Nemu Telor Ayam Kampung

Bermula dari tadi pagi saat mau berangkat kerja, daku dibisingkan oleh suara ayam yang entah mengapa berduaan nangkring di pagar. Pas daku keluar dua sejoli ini langsung kabur.

image

Eh tadi siang pas BW ngomentarin blognya Mas Asop yang membahas telor ayam negeri dengan telor ayam kampung. Dan tidak dinyana… sorenya pas pulang kerja menemukan telor ayam kampung. Kuhitung jumlahnya 11.

image

Enaknya diapain ya? Apakah dimakan untuk memperbaiki gizi? Atau dibiarkan saja hingga menetas? Kayaknya daku lebih suka opsi ke-2. Bagaimana dengan Anda? Mana yang akan Anda pilih?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Curhat, Dewo, Fenomena, Foto, Kehidupan, Lucu, Personal dan tag , , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Nemu Telor Ayam Kampung

  1. Robinson A. Sihotang berkata:

    Hahaha… asyik dong , penambah tenaga setelah keliling Indonesia ya mas …

  2. Mama Cal-Vin berkata:

    cuekin aja pilihan saya

  3. lovepassword berkata:

    dibuat jamu saja. Jamu godong kates

  4. bundadontworry berkata:

    kan ada 11 butir ya Mas Dewo,
    yang 5 utk memperbaiki stamina, sisanya di tetaskan aja, kan masih lumayan banyak tuh 😀 😀
    salam

  5. Asop berkata:

    Hahahaha, kok bisa ada di situ telurnya?? 😀
    Apa Mas Dewo pelihara ayam?
    Itu ayam punya siapa ya?? 😆

  6. Devi Yudhistira berkata:

    Dimakan dan dibagikan tetangga aja….atau buat buah tangan saat kopdar 🙂

    coba dulu deh, nyari artikel, bgmn telur ayam itu bisa menetas, ada beberapa kondisi yg menentukan (*hayah sok teu)

    • Hahaha… buah tangan utk kopdar? Hem… kayaknya itu kalau kopdar dengan njenengan. Hehehe…
      BTW, saat terakhir kulihat telor2 ini dierami oleh 2 ayam. Mungkin bentar lagi menetas.
      Salam

  7. coekma berkata:

    tolong, dibiarkan menetas saja… kemudian tetasannya kasihkan saya… mau beternak nih…

  8. Orin berkata:

    Diceplok aja mas Dewo, lucu deh imut2 gitu jadinya kan? hihihihi

  9. chocoVanilla berkata:

    Dimakan ajaaa, sisanya coba ditetaskan. Tapi nek ditetaskan ya harus diangremi (eh, basane opo yo?). Klo induknya gak mo mengerami ya sudah, bawa ke tempat tidur, nek malem dikeloni sapa tau jadi netes :mrgreen:

    Eh, itu tanda keberuntungan lho. Wong gak piara ayam kok iso bertelor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s