Anak Ayam

Jadi inget lagu “Anak Ayam.”

Anak ayam turun sejuta,
Mati satu tinggal 999,999.
dst…

Hayah, bisa berapa hari tuh nyanyiinnya? Hehehe…

Mencari makan
Mencari makan

Oh iya, daku nyaris lupa mengabarkan perkembangan peternakan pasif-ku. Saat ini telur2 telah menetas. Ada yang gagal menetas. Tapi senang melihat ada beberapa yang menetas dan menjadi anak-anak ayam yang lucu. Eh, ada anak ayam yang warnanya hitam.

Eh, ada yg hitam
Eh, ada yg hitam

Ada 2 telur yang belum menetas dan tetap dierami oleh induknya pada malam hari. Tuh ada foto saat para ayam ini mencari makan di parkiran. Weks, di parkiran? Hehehe… nampaknya mereka nyaman di halaman rumah dari pada keluar pagar dan mencari makan di pelataran.

Iklan

15 thoughts on “Anak Ayam

  1. …..Setelah beberapa bulan yang lepas reban ini disiapkan ayam kampung dimasukkan secara berperingkat-peringkat iaitu kawasan reban terbahagi kepada dua.Sebahagian adalah kawasan untuk perlindungan anak-anak ayam baru akan ditempatkan bersama-sama ibu ayam manakala kawasan sebelah adalah tempat ayam dewasa ditempatkan untuk membiak.Di kawasan anak-anak ayam ini mestilah bebas daripada ayam-ayam dewasa terutama sekali ayam jantan.Ia juga ditempatkan bersama-sama anak-anak ayam yang meningkat dewasa. Anak-anak ayam tidak boleh dicampurkan bersama-sama bapa ayam bagi mengelakkan ia terpijak dan anak ayam jantan mestilah diasingkan dengan bapa ayam sebelum dikerjakan sehingga sakit atau demam.Bapa ayam perlulah ditempatkan bersama-sama ayam betina yang banyak untuk meredakan garang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s