Tips Mudik Gaul

Rasanya daku sudah beberapa kali menuliskan Tips Mudik. Namun perkenankanlah kali ini daku menuliskan sekali lagi topik tahunan khas Indonesia ini. Tentu saja kali ini disajikan dengan cara yang berbeda. Terutama karena posting ini diikutkan dalam acara kontesnya Pakde Cholik.

Sengaja daku melewatkan bahasan moda transportasi karena daku yakin sudah banyak blogger yang menuliskan tips mudik yang membahas berbagai moda transportasi. Jadi yang akan daku tulis di sini adalah pernak-pernik yang harus diperhatikan saat mudik karena bisa jadi akan sangat berguna & bermanfaat bagi para mudiker. Dan tentu saja supaya acara mudik tetap gaul (gitu loh).

0) Ajak Teman Gaul

Tips mudik nomer 0 ini sangat penting karena akan mempengaruhi acara mudik gaul kita. Tips ke-0 itu adalah mengajak teman gaul. Kalau mengajak teman yang tidak gaul, acara mudik malah jadi sunyi sepi sendiri serasa di kuburan. Bisa-bisa perjalanan mudik malah berasa serem bin angker. Xixixi…

Kalau mengajak temen gaul kan jadi rame perjalanannya. Cape jadi tidak terasa kalau selama perjalanan diisi dengan canda tawa riang gembira penuh sorak sorai.

1) Siapkan Bekal Makanan & Minuman Secukupnya

Berhubung perjalanan di masa mudik ini bisa jadi lama banget, terutama jika lewat jalur darat, tentu kita harus mempersiapkan perbekalan makanan dan minuman yang sekiranya cukup selama perjalanan untuk mengusir rasa lapar atau pun haus. Karena kalau laper kan jadi ngga bisa gaul.

Eh, tentu saja persiapan perbekalan ini tetap berlaku juga untuk yang sedang berpuasa, karena bekal ini bisa digunakan untuk sahur atau buka puasa darurat sebelum dapat rumah makan yang cozy. Sekedar info, perjalanan antar kota yang biasanya membutuhkan waktu 8 jam bisa jadi harus ditempuh dalam waktu lebih dari 20 jam. Hiks…

Kalau pun ternyata perbekalan kurang, usah khawatir karena di sepanjang jalan banyak yang jual. Hanya saja kita harus selektif membelinya. Usahakan jangan membeli di tempat-tempat yang ngga jelas, apalagi buram, blur, remang-remang, gelap gulita atau pun tidak fokus (*eh, ini tempat atau foto sih?*)

Paling asyik jika bisa menemukan mini market seperti Alfamaret atau Indomaret. Harganya bisa saja lebih mahal dikit dari pada mini market di kota. Tapi asyiknya kita bisa numpang buang hajat gratis. Hihihi…

2) Siapkan Baju Secukupnya

Tentu kita tidak mau merepotkan orang lain kan? Makanya bawa baju, celana, kaos, dan daleman sendiri secukupnya. Malu ah kalau sampai di kampung halaman kemudian bajunya minjem orang lain. Ya kalau yang dipinjem rela bin iklas. Lha kalau malah dipinjemin baju kebesaran (kegedean), kekecilan, atau sobek-sobek, kan malah acara mudik kita jadi tidak gaul. Ya tho?

Sebagai tips mudik, ada baiknya jika baju, celana, kaos, daleman, dll diberi nama. Bisa pakai spidol permanen. Mungkin nampaknya sepele dan tidak berguna, tapi percayalah, mungkin tips ini bermanfaat kelak di saat tidak terduga. (*pendek kata, supaya ngga ketuker, hehehe*)

3) Siapkan Uang Secukupnya

Idealnya sih membawa uang sedikit berlebih karena pasti ada banyak hal tidak terduga yang mungkin membutuhkan pengeluaran di luar budget. Lebih baik membawa uang tunai dari pada mengandalkan kartu debit/kredit, karena tidak semua daerah ada ATM. Lagi pula saat-saat mendesak seringkali di posisi yang jauh dari ATM. Bisa mati gaya tuh nyariin ATM.

Sebagai tambahan tips mudik, lebih baik uang tunai disimpan di beberapa tempat terpisah. Misalnya ada yg disimpan di saku baju-celana, tas, koper, laci dashboard, dompet, dll. Ini untuk jaga-jaga saja.

4) Rencanakan Tempat Makan Langganan

Lebih baik sudah ada perencanaan akan makan di mana. Rencanakan tempat sahur atau buka puasa di kota mana. Cari info tempat makan yang enak, nyaman dan aman di setiap kota yang akan kita lewati. Banyak tempat yang kelihatannya enak, nyaman dan aman, tetapi ternyata menyimpan banyak kejutan. Misalnya harganya mahal banget, bahkan 2x lebih dari harga normal. Kan bete banget kalau makan nasi goreng biasa harganya 75,000 seporsi. Ya tho?

Kadang kala kalau cuma harganya mahal masih bisa ditolerir. Lha kalau ternyata bikin perut mules kan ngga enak banget. Mana bisa mudik gaul kalau perut mules?

5) Piranti Komunikasi dan Tetek Bengeknya

Bawa hape, BB, tablet, radio komunikasi, dll tentu sangat disarankan. Jangan lupa bawa charger, baik charger biasa mau pun charger mobil. Bisa juga charger darurat yang ditenagai baterai biasa. Atau charger bertenaga matahari. Ups, mungkin terlalu lebay atau kecanggihan yak? Singkatnya, pastikan alat komunikasi tetap bisa nyala & berfungsi selama perjalanan. Kecuali (tentu saja) kalau kita naik pesawat terbang yang justru mengharuskan mematikan semua alat komunikasi dan elektronika.

6) Piranti Hiburan

Ini penting loh. Kalau di mobil sih biasanya sudah ada radio/tape. Tapi konyol juga kalau tidak bawa kasetnya. Lebih baik bawa banyak kaset atau CD/VCD/DVD atau USB. Soalnya bete loh kalau sepanjang perjalanan cuma dengerin beberapa lagu dan diulang-ulang terus gara-gara radio tidak bisa menangkap sinyal dengan baik. Atau karena acara di radio tidak menarik.

Lebih asyik jika nyetel musik gaul pembangkit semangat. Eh ngga ada salahnya membawa audio book berisi motivasi atau seminar-seminar penambah pengetahuan. Tapi kalau bawa anak-anak, memang lebih baik membawa DVD filem/lagu anak-anak.

7) Siapkan Obat-obatan & Vitamin

Obat-obatan dan vitamin atau supplemen juga perlu dipersiapkan. Apalagi bagi penderita sakit atau alergi. Kalau perlu bawa alkes (alat kesehatan) yang sekiranya diperlukan, misalnya termometer, perban, kompres, dll.

8 ) Oleh-oleh

Bagi kebanyakan orang, oleh-oleh itu penting. Bisa-bisa kita dicap tidak gaul kalau tidak bawa oleh-oleh gaul. Jadi jangan lupakan tips mudik yang satu ini ya?

Syukurlah tidak semua orang begitu. Masih ada saja orang yang menyambut kita apa adanya walau pun kita datang tidak membawa oleh-oleh. Tapi tetap saja, oleh-oleh akan membuat hati penerimanya berbunga-bunga bak kembang setaman (*hayah*). Jadi jangan lupa bawa ya? Hehehe…

~~~

Demikianlah sedikit (sedikiiiit???) tips mudik dariku. Tentu saja ini karanganku belaka berdasarkan pengalaman pribadi. Dan seperti sudah disebutkan di atas bahwa tips-ku ini berbeda dengan tips mudik dari blogger lain karena tema yang daku angkat adalah Tips Mudik Gaul. Akhir kata, mohon maaf jika ada tips yang kurang berkenan di hati. Namun jika ada masukan dari pembaca, silakan dituliskan di bagian komentar. Karena sumbang saran dari pembaca dapat memperkaya tips ini. Syukur-syukur bisa membantu posting ini menang di kontesnya Pakde Cholik. Horeeee…

Dan bagi para sahabat yang akan mudik, daku ucapkan selamat mudik. Jangan lupa oleh-olehnya yaaaa… (*gubrak*)

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Jalan-jalan, Opini, Personal, Tips dan tag , , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Tips Mudik Gaul

  1. Pakde Cholik berkata:

    Saya telah membaca artikel diatas dengan cermat
    Akan langsung saya catat
    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Dari Surabaya saya kirim salam hangat

  2. MENONE berkata:

    kayaknya yang diatas harus ada n wajib nich biar bisa gaul ntar klo mudik….. tp mbener juga lho sob, yg diatas tuch semua penting bgt

    salam persahabatan selalu dr menone

  3. Lidya berkata:

    dijamin deh tips mudik gaul nya gak bakal buat mudik garing ya 🙂

  4. mikhael berkata:

    nyari teman mudik yg gaul itu susah2 gampang… kebanyakan teman malah tidur nyenyak ditiup AC sementara supirnya, yaitu kita sendiri, berjuang menahan kantuk di jalur pantura… 😀

  5. Ely Meyer berkata:

    di mana2 lagi heboh nulis tips mudik nih 🙂

  6. Dhenok berkata:

    paling ntar kalo dapet teman yang nggak gaul, kita juga ikutan molor selama di perjalanan kek dia.. hehe 😛

  7. ~Amela~ berkata:

    Tips nomor 0 penting sekali itu mas.,..
    bikin perjalanan ga kerasa capenya..
    tapi kalau temannya terlalu gaul, bisa-bisa ga sempat istirahat selama perjalanan, gara-gara diajak becanda mulu *pengalaman*

  8. nh18 berkata:

    Nomer Tiga is Namber Wan …
    Gak ada itu …
    Manyun bin Kecut weiceh …

    Hahaha

    Salam saya Mas Dewo

  9. chocoVanilla berkata:

    Waduuuh, klo perjalanan mudik suruh dengerin kaset motivasi ato seminar rasanya kok sedih bener yak 😛 Tinggalkan yang gitu-gitu dulu ah 😀

    Aku paling seneng liatin sesama pemudik terutam yangg naik motor, lalu mulai deh bikin skenario macaem-macem. Contoh: itu kok cuma bapak boncengin satu anak aja ama tas gede yak? Kemana ibunya? Oh, pasti naik bis, solanya bawa anaknya yang masih bayi 😛 dll…dll… seru lhoo 😀

    • Orin berkata:

      eh…kok samaan mba, aku jg suka gitu. merhatiin sesama penumpang bus atw kereta, si kondektur yg mondar mandir, atau tukang jualan apaa gitu di pinggir jalan yg bs diliat pas macet2 hihihi…

    • Kalau daku sering bikin skenario kalau daku itu sedang balap F1 (hayah). Dan sedang menyalip 1-per-1 mobil pesaing.

  10. bundadontworry berkata:

    Mas Dewo mudik gak? kemana?
    jgn lupa oleh2nya lho ya
    ( copas dr tulisan diatas …..gubrak) 😀 😀
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s