Kotak Tip

Kemarin saat mencuci Maruni di sebuah pencucian mobil dengan mesin, setelah selesai mencuci, daku melihat sebuah kotak di jalur keluar dengan tulisan “Kotak Tips”. Ide yang bagus ya? Tip yang diberikan bisa dibagi rata pada para pekerja di situ. Beda ceritanya kalau tip diberikan kepada seseorang saja yang mungkin akan dipakainya sendiri sementara yang lain cuma melongo.

Seringkali daku juga mikir kalau tip kadang tidak diberikan kepada orang yang tepat. Misalnya saat berkunjung ke rumah makan dan kita senang karena makanannya enak sekali. Karena puas, kadang kita tidak segan memberikan tip. Sayangnya mungkin tip tersebut salah alamat karena kita memberikannya ke pelayan atau ke kasir. Padahal mestinya kita lebih tepat kalau memberikannya ke kokinya ya?

Di lain pihak, daku pernah menjumpai papan pengumuman yang bertuliskan “Dilarang memberikan tip kepada karyawan” atau yang barusan kutemukan saat mengambil kredit di sebuah bank syariah, daku malah menandatangani sebuah pernyataan untuk bersedia tidak memberikan tip, hadiah atau apa pun kepada para karyawan yang membantu proses kredit. Benar-benar profesional ya?

Kalau Anda sering memberikan tip engga? Atau Anda punya pandangan bahwa tip itu tidak perlu karena apa yang mereka kerjakan memang sudah merupakan pekerjaan mereka?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Celoteh, Dewo, Opini, Personal dan tag . Tandai permalink.

12 Balasan ke Kotak Tip

  1. Ni CampereniQue berkata:

    TIP ato TIPS mas Dewo? atau jangan2 sama ya? 😀

    saya juga lebih senang sih klo tip yang kita berikan itu dibagi secara merata,
    tapi jarang yah bertemu resto/hotel yang menempatkan kotak2 tip di tempat2 strategis 😀

    • Hehehe sama kok, Mbak. Kalau yang bener sih “tip”, artinya bisa 2, petunjuk atau persenan. Terima kasih koreksinya Mbak Nike, judul & posting saya koreksi. Tapi tulisan di kotak tersebut memang tertulis “Kotak tips”.

      Salam

  2. Lebih tepat lagi kalau uang Tipnya di kasih saya.

  3. Lidya berkata:

    pernah melakukan pengaduan ke PLN atau Telkom CSnya bilang mohon tidak memberikan tips, tapi kenyataannya teknisinya mengharapkan tips

  4. Vicky Laurentina berkata:

    Kalau saya nyalon dan saya suka pekerjaan kapsternya, saya kasih dia tip 🙂

  5. Imelda berkata:

    pernah tulis tentang tips di sini http://imelda.coutrier.com/2009/08/26/tips/ Kalau di Jepang tidak ada sistem tip karena mereka bekerja BUKAN mengejar tip. Ada tip atau tidak mereka bekerja semaksimal mungkin

  6. bundadontworry berkata:

    kalau ke salon, biasanya aku juga suka kasih tip utk kapsternya
    apalagi kalau luluran dan pijit…
    krn niat utk menghargai service yg mereka berikan pd kita… 🙂
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s