Silakan Mohon

Suatu saat di sebuah seat pesawat, mataku terpaku (*hayah, bahasane*) pada tulisan yang tertempel di bagian belakang seat depan. Ada beberapa kejanggalan di kalimat-kalimat tersebut. Ada yang tahu? Mungkin perlu bantuan Mas Febriasyraf Charifa untuk memecahkannya. Hehehe…

Himbauan Janggal?

Himbauan Janggal?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Foto, Jalan-jalan, Makassar, Opini, Personal dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Silakan Mohon

  1. Asop berkata:

    Penggunaan “Dijaga” nggak tepat, itu menurut saya kalimat aktif, jadi mengapa pakai kata pasif? 😦
    Harusnya “Mohon jaga barang bawaan Anda”, begitu. 🙂

    Saya lupa, apakah “bertanggung jawab” harus disambung apa nggak…. >.<'

    Lalu, lebih enak di akhir pengumuman (setelah kata 'kerusakan') ditambah lagi kata "barang Anda." Begitu. :mrgreen:

    Di pengumuman yang bawah, kata "silakan" (itu salah tulis, gak pake 'h' harusnya) saya rasa kurang tegas untuk sebuah perintah. Lebih tepat pakai kata "mohon" atau "harap". 😀

    Ini menurut saya lho ya. 😀

    • SETUJU semua poin yg ditulis Mas Asop.

      Ada beberapa keanehan lain:
      1) Penggunaan frase “kehilangan dan kerusakan”, daku lebih merasa tepat jika “kehilangan atau kerusakan”. Hehehe

      2) Pada himbauan kedua, nampaknya tidak tepat konteksnya jika itu merupakan terjemahan dari bahasa Inggrisnya. Karena “please” tidak bisa selalu diterjemahkan sebagai “silahkan” (silakan). Mungkin bisa diterjemahkan sebagai “mohon”. Bisa saja menjadi: “mohon matikan telepon selular Anda”.

      Untuk frase “bertanggung jawab” memang dipisah. Kecuali mendapat awalan dan akhiran sehingga harus disambung. Misal: “pertanggungjawaban”, “dipertanggungjawabkan”, dll.

      BTW, saat penerbangan itu daku terganggu sangad saat membaca tulisan2 tersebut. Hehehe…

      Terima kasih atas analisanya, Mas.
      Salam

  2. Imelda berkata:

    setuju dengan asop, kalimat terakhir lebih baik pakai “Harap matikan telepon genggam Anda” (A harus huruf besar). Mohon terlalu sopan untuk orang Indonesia yang sudah terbiasa tidak menaati perintah atau permohonan 😀

    EM

    • Wakaka…
      Mungkin “harap” juga terlalu sopan. Bisa jadi lebih baik menggunakan: “Matikan telepon selular Anda!” lengkap dengan tanda seru. Hahaha…

      Salam

  3. mr. sectiocadaveris berkata:

    mungkin yang benar seperti ini…
    “Mohon jaga barang bawaan Anda masing-masing, sebab kami tidak bertanggung jawab atas kehilangan dan kerusakan yang dapat terjadi.”

  4. lovepassword berkata:

    jagalah barang anda masing-masing. jangan menjaga barang orang lain ^_^

  5. coekma berkata:

    yang penting mengerti, tidak masalah konteks bahasanya hancur… yang susah itu kalau bahasanya sudah hancur susah dimengerti pula.

    contoh : mohon hilang dan rusak jika barang bawaan Anda tidak dijaga..

    wkwkwkw…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s