Mbah Kakung

Masih sealbum dengan foto Holden Premier, daku menemukan foto-foto lucu kami sekeluarga. Termasuk fotonya Mbak Choco yg masih belia. Hehehe…

Mbah Kakung

Mbah Kakung

Namun kali ini daku akan bercerita tentang sesosok yang sangat penting dalam keluarga kami, yaitu Michael Sadat Dibyowiyoto yang lebih kerap kami panggil sebagai Mbah Kakung. Sebagai kakek, beliau sangat banyak memberikan nilai-nilai kehidupan yang baik bagi putera-puterinya dan juga cucu-cucunya. Maklum, sebagai guru dan pernah juga menjabat kepsek, beliau mempunyai tanggung jawab atas moral & pendidikan yang terbaik bagi kami semua.

Walau pun Mbah Kakung di Yogyakarta dan kami sekeluarga di Semarang, namun kami tetap dekat dengan beliau. Karena kami semua pernah kost di sana. Dari kakak nomer 1 & 2 (Mbak Choco), daku sampai adik, karena kami pernah kuliah & sekolah di sana. Sayangnya daku tidak lulus UGM. (*DO nih ye? DO kok bangga*)

Mbah Kakung amat sangat dekat dengan Mbak Choco karena mereka punya sense of humor yang tinggi. Walau hanya berdua, tapi suasana jadi rame karena gojekan mereka. Tidak dipungkiri, keduanya memang sangat lucu.

Ada kisah lucu yang terjadi pada Mbah Kakung. Suatu hari di hari Minggu Mbah Kakung ke gereja sendiri. Kebetulan Mbah Tie (Mbah Putri) tidak ikut. Seperti biasa, Mbah Kakung naik sepeda motor Honda tuanya yang berwarna hijau.

Lha kemudian sepulangnya langsung diomelin Mbah Tie. Apa pasal? Ternyata Mbah Kakung pulang dengan motor berwarna merah & lebih baru. Lha kan motornya seharusnya hijau???

Tentu saja terjadi eyel-eyelan antara Mbah Kakung dengan Mbah Tie, tapi tetap terdengar kocak. Maklum, Mbah Kakung buta warna dan tidak bisa membedakan warna hijau dengan merah. Sayangnya Mbah Kakung asal comot motor yang ternyata kuncinya ngepas. Alhasil Mbah Kakung pulang dengan motor warna merah dan ternyata lebih kinclong. Wakakaka…

Setelah itu Mbah Kakung kembali ke Gereja. Rupanya di sana sudah ditunggu Romo dan pemilik motor yg sebenarnya. Romo tahu kalau Mbah Kakung pasti salah ambil motor. Wakakaka… syukurlah si pemilik motor tidak marah, tapi malah geli.

Berkenaan dengan buta warna, Mbah Kakung itu kalau melewati traffic light selalu dengan perasaan. Kadang berhenti padahal lampu menyala hijau. Seringkali mengikuti kendaraan lain. Kalau mereka jalan, maka Mbah Kakung ikut jalan. Kalau mereka berhenti, maka Mbah Kakung ikut berhenti.

Masalahnya adalah saat tidak ada kendaraan yang dijadikan acuan. Ya harus dengan perasaan. Pernah kelamaan berhenti karena tidak tahu lampunya menyala merah atau hijau. Atau mengikuti kendaraan di depan yang terus melaju padahal lampu sudah merah.

Kalau pengalaman pribadi, daku sangat suka dengan kerapian & kelengkapan tool set punya Mbah Kakung. Mungkin hobi ngutak-atiknya (terima bongkar tidak terima pasang) menurun padaku. Hahaha…

Berkenaan dengan bongkar-pasang ini, Mbah Kakung kalau membongkar sesuatu, misalnya radio, pasti ada saja yang berlebih. Pernah membongkar radio dan saat mengembalikannya lagi ternyata sisa baut. Lha ini baut seharusnya dipasang dimana? Hahaha…

Secara keseluruhan, kami semua sangat menyayangi & mencintai Mbah Kakung yang baik hati dan humoris. Nyaris jarang marah. Malah lebih sering dimarahin Mbah Tie. Hehehe…

Salam hangat untuk Mbah Kakung di Surga…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Dewo, Foto, Inspirasi, Keseharian, Lucu, Personal dan tag , , , , . Tandai permalink.

31 Balasan ke Mbah Kakung

  1. Mbakayune berkata:

    Kalo berantem sama Mbah Tie, aku sering godain ” Udah mbah cerai ajaaa….”
    Kata mbah Tie : ” Dasar putu nakal!! Ora nggenah!! Mbah-ne di kon cerai…” (sambil ngomel-ngomel lucu).. Sedangkan mbah Kakung terbahak-bahak…wkwkwkwk…
    Mbah Kakung n mbah Tie emang pasangan yang kompak, setia, penyayang… Thank U so much for bimbingannya selama aq sekolah di Yogya…
    Maafkan putu yg bandel ini ya Mbahh…
    Mbah Kakung n Mbah Tie semoga bahagia di surga… I miss U both..so much…

    • chocoVanilla berkata:

      Waktu Mbah Kakung sakit, berdua di kamar ama Mbah Ti bercakap-cakap kayak gini:

      Mbah Ti : Pak, mengko nek pareng karo Gusti aku nyuwun Bapak disik sing dipundut Gusti, ben aku iso ngrawat Bapak. Nek aku sik mengko piye, sopo sing ngrawat Bapak?

      Mbah Kakung : Ayo, nyuwun karo Gusti ben bareng-bareng wae.

      Lalu mereka tertawa bersama. Dari luar, sambil menahan air mata aku teriak:

      “Mbah Kakuuung… Mbah Tieeee…. gak boleh ngobrol yang gak mutuuuu!!!”

      Lihatlah, betapa berbahagianya mereka. Lalu Mbah Tie kembali membacakan kitab suci untuk kekasihnya.

    • Hiks… mereka memang pasangan serasi dengan cinta yg luar biasa. Sungguh teladan yg baik bagi kita semua.

      Salam buat Mbah Kakung & Mbah Tie di Surga. Salam hangat buat semua.

  2. chocoVanilla berkata:

    Sumpah! Aku mbrebes mili mbacanya 😥 I love him so much! How I miss him 😦 Beliau adalah sosok idolaku. Kapan2 aku akan posting juga tentang Mbah Kakung. Banyak cerita dan kenangan lucu bersama beliau. Kadang aku juga suka dimarahin Mbah Tie karena kalo guyon Mbah Kakung sampe batuk keselak-selak 😀 Padahal cuma nonton TV berdua aja bisa cekakakan 😆

    Jadi kangen Mbah Kakung hiks…hiks… 😥

  3. Devi Yudhistira berkata:

    huaaaa…samaaaa 🙂 aku pernah juga nih kayak gini….

    bedanya, kupikir motornya mogok, karena gbs ditater, sayangnya kuncinya bisa masuk, pas pula, jd aku ga ngeh kalo mbawa pulang ke kost motor orang 🙂

  4. Iksa berkata:

    Ha ha sosok yang menarik untuk dikisahkan .. sangat manusiawi ..

    Salut .. Mas Dewo

  5. isnuansa berkata:

    Hahaha, kok bisa ya, kuncinya pas dengan sepeda motor orang lain?

    Untung nggak dipentungi orang karena dikira maling motor…

  6. Lidya berkata:

    saya dekat dekat dengan mbak kakung, tapi saya memanggilnya aki. kapan2 saya posting deh 🙂

  7. dhila13 berkata:

    iih,,, foto mbah kung-nya keren. nuansa jadulnya dapet.. 😉

    salam,,

  8. nh18 berkata:

    Mencari-cari foto Mbak Choco yang masih belia …

    🙂

  9. giewahyudi berkata:

    Saya kira awalnya ndorokakung

    Saya jadi inget sama mbah kakung dulu yang selalu ngasih saya uang jajan kalau ke rumagh simbah.. 🙂

  10. jumialely berkata:

    mbah kakung … jadi GURU enak kan mbahhhh 🙂

    faktor usia mas, makanya lupa. Yang penting belum lupa sama keluarga

  11. mamah Aline berkata:

    duh jadi ngiri deh baca cerita lucu soal mbah kakung ini… soal buta warna, parah banget tapi jadinya bikin lucu ya…
    apalagi beliau masih dikasih sehat dan berumur panjang, semoga mbah kakung dan mbah Tie senantiasa langgeng dunia akhirat mas dewo

  12. ndaru berkata:

    jeng choco kok endak ada potonya?

  13. Ping balik: Akhir Hidup Mbah Kakung | ♫ Dewo ♪

  14. Prima berkata:

    Huuaaaaa… ini postingan paling sentimental yang pernah aku baca di blog ini mas… aku seperti kembali ke masa lalu dan ikut mengalami… fotonya! Luar biasa!

    • Hiks… ini postingan kenangan indah kami dengan Mbah Kakung. Kita semua pasti punya pengalaman indah bersama kakek-nenek kita.

      Dan, foto ini salah satu peninggalan beliau kepada kami. Kami berbahagia masih memiliki kenangan ini.

      Terima kasih ya, Prim. Salam hangat dari Pekanbaru.

  15. princessmoon berkata:

    Hiks..aku baca sambil mewek padahal lg di KRL..jd pura angob biar dikira ngantuk jd bisa ngusap air mata :(..Luar biasa mbah kakung dan mbah tie, selalu hebat dan aktif di masa tua sampai menjelang ajal..aktif di rumah, gereja dan aktif sayang sama cucu2nya :). Mbak Choco n me sering jg di bawelin klo ga disiplin hehehehhe…cuman mbak choco curang karena ada alasan klo honda life nya mogok hihihi…coba pura2 mbak choco salah jg.. brangkat pake honda life pulang bawa beattle gitu wkwkwk..parah…thankss mas dewo..to remembering our mbahtie n mbah kakung..kangen mereka so much..

  16. Ping balik: Coto Makassar Paraikatte | ♫ Dewo ♪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s