Transit

Horeeee… hari ini daku pulang Semarang. Tentu saja setelah ijin karena Paskah kemarin tetap bekerja di client. Sayangnya tidak ada penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Semarang. Jadi harus transit Jakarta.

Syukurlah perjalanan diteruskan dengan perusahaan penerbangan yang sama dan jedanya cuma sejam. Soalnya kalo penerbangannya beda atau jeda pesawat berikutnya terlalu lama, maka kita harus repot ngurus bagasi, tiket, dll.

Pernah repot transit? Daku pernah. Dari penerbangan yang beda sampai jeda penerbangan berikutnya yang berjam2.

Tapi daku pernah jumpa penumpang lain yang rupanya sangat nelangsa karena harus beberapa kali transit. Jedanya pun luar biasa lama sehingga penerbangan dari ujung Timur Indonesia ke bagian tengah harus ditempuh dalam 2 hari. Sampainya pun sudah malam. Dari ceritanya, penerbangan di daerahnya cuma ada 3x dalam seminggu. Itu pun kerap batal. Tentu saja harga tiketnya selangit. Hiks, jadi trenyuh dengernya.

Jadi, tetap nikmati! Banyak orang yang tidak seberuntung & senyaman kita.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Celoteh, Curhat, Dewo, Jalan-jalan, Kehidupan, Opini, Pekanbaru, Personal, Renungan dan tag , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Transit

  1. Lidya berkata:

    Semarangnya mana mas?

  2. Asop berkata:

    harus pintar bersyukur.

  3. nh18 berkata:

    Kalimat terakhir itu sangat Dalam sekali Mas Dewo …

    Kadang kita suka “riwil” … adaaaaa aja yang dikeluhkan …
    padahal itu hanya sebagian kecil saja …
    sangat tidak sepadan dengan jutaan kenikmatan yang sudah kita dapatkan

    salam saya Mas Dewo

  4. Devi Yudhistira berkata:

    Aiihhh semoga mas dewo siuman beneran 🙂

    Iya mas, la kita berpanas ria aja ngeluh :p

    *hiks, jadi teringat, kantor suamiku juga bisa sampe 3 kali naek pesawat, semoga msh diijinkan melihat Monas, doain yaaaa*

  5. jumialely berkata:

    wong saya transit dari jakarta ke balikpapan 4 jam nunggunya mas 😀

  6. Lidya berkata:

    tiap tahun saya mudik kesemarang mas, ke tempat mertua.
    di melati, masuk dari gajah mada. Graha Wahid mana ya, saya ga ngerti 🙂 nanti saya tanya suami deh

  7. Prima berkata:

    hihihihihi… belum disuruh naik perahu suruh dayung sendiri… 😛 *nasihat buat aku juga mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s