Cotho Gelas

Walau pun daku orang Jawa tulen, tapi ada banyak kata bahasa Jawa yang daku tidak kenal. Salah satu yang belum lama daku kenal adalah kata “cotho”. Daku mendengar kata ini beberapa tahun yang lalu saat seorang teman kuliah S2 berkata cotho. Daku pun menanyakan artinya. Dia pun bingung menjelaskannya, dan kemudian memberikan contoh kasus. Memang banyak kata bahasa Jawa yang tidak langsung memiliki terjemahan versi bahasa Indonesianya ya. Contoh lain misalnya “kunduran”.

Cotho dari berarti.com diartikan sebagai buntung, tak beruntung, tidak kebagian. Kalau mendadak daku menuliskan hal ini karena daku baru mengalami ke-cotho-an ini.

Jadi ceritanya daku membawa gelas dari rumah untuk keperluan minum di kantor. Tapi kemudian beberapa hari kemudian hilang. Bawa lagi dari rumah. Setelah beberapa lama hilang lagi. Hingga akhirnya ada 3 gelasku yang hilang. Gelas ke-3 padahal sudah kuberi nama pake spidol permanen.

Sebenarnya sih mungkin tidak hilang. Mungkin hanya dipakai teman yang lain yang datang lebih pagi dariku. Jadi saat daku mau ambil gelas di pantry gelasku sudah raib. Dan ternyata ceritanya tidak sampai segitu doang. Karena daku pun pada akhirnya mengambil gelas secara asal. Bisa jadi pemilik yang sesungguhnya bakal merasa cotho juga ya? Belakangan daku sering menggunakan gelas berwarna kuning yang nampaknya tidak berpemilik karena saat daku mengambil minum jam 10 pun gelas tersebut masih ada di rak dengan manisnya. Mestinya kalau ada pemiliknya pasti sudah diambil. Hehehe, kesimpulan ngasal tentu saja.

Nah, gelas kuning ini sudah kupakai beberapa hari. Daku sengaja mengambilnya agak siangan, sekitar jam 9 lebih dengan harapan kalau ada pemiliknya, tentu sudah diambil sebelum jam segitu.

Lha kok kemarin gelas ke-3ku yang sudah kutulisi namaku dan telah hilang beberapa hari dan sudah kurelakan kehilangannya malah tiba-tiba kembali di pantry. Waaa… langsung saja kucuci dan kusimpan dengan rapi di ruang kerja. Tapi gelas kuningnya tetap daku pakai. Biar yang cotho orang lain saja. Hahaha…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Iseng, Personal dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Cotho Gelas

  1. Lidya berkata:

    hehehe jadi mau bales dendam nih mas, aku pikir cotho itu jenis makanan

  2. Mungkin persamaan katanya dalam bahasa saya yang gado-gado, “sue” , “e” agak di tekan.

  3. jarwadi berkata:

    kata cotho termasuk lazim diucapkan di lingkungan pergaulan jawa, saya, hehe

  4. Ni CampereniQue berkata:

    jiahhh balikin aja om, ntar ada apa2nya lho dari gelas itu xixixi *nakut2in*

    soal arti dalam bahasa daerah, aku pun sering kok mengalaminya. apalagi semakin jarang menggunakan, ya semakin banyak lupa deh pastinya.

  5. Bisida berkata:

    Saya baru tahu kata itu Gan… 😀

  6. harikuhariini berkata:

    saya tau nya coto makasar (soto makasar).

    hehehe, ada yang balas dendam nih kayaknya

  7. bundadontworry berkata:

    oooo…..aku pikir coto makassar …hahaha 🙂

    jadi, punya dua dunk gelasnya …. 😀
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s