Obama vs Osama

Hari ini seneng banget denger berita tewasnya gembong teroris, Osama bin Laden. Namun ada yang mengganjal kesenangan ini ketika daku membaca pernyataan presiden PKS Luthfi Hasan Isaq di PKS: Tes DNA Osama, Baru Percaya. Kok kesannya bagaimana gitu?

Yg lebih mengganjal lagi adalah pernyataan presiden PKS ini terkait terorisme di Indonesia:

Jika benar Bin Laden telah tiada, Luthfi yakin tak akan ada pengaruhnya secara langsung untuk Indonesia. Pasalnya, aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air dinilainya lebih dipicu oleh ketidakadilan yang terjadi dan kesejahteraan yang tak kunjung terpenuhi.

“Jadi, ada atau tidak ada Osama, kalau ketidakadilan masih jadi common sense dan kesejahteraan belum teperhatikan secara keseluruhan, itu (terorisme) akan masih ada. Osama, saya rasa, tidak punya sentuhan sama sekali ke Indonesia. Perusahaan-perusahaan Osama juga tak ada di Indonesia. Tak ada sentuhan langsung Osama ke Indonesia. Saya harap Indonesia tetap aman,” katanya.

Oke, partai bertajuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini semoga tidak mewakili suara teroris juga. Dan semoga saja saya hanya salah sangka terhadap pernyataan Pak Luthfi yang seolah paham benar tentang terorisme di Indonesia, yang katanya karena adanya ketidakadilan dan tidak diperhatikannya kesejahteraan.

Semoga damai sejahtera di Indonesia tercinta.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Anti Kristus, Catatan, Dewo, Opini, Personal, Politik, Religi dan tag , , , , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Obama vs Osama

  1. marsudiyanto berkata:

    Kalau Obama vs Ozawa gimana ya?

  2. Vicky Laurentina berkata:

    Sebenarnya saya agak geli PKS mengatur-ngatur bahwa mereka baru percaya jika ada tes DNA atas Osama. Memangnya PKS itu siapa sih, pakai berharap segala Amerika Serikat mau mengumumkan pemeriksaan DNA atas orang yang baru mereka tembak?

    Mungkin PKS benar bahwa terorisme di Indonesia terjadi karena ketidaksejahteraan. Tapi saya rasa itu hanya relevan untuk terorisme yang dilakukan oleh Aceh di GAM. Untuk tindakan-tindakan terorisme di daerah-daerah lainnya di Indonesia, saya rasa itu bukan semata-mata karena ketidaksejahteraan. Gembong pelaku utamanya rata-rata bukan orang miskin, mereka ternyata punya pendidikan tinggi, berpenghasilan bagus, pendek kata: orang-orang yang bermodal.

    Terorisme, dari kacamata saya yang bukan pakar terorisme, di Indonesia terjadi jelas-jelas karena unsur fanatisme yang berlebihan. Lihat organisasi-organisasi kemasyarakatan berbau agama yang melakukan pengeboman di mana-mana itu, mereka jelas melakukan terorisme karena paham antipluralitas. Mungkin sebetulnya hampir mirip Adolf Hitler yang merasa ras Aria-nya adalah ras paling benar.

    Soal pernyataan PKS bahwa terorisme di Indonesia terjadi karena ketidakadilan, saya rasa justru sasaran-sasaran tindakan terorisme itulah yang seringkali mendapatkan perlakuan tidak adil dari masyarakat sekitarnya.

    • Setuju banget… ini bukan lagi masalah ketidakadilan & ketidaksejahteraan. Pernyataan politikus & pakar lain menyebutkan bahwa terorisme ini adalah masalah ideologi, yang mereka katakan “merasa benar sendiri” dan “sesat”.

      Semoga damai & sejahtera hadir di bumi Indonesia.

    • Ibnu Abdul Muis berkata:

      RMS (Republik Maluku Selatan) gak disebut bos? Nggak usah rasis lah ! Yang adil-adil aja kalo ngasih pernyataan. :mrgreen:

      Salam,
      😆

    • Mas Ibnu,
      Apa dasarnya saya harus menyebut RMS? Apa hubungan posting ini dengan rasis? Jangan-jangan Anda yg rasis?

    • Ibnu Abdul Muis berkata:

      Yang rasis itu Vicky, karena cuma nyebut GAM di Aceh. Kenapa gak sebut RMS juga yang di Maluku. Kan mereka sama-sama separatis yang mau memisahkan diri dari Indonesia toh? :mrgreen: Jangan sensi akh mas Dewo 😳 Saya setuju kok dengan pernyataan anda yang ini :
      Semoga damai & sejahtera hadir di bumi Indonesia. 🙄
      Salam,

    • Mas Ibnu,

      Oh kalau begitu saya yg salah paham. Hehehe… saya kira Anda mengomentari posting saya. Maaf, ya…

      Salam damai

  3. Lidya berkata:

    saya ga ngerti politik mas, tapi juga bukan pendukung PKS 😀

  4. bundadontworry berkata:

    kadang2 ada sebagian orang yg kurang setuju dgn pernyataan2 yg beredar di masyarakat , seperti oknum PKS ini ya Mas Dewo
    apakah tdk sebaiknya diam, bila berbicara malah menyakitkan?
    namun, tetap saja kita hrs menghormati pendapat orang lain ya 🙂
    salam

    • Betul, Bunda… lebih baik diam…
      Daku juga berusaha menghargai pernyataan Presiden PKS ini, namun kok rasanya mengganjal banget, terutama saat daku berusaha menebak agenda di belakang pernyataannya. Jadi daku kutip pernyataannya di sini.

      Salam hangat

  5. Devi Yudhistira berkata:

    Hadooohhh….wis mikir liyane baen….

    dunia ini panggung sandiwara bang 🙂
    aja puyeng2…..

  6. Asop berkata:

    Lho, saya rasa itu benar2 aja, wajar kalo AS harus mengetes DNA dari mayat Osama. 😐 Biasanya, korban serangan militer itu wajah atau tubuh bagian lain udah rusak, sulit diidentifikasi. Setidaknya jika bukan pemeriksaan DNA, ya pasti dilakukan pemeriksaan ciri2 tubuh yang lain, entah itu susunan gigi ato sebuah tanda lahir.
    Entahlah apakah AS punya catatan data tubuh Osama.
    Pokoknya, kita semua gak boleh senang dulu dengan berita ini. 😡 Wajar kalo orang2 masih khawatir dan merasa sangsi dengan berita yang dilansir AS. 😦

    Dan menurut saya pula, memang dengan matinya Osama ini nggak akan terlalu berpengaruh dengan terorisme di Indonesia. Pertama, siapa yang tahu kalau jaringan teroris Osama memang berhubungan dengan jaringan teroris di Indonesia? Kedua, oke lah semisal berhubungan dengan Osama. Tapi ingat, masih banyak antek2nya yang tersebar (entah di mana). Jadi, Osama boleh mati, tapi masih ada antek2nya yang memiliki pola pikir sama seperti Osama. Dunia masih berbahaya. 😦
    Ketiga, selama kemiskinan masih ada di Indonesia dan kesenjangan masih terlalu besar (antara kaya dan miskin), para kelompok teroris akan masih mudah merekrut anggota2 baru. Memang ada hubungannya antara kemiskinan dengan terorisme. 😐

    Jadi hendaknya jangan senang dulu dengan tewasnya Osama. Masih ada antek2nya yang lain. 😦

  7. chocoVanilla berkata:

    Lah, sing bener wis tewas durung to? Kok sudah ada yang sholat jenasah ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s