Pesan Makanan

Pada suatu saat daku & temanku makan di sebuah rumah makan. Kami memesan roti bakar & pisang goreng. Kok lama pesanan kami tidak datang-datang, sedangkan orang di sebelah kami yang pesannya setelah kami malah sudah menerima makanannya. Dan saat kulihat ternyata makanan yang mereka terima sama dengan yang kami pesan, yaitu roti bakar & pisang goreng. Pasti ada yang salah.

Saat daku konfirmasi ke kasir ternyata memang terjadi kesalahan pengantaran. Orang di sebelah kami ini sejatinya cuma memesan 1 roti bakar, tapi dia menerima 2 roti bakar & 1 pisang goreng. Yang bikin sebel adalah mengapa orang ini menerima begitu saja makanan yang tidak dipesannya?

Lebih menyebalkan lagi adalah saat melihat si waitress dengan cueknya mengambil makanan salah alamat itu. Syukurlah si orang itu menahan roti bakar salah alamat yang telah sebagian dipotong & dimakan. Sedangkan pisang goreng diambil & dibawa ke belakang.

Beberapa saat kemudian kami diantarkan pisang goreng & roti bakar. Pisang gorengnya berasal dari pengambil alihan sedangkan roti bakarnya baru. Walau pun pihak rumah makan meminta maaf, tapi kesannya kok jadi illfeel menerima pisang gorengnya. Menyebalkan kan?

Nah tadi pagi keadaannya berbalik. Bangun pagi perutku terasa lapar. Biasanya daku mampir sarapan di kantin sebelum mulai bekerja. Tapi pagi tadi seseorang dari Gizi mengantarkan bubur ayam plus secangkir teh hangat. Benar-benar pas, pas lapar pas ada yang mengantar makanan. Tapi kan daku tidak pesan makanan untuk pagi ini. Saat kutanyakan kepada petugas Gizi, eh petugasnya malah bingung. Ya karena daku tidak merasa memesan terpaksa kutolak saja. Bisa jadi ini bagian dari room service. Tapi sudah 2 minggu menginap di sini tidak pernah mendapat room service kok. Hehehe… rejeki yang ditolak. Tapi kuharap keputusanku benar karena bisa saja petugas ini salah nomer ruang. Kalau pun kuterima, bisa jadi seseorang yang berhak menerimanya bakal bete abis kayak daku di cerita sebelumnya. Hehehe…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Makan-makan, Opini, Personal dan tag . Tandai permalink.

26 Balasan ke Pesan Makanan

  1. Imelda berkata:

    hihihi iya jangan terima…siapa tahu mengandung obat khusus? Kalau di Jepang sampai ketahuan restoran itu memberikan makanan yang salah dibawa ke belakang dan tidak dibuang, tapi diberikan ke tamu lain… langsung dicabut izin dagangnya. Tidak main-main. Sisa tamu pun HARUS dibuang semua. Sedangkan pelayan pun TIDAK boleh bawa/makan, meskipun makanan itu kelihatannya tidak tersentuh. SEMUA harus dibuang 🙂

    Di satu sisi memang meyakinkan sekali peraturan kuliner di Jepang, tapi di lain sisi, not ecological thinking 😀

  2. princessmoon berkata:

    Mantabbb…kejujuran yang baik…:P tetaplah seperti itu kakakku..jgn menerima sesuatu yg bukan hak kita..2 thumbs up..

  3. Adi Nugroho berkata:

    menjadi diri sendiri apa adanya 🙂

  4. Dan Edi berkata:

    Wah, ceritanya bsa mnjadi pelajaran nih buat saya nanti kalo saya mengalami hal yg serupa.. ^_*
    salam kenal….

  5. rumahlidya berkata:

    aku pernah tuh pesen chicken cordonblue tapi 1 jambelum diantar pesanannya. lalu pelayannya balik lagi tanya tadi pesan apa.walah lgs eosi dan minta uang kembali 😀 kapok makan si solaria,biar aja deh aku tulis namanya. lelet pesanannya

  6. Lidya berkata:

    maaf komen diatas pakai linknya salah 🙂

  7. Devi Yudhistira berkata:

    acung jempol….konsisten mulai dari diri sendiri….
    sip deh mas!!!

  8. mikhael berkata:

    saya juga pernah makan di satu warung makan, setelah mesan dan ditunggu-tunggu makanannya nggak kunjung datang… setelah saya telusurin ke kasir, ternyata pesanan saya belum dicatat. karena sudah lapar dan kesal, akhirnya saya tinggalin tuh warung. besok-besok nggak mau datang ke situ lagi.. 😦

  9. chocoVanilla berkata:

    Kalo terjadi padaku pasti akan kubalikin juga.

    (soalnya gak doyan bubur :mrgreen: )

  10. Sugeng berkata:

    Kalau diterima berarti kita sama dong dengan orang yang tidak pesan makanan tapi saat disodori malah dengan cuek mengambil tanpa mnelihat perasaan orang yang pesan makanan tersebut. Keputuan yang baik pak, jempol dua 💡

    Salam hangat serta jabat erat selalau dari Tabanan

  11. Asop berkata:

    Entahlah ini nasib baik atau buruk. 😆

  12. bundadontworry berkata:

    top banget ini Mas Dewo 🙂
    jangan pernah menerima , apa yg tdk kita pesan
    salut aku,
    memang seharusnya begitu ……….. 🙂
    krn ada saja orang yg langsung menerima , walaupun gak merasa memesan ,
    seperti cerita diatas ttg si roti bakar tadi 😦
    Salam

  13. harus bisa konsisten dan bisa jadi diri sendiri..:)

  14. jarwadi berkata:

    kisah ini mirip dengan yang kami alami tadi malam, pesanan wedang kami kok tidak segera diantar, ternyata salah antar dan wedang baru diantar setelah komplain 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s