Ngebom Nyamuk

Weh, membunuh nyamuk dengan bom? Ini tentu lebay sangad. Namun yang harus diakui, langkah ini ternyata berhasil. Nyamuk di rumah Anda bakal mampus tuntas. Mungkin nyamuk-nyamuk di rumah tetangga juga akan ikut terbasmi. Tentu langkah ini akan membawa efek samping yg dahsyat, yaitu hancurnya rumah Anda dan mungkin juga rumah tetangga Anda. (*ya iyalah*)

Nah, kalau Bunda membahas kelebayan ini, maka daku akan membahas efektivitas dan efisiensi dari apa yang kita lakukan.

Contoh di atas tentu akan diamini bahwa cara membunuh nyamuk dengan bom adalah suatu tindakan yang efektif, karena cara ini berhasil membunuh nyamuk. Tapi apakah tindakan di atas termasuk yang efisien? Tentu kita akan sepakat menjawab: TIDAK. Anda tentu tahu apa alasannya, tho?

Menurut Mbak Wiki, efektif didefinisikan sebagai:

Effectiveness means the capability of producing an effect, and is most frequently used in connection with the degree to which something is capable of producing a specific, desired effect.

Yang kalau disederhanakan dalam bahasa gawul Indonesia berarti suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi kalau diinginkan membunuh nyamuk, maka saat apa yang kita lakukan bisa membunuh nyamuk, maka langkah yang kita lakukan berarti sudah efektif.

Masih menurut Mbak Wiki, efisiensi didefinisikan sebagai:

Efficiency in general describes the extent to which time or effort is well used for the intended task or purpose. It is often used with the specific gloss of relaying the capability of a specific application of effort to produce a specific outcome effectively with a minimum amount or quantity of waste, expense, or unnecessary effort. “Efficiency” has widely varying meanings in different disciplines.

Dimana kalau disederhanakan dalam bahasa gawul berarti melakukan sesuatu untuk mencapai sesuatu secara efektif dengan upaya, limbah, biaya, waktu yang minimal. Singkatnya adalah irit segalanya.

Membaca ke-2 definisi di atas, berarti efektif seharusnya nomer 1. Sedangkan efisien adalah langkah ke-2 untuk meminimalisasi upaya, biaya dan waktu.

Tapi ternyata, tidak dapat dipungkiri, kebanyakan orang lebih mengutamakan efisiensi. Padahal bisa jadi tujuan belum atau tidak sempurna tercapainya. Yang penting bisa melakukan usahanya dengan irit.

Tidak hanya di dunia usaha, dalam urusan rumah tangga pun kebanyakan orang masih mengutamakan kengiritan. Contoh sederhana misalnya: Badu ingin membeli lampu yang terang dan awet untuk teras rumahnya. Namun karena ingin ngirit, maka Badu beli lampu bermerk abal-abal yang lebih murah. Dia berpikir, toh ada garansi 1 tahun, jadi kalau sudah mati sebelum 1 tahun dia bisa minta ganti berdasarkan garansi tadi.

Baru 2 hari menikmati sinar lampunya, Badu harus kecewa karena lampu yang baru dibelinya itu mati. Maka malam itu pula Badu menukarkan lampunya dengan yang baru.

Apakah langkah Badu yang memilih lampu bermerek abal-abal itu merupakan langkah yang efektif? Ehm… nampaknya iya. Tapi ternyata tidak. Karena keinginannya untuk memiliki lampu yang terang dan awet tidak tercapai. Terbukti tidak terang sama sekali tho? (*kan lampunya mati*) Awet? Hehehe… tentu tidak.

Apakah efisien? Ternyata tidak juga. Terbukti Badu harus sibuk mencopot lampu dan menukarkan lampu tersebut dengan yang baru. Sudah capek malah boros waktu dan biaya untuk kembali ke toko menukarkan lampunya.

Niatnya memang pengen ngirit bin efisien, tapi ternyata malah tidak efisien dan tidak efektif juga. Jadi jangan lupa kalau selalu nomer satukan efektivitas. Baru setelah itu bolehlah memikirkan efisiensi.

Anda punya pengalaman niat efisien yang ternyata tidak efektif? Ternyata daku sering, hehehe…

~~~

Catatan: Gambar nyamuk diambil dari Mbak Wiki.

Iklan

15 pemikiran pada “Ngebom Nyamuk

  1. LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 1-3JT/MINGGU

    KRJ: manajemen dr program kerja online (Online based Data Assignment Program/O.D.A.P) MEMBTHKAN 200 orang di sluruh indonesia yg MAU Kerja SAMPINGAN 0nline dgn potensi penghsln 1-3jt/minggu+gaji pokok 2jt/bln, tugasnya hny entry data, per entry Rp10rb, misal hari ini ada kiriman 200 data dari ODAP yg hrs di entry berarti qta dpt hari ini 10rbX200=2Jt.lebih jelasnya

    Buka http://www.penasaran.net/?ref=cdizbb

  2. Hihihihihihiii… iya orang indo gitu lho… harga nomor satu, wkakakkak… kualitas nomor dua… 😀

    kalo kata guru ku dulu, efektif itu sesuatu yang tepat! efisien adalah cara yang tepat! jadi digabung menjadi sesuatu yang tepat dan dengan cara yang tepat! 😀

    tapi mas, makin kesini, saya percaya kok harga gak boong, apalagi untuk barang2 electronik dan yang hubungannya dengan teknologi… 🙂

    • Hehehe… tidak dapat dipungkiri, harga tetap pertimbangan utama.
      Bener banget tuh: menghasilkan sesuatu yg tepat dengan cara yg tepat.

      Iya, sering kali harga ngga bohong. Kecuali untuk tender2 pemerintahan. hehehe…

      Salam

  3. Dan dengan pemikiran itu pula maka pemalsuan di Indonesia berkembang biak…
    Nggak ada barang yang nggak dipalsukan.
    Begitu keluar aslinya, maka pasti diikuti dengan palsunya.
    Contoh kecil adalah bolpoin.
    Di kota kecil kayak kota saya, dimanapun beli bolpoin, dapatnya pasti yg palsu.
    Yang asli cuma ada ditoko tertentu dan adanya dikota besar.
    Mur & Baut sama saja…
    Kalau kena obeng langsung doll… 😀

    • Wah, daku jadi inget pas tinggal di kota kecil saat masih kanak-kanak. Ballpoint terkenal itu ya cuma pilot. Tapi ternyata ada palsunya juga, yang tulisan “pilot”-nya tidak rapi. Mesti hati-hati juga ya kalau beli apa-apa.

      Lha itu kalau mur-baut utk mobil bahaya banget tuh kalau sampe dapat yg palsu. Bisa-bisa rodanya lepas sendiri. Hehehe…

      Salam.

  4. Kalau saya lihat sikon-nya juga lah.. untuk urusan yang tak penting, asal murah dan tidak efektif tidak mengapa…
    Karena kita kan juga harus punya pertimbangan lain untuk sesuatu yang mungkin jauh lebih penting dari sekedar efektif.. 😀

  5. hhmm …
    Saya lebih menyoroti tentang …
    Functional Benefit dan Emotional Benefit …

    Kadang kala kita menjadi tidak efisien karena lebih memanjakan emotional benefit ketimbang Fungsionalnya …

    Hawong butuhnya cuma nelpon dan sms saja … kok membeli HP yang bisa segala …
    ini kan ndak efisien babar blas … heehehehe

    (eh nyambung nggak ya ?)

    salam saya

    • Wah, bener banget tuh Om.
      Dan daku seringkali begitu, ngga perlu tapi akhirnya beli gara-gara lagi diskon. Hehehe… Jadi ndak efektif, tentu saja ndak efisien.

      Salam hangat

Tinggalkan Balasan ke lukisanlangit Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.