Tunjukkan Jari Tengahmu

Pagi tadi ada mobil berhenti seenaknya. Jalan searah yang 3 jalur macet di 2 jalur gara-gara mobil yang berhenti seenak udelnya ini. Jelas-jelas jalur 1 yang dipakai parkir sudah sedemikian padat tanpa menyisakan celah, eh mobil ini malah santai saja berhenti di jalur 2 seolah tanpa dosa. Daku yang terjebak di belakangnya pun membunyikan klakson. Klakson pertama singkat saja supaya tidak terkesan arogan. Eh tetap cuek. Klakson ke-2 pun kubunyikan.

Lha kok si ibu berseragam PNS yang ternyata sedang di luar mobil itu malah tampak sewot sambil mengayun-ayunkan tangannya seolah menyuruh daku ke jalur ke-3 yang jelas-jelas juga padat. Mending kalau body language-nya sopan, lha ini tampak jelas mulutnya menceracau. Mungkin dia ngomel, hehehe… Ya sekalian saja kuklakson lebih gencar, hahaha…

Si ibu PNS ini jelas tampak semakin sewot dan ngomel. Untunglah daku ngga dengar omelannya. Namun ketika beliau tampak sewot sekali, kupamerkan saja jari tengahku kepadanya. Langsung si ibu diam dan memilih masuk ke mobilnya. Hahaha…

Sebenarnya mengunjukkan jari tengah itu ngga sopan babar-blas. Ini budaya orang sono ketika sewot ke orang lain. Artinya apa? Hehehe… hanya orang dewasa yang tahu.

Maaf ya, Bu. Habis ibu membuat daku sewot. Tapi sebenarnya daku ngga sewot banget kok. Dan sehabis memamerkan jari tengahku, daku malah pengen ngakak sendiri. Terutama saat melihat ekspresi shock si ibu. Hahaha…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Iseng, Jalan-jalan, Personal dan tag . Tandai permalink.

11 Balasan ke Tunjukkan Jari Tengahmu

  1. Devi Yudhistira berkata:

    ooo ancene dasar…ora sopan tenan…

    nek aku, wis tak sawat sampeyan pake sendal

  2. coekma berkata:

    bahkan saya sampai sekarang ndak ngerti maksut jari tengah, padahal saya udah dewasa lhoo…

  3. mikhael berkata:

    sekarang ini banyak orang2 yang seenak-enak udelnya berlalu lintas tanpa mempedulikan orang lain… sering berhenti sesukanya di tengah jalan… belok tiba2 nggak nyalain lampu sein… atau kecepatannya di jalan seperti siput tapi ngotot nggak mau ke pinggir… ironisnya, mereka ini kebanyakan dari kalangan yang bermobil mentereng… ternyata status sosial tidak sebanding dengan pengetahuan dan kesopanan berlalu lintas…
    salam om

  4. Lidya berkata:

    kadang orang yg salah lebih sewot loh

  5. Ely Meyer berkata:

    di sini bisa dituntut dan bayar denda ribuan euro kalau menunjukkan jari tengahnya 🙂

  6. nh18 berkata:

    Kalimat saya cuma singkat mas Dewo ….
    Si Ibu itu pasti baru bisa nyetir deh …
    pasti kreditannya belum lunas …

    heheh

    Salam saya

    (perkara jari tengah … mmm … saya memilih untuk tidak melakukannya)

  7. Robin M Sihotang berkata:

    Saya dukung mas… hahahaha…

  8. chocoVanilla berkata:

    Aku tau itu ndak sopan, tapi sumpah aku gak tau artinya!

  9. nDaru berkata:

    saya jarang tuh mengacungkan jari tengah…paling cuman tak tabrak langsung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s