Menyengat

Duuuh, bau itu sungguh menyengat & menyiksaku. Menyesal daku tidak membeli pengharum ruangan kemarin sore. Pagi ini ruangan sudah begitu penuh dengan bau yang nyaris membuatku menyerah. Daku hanya bisa mengeluh, mengeluh dan mengeluh walau hanya dalam hati.

Dalam kegalauan karena bau itu, sehabis makan siang daku kembali masuk ruangan. Namun bau itu sudah hilang. Penyebabnya masih ada, tapi daku tidak membauinya. Ada yang aneh, hingga akhirnya…

“Hatchiiii…” daku bersin dan berulang beberapa kali lagi. Rupanya bau itu hilang karena daku pilek. Jawaban atas keluhanku? Ah, daku memilih untuk tidak pilek dan tidak membaui bau itu.

3 pemikiran pada “Menyengat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.