Jejaring Sosial di Perusahaan

Semenjak FB menjadi sedemikian populer dan merasuk ke hati masyarakat, ternyata penggunaan jejaring sosial terkenal di dunia ini tidak mendapat restu dari banyak perusahaan. Banyak perusahaan yang menganggap FB mengganggu kinerja karyawan perusahaannya karena penggunaan FB yang berlebihan di jam kerja. Tidak sedikit perusahaan yang kemudian mem-blokir penggunaan FB di jaringan internet mereka.

Nasib sial situs jejaring sosial ini juga diikuti jejaring sosial mikro terkenal Twitter yang juga diblokir pemakaiannya di banyak perusahaan. Alhasil banyak karyawan mengakses 2 piranti jejaring sosial ini dari koneksi alternatif, sebut saja dari ponsel (dan ponsel cerdas), blackberry, mau pun tablet. Sebagian lagi memilih menggunakan koneksi rumah atau dari warnet.

Namun belakangan ini banyak perusahaan yang mulai memanfaatkan 2 jejaring sosial paling populer ini untuk berpromosi, membangun imaji merek atau sebagai media relasi publik. Terbukti penggunaan media jejaring sosial ini begitu efektif dalam menjaring hati masyarakat.

Idealnya, semakin banyak relasi yang dapat dijalin dengan akun perusahaan, semakin meningkat pula nilai imaji perusahaan tersebut. Ambil contoh akun jejaring sosial sebuah perusahaan yang memiliki ribuan relasi, tentu akan memiliki akses publik berlipat-lipat dari relasinya yang ribuan itu. Tentu ini akan menjadi sarana yang sangat efektif untuk menjadikan perusahaan sangat popular. Sisanya terserah perusahaan, mau kemana.

Ini bisa didapat dengan mudah jika perusahaan mau melibatkan karyawannya dalam membangun image ini. Sebuah perusahaan dengan jumlah karyawan, katakanlah 500 orang, akan dengan mudah membangun relasi minimal 1,000 orang jika mereka mau melibatkan karyawan. Tentu mudah sekali membuat IM (internal memo) untuk menambahkan akun perusahaan ke daftar relasi karyawan, ya tho?

Hal ini tentu menjadi paradox ya? Di satu sisi akses karyawan ke jejaring sosial dihambat, namun di sisi lain perusahaan membutuhkan peran serta karyawan dalam membangun jejaringnya.

Bagaimana kebijakan akses jejaring sosial di perusahaan Anda?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Internet, Manajemen, Opini, Personal, Perusahaan, Tech Talk, Teknologi dan tag , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Jejaring Sosial di Perusahaan

  1. nh18 berkata:

    Dulu di Block …
    sekarang sudah bebas …

    Tapiiiiii …
    Kita harus hati-hati berkata-kata dan berkicau di jejaring tersebut. Tidak boleh seenaknya
    (bagus juga sih, demi kita juga )

    Salam saya Mas Dewo

  2. vira berkata:

    hii salam kenal iya dari vira .. 🙂
    jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
    wah bagus juga iya blog ka2 … ^_^ good luck iya…..

  3. Sinauw berkata:

    Mending gunain social media menjadi hal2 yang positif dan bermanfaat.

  4. mikhael berkata:

    di tempat saya, facebook di block dari pukul 7 sampai 4 sore…
    (tapi main facebook emang udah ngga asyik lagi, sih)
    😀

  5. Lidya berkata:

    disini bebas mas, wong saya bossnya hehehe

  6. gadgetboi berkata:

    Yah, kalau perusahaannya masih “konservatif” sih susah … yang jelas kayaknya harus ada training cara yang baik menggunakan social media untuk perusahaan dengan om nukman 😆

    kalau sudah diperbolehkan bersosial-media harap bahasa juga dirubah dikit :mrgreen: demi menjaga citra perusahaan 😀

  7. chocoVanilla berkata:

    Untunglah aku bukan pecandu FB 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s