Nyaris Ricuh di Bandara Internasional Hasanuddin

Tidak seperti saat berangkat yang penerbangannya ontime, saat pulang malam harinya penerbangan delay sampai 2 jam. Dari pemberitahuan delay 1 jam, kenyataannya baru berangkat 2 jam kemudian. Namun rupanya itu belum seberapa!

Ternyata ada penerbangan yang delay-nya sudah 6 jam, yaitu penerbangan dari Ujung Pandang ke Balikpapan. Para penumpang yang sudah di bandara sejak siang ngomel-ngomel ke petugas. Malah ada yang sangat emosi sampai-sampai nyaris anarki. Untung saja bisa ditahan oleh penumpang yang lain.

Daku pun bertanya-tanya tentang apa yang terjadi. Dari semula jawaban dari petugas adalah klasik, yaitu: “Alasan operasional.” Namun setelah kudesak akhirnya petugas mengaku kalau pesawat ke Balikpapan menunggu sparepart dari Jakarta. Sedangkan pesawat Jakarta terlambat berangkat dari Jakarta karena “Alasan operasional” juga. Hiks…

Syukurlah semuanya dapat dilalui dengan baik. Tidak anarkis. Cuma kasihan saja pada para penumpang yang menunggu lebih dari 6 jam. Ada juga penumpang yang penerbangannya terusan. Entah bagaimana nasibnya. Apakah dia ditunggu pesawat lanjutannya atau ditinggal? Jika ditunggu, tentu di sana pesawatnya pun akan delay dengan alasan: “Alasan Operasional.”

7 pemikiran pada “Nyaris Ricuh di Bandara Internasional Hasanuddin

  1. […] ♫ Dewo ♪ Menggarami dunia… Lompat ke isi BerandaKeluargaKoleksiKoleksi GitarKoleksi LainLagukuLowongan PekerjaanLowongan IT Koordinator & Support PekanbaruLowongan Pekerjaan Programmer PHPLowongan Pekerjaan YamahaTentang ← Nyaris Ricuh di Bandara Internasional Hasanuddin […]

  2. Delay dengan alasan operasional itu selalu dikatakan oleh perusahaan penerbangan, mereka memanfaatkan pesawat dengan optimal, jadi satu pesawat di schedule kan untuk beberapa penerbangan, sementara kebiasaan jam karet mereka pakai. Seandainya saja mereka bisa on-time, maka delay bisa dikurangi.

    • @Romo Wage,

      Bener banget. Seringkali pesawatnya PP. Jeda waktu datang & berangkat lagi cuma 30-40 menit. Kalau ada yg terlambat, maka jadwal selanjutnya jadi ikutan kacau.

      Seringkali “Alasan Operasional” ini karena kerusakan pesawat & harus nunggu spare part dari Jakarta. Mungkin kalau mereka terus terang kalau alasannya: “kerusakan pesawat” pasti bakal ngeri semua penumpangnya. Hihihi…

      Salam

  3. Ini gara-gara perubahan “system” itu ya Mas …

    Syukurlah tidak ada aksi yang anarkhis
    soalnya kalo anarkhis yang rugi ya kita sendiri

    Salam saya Mas

    • @Ompakmas NH18,

      Bukan karena perubahan system itu, Ompakmas. Kalau tidak salah, kekacauan karena perubahan sistem itu cuma berefek ke Garuda ya? Sedangkan yg lain tidak? Saat kekacauan tsb, harga tiket penerbangan lain harganya meroket 2x lipat. Saya sampai ngga jadi pulang karena tiketnya kemahalan. Xixixi…

      Benar, kalau anarkis malah tambah runyam situasi & kondisinya. Syukurlah bisa diredam.

      Salam Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.