Kopi Sial

Ini adalah beberapa ceritaku bersama kopi yang kadang tidak menyenangkan. Hiks…

Cappucino Kantino

Cappucino Kantino

Air Panas?

Suatu pagi yang agak dingin. Asyiknya minum kopi panas. Untungnya ada stok kopi instan. Langsung saja daku ke pantry. Kutaburkan bubuk kopi instan ke mug dan kemudian kutuangkan air ke gelas dari kran panas dispenser. Tapi kok anehnya saat kuaduk kopinya tidak segera bisa tercampur. Ternyata air dispenser belum panas. Hiks, mana enak minum kopi dingin yang tidak bisa tercampur sempurna?

Dengan menyesal daku membuang kopi dingin itu karena saat kucicip sedikit malah bikin illfeel rasanya. Hiks…

Tanpa Air

Suatu pagi yang asyik, rasanya harus ngopi nih. Seperti biasa daku ke pantry dan mempersiapkan kopi ke mug. Lha saat beranjak ke dispenser ternyata air galonnya habis. Kutengok persediaan air galon. Ternyata sudah kosong semua. Waduh, tidak hanya tidak bisa bikin kopi, tapi bakal terjadi krisis air minum nih.

Dan kopi yang sudah terlanjur kutabur di mug ini bagaimana? Mosok mau disimpan sampai besok? Hiks…

Kopi Diet & Kopi Putih

Suatu sore yang cerah, daku jalan-jalan ke superkampret supermarket untuk berbelanja. Tidak lupa beli kopi dong… Eh nemu produk keren bertajuk Kopi Diet. Kebetulan daku lagi diet nih. Eh, ada juga kopi putih. Rasanya kayak apa ya? Ya sudah, daku beli kedua jenis kopi ini.

Besok paginya ngga sabar bikin kopi diet. Langsung ke pantry dong… Cek air di galon masih banyak & teteskan sedikit air dari kran dispenser. Uggh, panas… Jadi semuanya sudah oke. Langsung saja daku sedu kopi dietnya. Dengan sedikit berwibawa (*hoek*) daku pun menyeruput kopi diet. Hoeks… kok ngga enak ya? Lebih mirip minum sabun cuci (*emang pernah minum air sabun ya?*). Cuih-cuih…

Kopi kubuang, mug kucuci, kemudian daku mencoba membuat kopi putih. Hoeks lagi… Nggak enak jugak. Ini judulnya kopi tapi rasanya tidak mirip kopi sama sekali.

Kopi Malang

Entah siapa pelakunya, jika daku meletakkan sekotak kopi instan di meja pasti keesokan harinya berkurang jumlahnya. Bahkan pernah habis sama sekali dan hanya menyisakan kotaknya saja. Entah siapa pelakunya, daku pikir tidak perlu juga diusut. Lha wong cuma kopi.

Belajar dari pengalaman, biasanya stok kopi daku simpan di tas di bawah meja. Cukup aman dari penjarahan. Terbukti stok kopi jadi aman.

Lha ini yang menyebalkan, saat daku muak dengan rasa kopi diet & kopi putih, daku dengan sengaja meletakkan kedua kopi tersebut di atas meja. Namun berminggu-minggu tidak hilang! Benar-benar kopi yang malang, bahkan pencuri kopi pun tidak sudi mengambilnya.

Kopi Hibrida

Kopi hibrida? Canggih bener namanya. Tapi ini hibrida buatan sendiri. Berbekal kopi diet dan kopi putih yang rasanya amit-amit itu, terbersit ide konyol untuk mencampurnya. Ehm, kopi oplosan yang aneh.

Rasanya bagaimana dong? Hayah pake tanya! Ya jelas ngga enak lah! Namun rasa penasaranku cukup terpuaskan karena akhirnya daku tahu bahwa mengoplos kopi bukanlah ide yang brilian. Jauh dari brilian.

Kopi Hambar

Seperti pagi-pagi yang lain, daku ke pantry mau membuat kopi. Mug kebangsaan sudah ditaburi kopi beraroma sedap. Segera saja daku menuangkan air panas dari dispenser langganan. Karena mug kebangsaan ini ukurannya besar, biasanya daku cuma mengisi air panas setengahnya saja. Lha kok saat kututup kran dispenser air panasnya masih mengalir terus? Segera saja daku coba perbaiki kran dispenser. Kuputar-putar, eh kok malah tambah kenceng aliran airnya. Syukurlah setelah beberapa saat air bisa berhenti mengalir.

Namun air telah memenuhi mug kebangsaan. Sedikit luber malah. Lha terus rasa kopinya bagaimana? Ya tentu saja ngga enak dooong…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Humor, Iseng, Konyol, Makan-makan, Opini, Personal dan tag . Tandai permalink.

12 Balasan ke Kopi Sial

  1. Elvin berkata:

    Hmmmmm….jadi disimpan dalam tas dibawah meja ya?
    Baiklah kalau begitu 😀

  2. Lidya berkata:

    mau kopi apapun aku gak suka 🙂

  3. mikhael berkata:

    penikmat kopi sejati nih om 😀

  4. nh18 berkata:

    Saya sama dengan Lidya …
    Ndak ngopi lagiii …

    hahaha

    salam saya Mas Dewo

  5. Asop berkata:

    Luar biasa, saya harusnya nulis tentang pengalaman saya berkopi ria ya… 😆

    Saya ketawa pas baca kisah “Kopi Diet & Kopi Putih” dan “Kopi Malang”… Lucu sekali…. 😆

    Eh Mas Dewo, ngoplos kopi bisa juga lho. Coba deh campur kopi tubruk instan seperti kopi ABC susu atau Kapal Api Susu, campur dengan kopi instan tanpa ampas Nescafe. 😀 Lumayan. Jangan lupa airnya ditambah dikit, jangan bikin di cangkir, bikinnya di gelas aja. 🙂

    • Hehehe, daku jadi malu sama komennya Mas Asop yang benar-benar penikmat kopi sejati.

      Wah kapan-kapan perlu dicoba tuh oplosannya. Kayaknya maknyos. Terima kasih info-nya, Mas.

      Salam

  6. Devi Yudhistira berkata:

    hahahaha…ini nih hasilnya…

    makanya jgn suka kirim gambarnya kopi dowang, tp kirim juga kopinya, atau ajak minum kopinya hehehe….

  7. koeshariatmo berkata:

    ooh kopi putih itu ga enak ya? padahal pas saya liat iklannya mau coba..
    mikir2 mau coba neh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s