Cicak Malang

Pernah menemui seekor cicak yang terjebak di bak cuci piring (sink)? Daku sudah beberapa kali menemuinya. Kali ini Si Cicak ini benar-benar terjebak tidak bisa naik. Mau ditolong dengan diciduk/disendok malah berlarian kesana-kemari dalam bak. Malah bikin gilo saja. Ehm, untuk memegangnya terus terang daku geli, hehehe…

Akhirnya daku biarkan saja setelah beberapa kali mencoba menolongnya. Ternyata sampai besok malamnya masih terjebak juga di situ. Mau ditolong masih memberontak. Akhirnya daku buka penyaring pembuangan air bak sehingga tampak lubang di bawahnya. Kasihan juga sih seandainya cicak tersebut melewati jalur pembuangan itu karena sudah pasti tidak akan tertolong nyawanya. Maklum ini kan di lantai 3 dan tentu jalur pembuangan ini berliku-liku dan entah berakhir dimana.

Nampaknya Si Cicak tahu ada jalur yang terbuka itu dan melongok ke situ. Beberapa kali melongok dan mencoba naik kembali ke bak. Lha malah terjebak di situ. Hayah…

Akhirnya daku takut-takuti sehingga Si Cicak membulatkan tekat turun ke lubang itu. Mungkin Cicak tersebut ada rasa takut juga saat melihat jalur pembuangan itu gelap dan entah berujung dimana. Tapi ketakutannya terhadapku membulatkan tekadnya untuk menerobos jalur itu.

Daaah Cicak, semoga dikau damai di sana (entah dimana).

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Apartemen, Celoteh, Dewo, Foto, Iseng, Keseharian, Personal dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke Cicak Malang

  1. chocoVanilla berkata:

    Iiiiiiiyyy, nggilaniiii sekaligus mesake 😦 pasti dai tak bisa napas di lorong gelap itu. Cicak adalah binatang paling menggelikan di dunia 😦

  2. Imelda berkata:

    ya ampuuun kasian….. Musti diangkat pake sutil atau kertas/map apa kek hihihi

  3. Nh Her berkata:

    hhiiii …
    Om Trainer begidikan …

    (nutup muka)

    Salam saya

  4. nama wajib berkata:

    lain kali, pakai kertas koran yang panjang, gulung-gulung jadi seperti tongkat panjang dan tancapkan saja di lubang itu dan tinggalkan. yang penting ujung koran harus sampai ke tempat yang aman.
    kalau anda pergi meninggalkannya, ia akan berusaha mencari jalan sendiri melalui koran itu.

    jangan diulangi lagi yaa, meninggalkan hewan merana seperti itu tanpa berusaha keras memikirkan cara penyelamatannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s