seolah mengabaikan etika bisnis. Kalau mental bisnisnya busuk begini, bagaimana dengan manajemennya ya?

      Salam

    • kalau cuma harga doank yang di naikin yaa emang rugi, tp liat dlu, kecepatan speedy lo di aikin juga gaa ??

  3. Yaaa…saya endak gitu master soal bisnis2 sih, tapi menurut ngelmu muser2 saya..hampir sama kek rekan sesama BUMNnya, itu to POS & GIRO, Telkom ini bisa dibilang mulai surut pamornya. Jaman saya SMA, sebelon musim BB ato BB wannabe, kalok mau pasang instalasi telpon rumah, walah jiyaaan antri sampek lamaaaaaaaaaaa be’eng, lalu orang2 mulai ramai buka wartel, hampir 50 m, ada wartel, tapi semenjak orang punyak HP, orang jadi males pakek telpon rumah…Naaa, mungkin inilah yang bikin telkom jadi ‘nakal’

    • @Ndaru,

      Kayaknya perihal “busuk” ini sudah dari dulu. Dulu pas mau pasang telpon saja nuansa busuknya kentara banget. Seringkali supaya bisa terpasang & supaya bisa cepat (sesuai dgn shrsnya) mesti bayar biaya siluman.

      Begitu sekarang ngga laku tambah busuk deh. Cuman sayangnya rekan sesama BUMN yg lain, misal POS&GIRO, tidak bisa membusuk seperti telkom.

      Jadi perkara “nakal”, sebenarnya sudah dari dulu nakal.

      Salam

  4. Kalau telpon 147 emang harus berulang-ulangn pantang menyerah dan adalagi untuk paket2an dengan dali ebih mura SLJJ deelel itu semuanya sungguh tak berguna yang bikin sesnsi mereka memasukkan kita tanpa persetujuan…

    Manis dech saat menelpon dan menawarkan promo (saya juga sales, tp g suka boong) tp ternyata menyesatkan…he he he
    awalnya 66,000 kok jadi bayar llebih????
    tapi untung saat itu telpon rumah bossku, cuma aku disuruh ngurusin aja,,,,gpp si boss biar kapok 😀

    • @Pendar Bintang,

      Sudah berkali-kali loh: beberapa hari dicoba, masing-masing berkali-kali. Pernah ngitung sampai lebih dari 10 jawaban mesin yg menyuruh menunggu. Mungkin sekali telpon bisa menunggu lebih dari 5 menit.

      BTW, mending diinformasikan ke boss mengenai hal itu. Biar diurus oleh si boss. Soale telkom ngga layak disubsidi model begini.

      Salam.

  5. ckckck Telkooom -___-
    kalau di rumah pege sih emang masih pake aturan abonemen gitu.. dan emang bener setiap bulan perasaan tuh cuma bayar abonemen sama pajak doang.. jarang banget dipake.. Semoga ga kejadian deh peristiwa kya beginian di rumah 🙂
    Trus mau digimanain tuh Mas Dewo?

    • @PeGe,

      Wah, bersyukurlah kalau di Bogor telkom wilayahnya tidak sebusuk telkom Tangerang. Sebenarnya saya pengen ngurus utk ngembalikan ke sistem abonemen. Sayangnya lewat telpon selalu gagal. Berarti saya harus nyambangin kantor telkomnya. Hiks… padahal ngga ada waktu.

      Salam

  6. Pencurian pulsa memang ngetren, asemnya kayaknya tidak pandang bulu , pake operator manapun ya ada mambu mambu kecurangannya, mulai dari ringtone, terus layanan info bla bla bla…dll…. Perlindungan Konsumen di Indonesia aduhai payah…Maling-maling justru dilindungi pemerintah..hiks

    • @Mas Lovepassword,

      Nah itu dia… Memang para operator ini semakin lama semakin brengsek ya? Eh, hasil pencurian ini ternyata milyaran loh! Coba saja kalikan dengan jumlah pelanggan yg dicuri.

      Hiks…

  7. Kasus yg sama juga pernah saya alami pada tahun 2009 (tagihan periode april-dec2009). Walaupun selisih tagihan tidak terlalu besar (biasanya 60rban menjadi 80 rban) tapi ‘inisiatif’ telkom untuk seenaknya memaksakan ‘paket’ ke pelanggan sangat menjengkelkan.
    Lebih menjengkelkan lagi, paket baru di hentikan setelah tiga kali mengajukan complain di plaza telkom (mei, juli dan jan ’10)

    Bulan januari saya mengajukan komplein resmi dengan membawa fotocopy tagihan aprl-okt ’09. Solusi akhir dari telkomsel, saya mendapatkan penggantian berupa bebas abonemen selama 6 bln jan-jun 2010 (bagaimana cara hitungnya saya jg tidak terlalu jelas).
    Kata CS nya untuk komplein yang masuk thn 2009 dilakukan penggantian uang tunai, sedangkan setelah tgl 6 jan 2010, selisih tagihan akan dikompensasikan dengan pemberian bebas abonemen ini (jumlah bulan dibulatkan keatas)

    Walaupun kompensasinya sebenarnya sangat tidak sesuai dengan waktu yang dihabiskan untuk mengurusi masalah ini, ditambah lagi dengan kelelahan emosi dalam menghadapi CS yang terkadang ‘sok tau’ dan ‘sok asik’ , kompensasi ini saya anggap sebagai itikad baik telkomsel (dalam hal ini telkom wilayah kupang-NTT) dalam menanggapi keluhan konsumennya (paling tidak konsumen yg cerewet *dan sadar hak* seperti saya)

    • @Stephani,

      Wah, terima kasih sharingnya. Menarik juga mengetahui kalau thn 2009 telkom memberikan kompensasi dalam bentuk uang. Pasti telkom harus mengeluarkan dana besar sekali ya? Oh iya, kompensasi yg jumlahnya dibulatkan ke atas itu maksudnya dibulatkan per semester?

      Syukurlah semuanya sudah beres. Salam.

  8. dibulatkan ke atas:
    misalnya abonemen per bulan 33kdan perhitungan selisih pemakaian paket-non paket 140k. Maka bebas abonemenya 140k/33k= 4,24 bln = 5 bulan

  9. gw pernah kerja di telkom 147 2 bln ternyata yang pasang paket tagihan tetap supervisor 147 nya..klo ga percaya dtg aja k kantornya!!!

  10. Thank’s buat info nya Mas Dewo. Saya juga mengalami hal yg sama, dan baru skr ter-identifikasi ‘kebusukan PPT’ —tanpa persetujuan dari kami pihak telkom memberlakukan fitur PPT di tlp rmh orang tua saya sejak desember 2009 hingga skr.
    Tanpa sadar Telkom mencuri dari kami sejumlah : Rp. 32.600,- stiap bln-nya. Kalau di total uang yg sudah di curi pihak Telkom dari kamu Rp.32.600,- x 21 bln = Rp. 684.400,- (Padahal slama ini tlp rmh orang tua saya hanya digunakan untuk menerima tlp saja.

    Mudah2, ‘Kebusukkan’ Telkom ini bisa terungkap & uang rakyat yg sudah di curi bisa di kembalikan lagi. Tolong YLKI untuk menindak lanjuti, karena hal ini msh terjadi sampai dengan skr.

    TTD.
    Korban Telkom

    • setelah kasus sedot pulsa premium, kini marak kasus sedot tagihan tetap telkom !!!
      harus segera dilakukan class action dari seluruh pelanggan telkom yg menjadi korban paket tagihan tetap..

      salam prihatin

  11. Saya sangat prihatin dengan pelanggan Telkom yg mnjdi korban paket tagihan tetap (PTT) namun tidak ada respon dari Telkom sendiri untuk segera menonaktifkan PTT dan tidak memperoleh kompensasi atas kerugian yg dialami. Dari pengalaman sy mengurus complain paket tagihan tetap telpon rumah orang tua saya yg dibebankan tagihn tetap dari Agustus 2010 s/d November 2011 , kesimpulannya Telkom memang terkesan tidak mau mengembalikan uang pelanggan yg telah mereka ambil melalui Paket Tagihan Tetap yang didaftarkan secara sepihak melalui telemarketing. Sehingga pihak yg melakukan complain harus siap2 adu argument dg petugas cust. service Telkom, seperti yg telah saya alami kemarin. Namun jika kita memberikan alasan yg kuat dg mengungkapkan fakta atas kerugian yg dialami dan juga banyaknya pelanggan Telkom yang kena PTT secara sepihak diketahui dari banyaknya keluhan pelanggan Telkom di internet, cs telkom tidak bisa berdalih lagi untuk tdk mau membayar ganti rugi. Akhirnya Telkom bersedia membayarkan klaim secara full dg ganti rugi uang tunai, padahal awalnya Telkom hanya bersedia membayar kerugian selama 3 bulan dalam bentuk penggantian yg akan di akumulasikan untuk tagihan berikutnya.
    Saran saya untuk pelanggan Telkom yg melakukan Komplain selain melaporkan pengaduan ke 147 untuk meminta menonaktifkan PTT sebaiknya datang langsung juga ke kantor Telkom agar komplain segera ditindak lanjuti. Dan juga minta ganti rugi kompensasi tagihan telpon yang kena PTT.

  12. Hehehe, baru saja lacak di http://infobill.telkom.co.id.
    Saya pada tanggal 1 Nop 2011 sempat merekam tampilan layar tagihan sejak Desember 2010 (seblumnya itu tidak bisa tampil) sampai Oktober 2011.
    Rekaman ini saya lakukan untuk data minta restitusi karena telpon rumah saya secara sepihak dimasukkan sebagai pelanggan ABONEMEN PAKET TAGIHAN TETAP..
    Karena kesibukan, belum sempat ke kantor Telkom.
    Eh, iseng hari ini (6 Desember 2011) saya ke http://infobill.telkom.co.id lagi dan memeriksa tagihan bulan Nopember 2011 ternyata ABONEMEN PAKET TAGIHAN TETAP. hilang dan diganti dengan Airtime yang jumlahnya Rp 65.000 (persis sama dengan ABONEMEN PAKET TAGIHAN TETAP.).
    Penasaran saya lacak bulan bulan sebelumnya, wah semua rincian ABONEMEN PAKET TAGIHAN TETAP. berubah menjadi Airtime…
    Hebat sekali akal-akalan Telkom ini. Mungkin akibat protes masyarakat dan banyak yang minta penngembalian biaya ABONEMEN PAKET TAGIHAN TETAP. maka dibuatlah istilah Airtime ini tanpa info apapun sebelumnya…

  13. Saya juga korban….Hal2 seperti ini adalah termasuk pelanggaran hukum……klo ada lbh yg mau mengurus kasus ini silahkan……PTT langsung aktip tanpa persetuan dari pelanggan……TELKOM memang BUSUK sekali karenba banyak kecurangan…abonem RP32.500 tidak lagi mencukupi operasional TELKOM coba kalikan 32.500 kali jumlah pelanggan seluruh indonesia pasti angka nya menggiurkan….masa kalah sama operator seluler….

  14. Saya turut prihatin juga, menyimak keluhan_keluhan pelanggan setia telkom yang sudah puluhan tahun jadi mitra yang setia. Yang jadi pertanyaan kenapa infestasi yang merupakan aset kekayaan terbesar ini oleh generasi reformis ini disalahgunakan dengan cara-cara yang melanggar etika dan tidak amanah. saya berharaf segera bertobat dan minta maaf atas tindakan yang merugikan pelanggan ini dan dapat mengembalikan citra Telkom yang baik ditahun 2012 ini.

  15. program paket tagihan tetap >dari pihak telkom sangat mebebankan pihak pelanggan >>telkom sendiri mencari pelanggan baru sedangkan pelanggan lama dibiarkan saja >dari paket N 65 gratis bicara lokal 200 menit sma interlokal 20 menit >padahal dari pelanggan bisa menikmati palingan cuma 50 menit trs sisa kena chas>>bilangnya dari 147 gratisannya klo ga hbis dipake bisa diakumulasikan pada bulan berikutnya….tolong dong pihak telkom jangan nyusahin pelanggan >>jgn menipu pelanggan dapat hadiah apa dapat apalah>>pelayanan ditingkatkan jgn asal cari pelanggan baru…..perusahaan telekomunikasi dapat masukan dr speedy >>>telp..pamornya sudah kala sma hp>>lama lama ditinggal sma pelanggan bs2 bangkrut itu telkom ituuu…
    mohon maaf klo aq comentnya kayak gini ..aq sendiri ga mau ada korban selanjutnya..
    meskipun aq sendiri dari pihak obc 147…….

  16. gimana maunya telkom katanya klo ada masalah disuruh hubungi 147.trus kami para pelanggan pas menghubungi 147 masih harus menunggu lama …yg katanya OP sibuk lah apalah…pelanggan sendiri selama menunggu tidak sadar bahwa disaat telp itu juga dikenakan biaya>>call center macam apaan itu >>>pelanggan mau menyampaikan keluhan kok malah mbayar>>IBC 147…<layanan inbond call 147..seharusnya telkom sendiri ada kebijakan tersendiri mengenai hal tersebut…..
    walaupun aq sendiri dari OBC 147aq ga mau terus_san menipu pelanggan demi mencari keuntungan telkom segala cara apupun dilakukan>>telkom sendiri harus ditingkatkan pelayanannya agar pelanggan tidak kabur…

  17. Saya baru menyadari kalau selama ini saya secara diam2 diikutkan dalam program jebakan Telkom yg bernama PTT sejak Des 2009. Kalau selama ini saya tidak protes, bukan berarti saya setuju, melainkan selama ini saya percaya saja kepada Telkom, sebagai perusahaan BUMN. Rupa2nya perusahaan sekelas Telkom pun bisa menghalalkan segala cara untuk merampok pelanggannya.

  18. berarti bisa dinonaktifkan ya ntu PTT? ntar deh saya ke kantor telkom , saem juga liat tagihan bulan ini kok tiba2 nunggak .. makasih mas infonya

  19. Kak, boleh aku jadiin bahan skripsi gak kasus kakak? Rumah kakak termasuk ada di wilayah mana ya.? Terima kasih.

  20. Saya juga baru tahu ada tagihan PTT seperti itu setelah saya banyak cek di internet. Yang saya mau tanyakan, apakah bisa PTT ini dinonaktifkan. Trims.

  21. kasus yang sama 😦 dan untuk non aktif musti datang ke kantor telkom…merepotkan dan merugikan sekali, sedangkan kita tanpa pernah diberitahu mengenai keikutseraan dalam program PTT.

  22. triakasih atas infonya ya mas… saya baru menyadari hari ini betapa busuknya sikap terkom terhadap saya pribadi.. jd selama bulan agustus 2011 sampai juli 2012 tanpa saya sadari, saya membayar program PTT yg sejatinya sangat merugikan saya, bagai mana tidak contoh bulan juni 2012 perbulan saya hanya menggunakan telf lokal, sljj,dan celuler total hanya 6000 rupiah tp tagihan sampai 70.000an…hanya karna bayar program PTT 64.000 padahal abonemen semula 32000,..sungguh saya kecewa sekali dgn pihak telfkom..hari ini saya baru telf 147 dan tidak mengaktifkan program PTT sialan itu..pihak telkom butuh proses 7hr untuk meng non aktifkan, mari kita lihat kelanjutan kecurangan ini….

  23. Saya juga menjadi korban TELKOM, rumah saya dulu dipasang PTT itu, kemudian kita minta dicabut, lalu kemudian beberapa bulan kemudian muncul lagi. Sekarang rumah bapak saya juga demikian, sempat diputus lalu sekarang dipasang lagi, apakah TELKOM maunya dicabut saja dan diboikot ???
    Bisakah kita bersama2 menuntut TELKOM ?

  24. berarti telp rumah sy jg gitu yah….??? ck ck ck… soalnya sdh 2 bln ini telp rmh ga dipake tp tagihannya diatas 90 ribu,…. n sblmnya jg dg pemakaian yg wajar, tagihan tiap blnnya diatas 100 ribu teruss… btw klu mau konmllain k telkom hrs bw apa bos? nuhun ahhh…

  25. Parah.. w baru tau, brarti klo dah dari 2009 udh brp taun tagihan w digasakk.. dasar maling gak punya otak.. nyari sampingan sm orng susah..

  26. Sama nih bisnis ngak ada etika, tanpa persetujuan tertulis hitam diatas putih + meterai atau sejenisnya adalah penipuan = kasus centuri ya tiba tiba dana kita simpan di alihkan ke investasi apa too moon?

  27. sy br ngeh hr ini tgl 19 maret 2014,gmn critanya dong?kmn bs mngadukan n minta ganti rugi kmn?tolong solusinya mas…

  28. keluhan yg bermutu dan memiliki wawasan yg luas, terima kasih atas sharingnya.. semoga pihak telkom bisa mendengar dan memahami keluhan pelanggan sepenuhnya… saya yakin atas dasar inilah banyak masyarakat merasa lebih nyaman menggunakan handphone drpd memasang pesawat tlpn dirumah

  29. Bulan kemarin tagihan 130 ribu, mahal sekali, bulan ini 110 rebu, padahal tidak di pakai,…
    Pas liat, abodemen nya 117 rebu, mahal banget,…

  30. Nah kalok saya awalnya bayar 1 bulan 250rb katanya g ada tambahan lain begitu berjalan 3 bln naik menjadi 350rb katanya ppn+pajak terus nyabut speedy katanya ga ada biaya pencabutan tpi masih di minta 150rb+10rb pajak + 6rb materai baru di cabut apalagi teknisinya main ngasih promo lagi + masih di tambah suruh ngasih biaya seting kayanya 50rb tpi suruh ngasih 100rb ini kah parahnya Speedy Daerah Sidoarjo/Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.