Pindahan (Lagi)

Di antara kami sekeluarga, nampaknya hanya daku yang paling sering pindahan. Boleh dikata, daku ini seperti bangsa nomaden yang tidak punya tempat tinggal tetap dan harus sering berpindah tempat. Dari pindah tebengan rumah, pindah kost, pindah apartemen, pindah kontrakan, sampai akhirnya hari Sabtu kemarin (25/02/2012) daku kembali pindah. Kali ini daku berlabuh di sebuah apartemen di Tangerang.

Ini ada kaitannya dengan tulisan nekad sebelumnya, yaitu karena kami memutuskan membeli apartemen dengan modal nekad karena hanya mengandalkan kredit. Padahal kami baru saja membeli mobil dengan modal kredit juga. Hayah… bener-bener super nekad. Semoga saja cicilan bisa tetap lancar sampai lunas.

Namanya juga nekad, tentu perhitungannya tidak matang. Tetapi ada beberapa alasan sehingga daku memutuskan membeli apartemen.

Ini alasannya:
a) Daku masih sering tugas ke luar kota/pulau sehingga kalau di apartemen relatif lebih aman untuk meninggalkan mobil/motor. Soalnya dijaga satpam 24 jam. Kebetulan satpamnya ramah-ramah & baik.

b) Lokasinya strategis dan akses ke mana-mana juga gampang. Angkot juga ngetem di dekat apartemen. Kalau mau naik taxi tinggal nyebrang ke mall, di situ banyak taxi nge-tem.

c) Mau belanja gampang karena di seberangnya ada mall, tinggal jalan kaki saja. Atau ke mini market juga deket banget. Kantin di basement bertebaran. Eh di sekitar apartemen juga banyak warung & rumah makan. Malahan ada pijat refleksi dan spa. Agak ke sonoan dikit ada karaoke dan cafe.

d) Kayak tinggal di hotel. Eh, tentu saja setelah di-furnish.

c) Kalau pun kelak punya rumah landed (*masih bercita-cita punya rumah beneran*), apartemen bisa disewakan atau dikontrakkan, bisa harian, bulanan atau tahunan. Malah bisa jadi asset dengan pasif income.

e) Alasan terpenting yaitu untuk investasi juga. Selama ini daku tidak punya tempat tinggal milik sendiri. Kelak bisa jadi warisan untuk anak-anak tercinta.

Nah, sekarang minusnya…

a) Biayanya lebih tinggi, terutama karena ada service charge (kebersihan, keamanan, service, dll) yang dihitung per meter. Kalau listrik & air kayaknya sih standard tarifnya.

b) Tidak ada lahan tanah. Tidak bisa berkebun, kecuali pakai pot. Hiks, njemur jadi susah. Bisa laundry sih, kebetulan banyak jasa laundry antar-jemput. Tapi terlanjur punya mesin cuci, hehehe…

c) Apalagi ya?

Terlepas dari plus-minusnya, sebenarnya punya apartemen itu sudah impian sejak lama. Dulu sering berpikir, kayaknya asyik banget tinggal di apartemen. Kayak hacker/cracker atau malah agen spionase di film-film action. Hehehe…

Tahun 2009 pernah kontrak apartemen selama 1 tahun. Kesannya kok tidak nyaman. Maklum dulu apartemennya kecil banget. Nah sekarang apartemennya lebih besar. Baru terasa nyamannya.

Bagi sebagian orang, membeli apartemen bukanlah pilihan yang tepat. Tapi daku menikmati tinggal di apartemen.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Keseharian, Opini, Personal. Tandai permalink.

4 Balasan ke Pindahan (Lagi)

  1. chocoVanilla berkata:

    Sayangnya aku lom sempat liat 😦
    Ntar kapan-kapan main yaa…. dan ditraktir (lagi) 😛
    Semoga kali ini betah dan nyaman. Wis gak usah pindah-pindah meneh 🙂

  2. Selamat menempati apartment barunya Mas. God bless Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s