Anak Kecapaian

image

Ini adalah foto yang daku ambil (*curi tepatnya, karena tidak minta ijin*) di sebuah mall. Sebelumnya Sang Anak sempat membuat pengunjung mall kaget, terlebih diriku yang saat itu ada di dekatnya. Balon Sang Anak pecah entah mengapa, dan membuat suara ledakan yang dahsyat. Untungnya jantungku sehat, demikian juga dengan jantung banyak orang di dekatnya. Sang Anak melongo dengan mata berkaca-kaca. Daku yakin dia pun sangat terkejut.

Sang Anak pun kemudian digendong kakaknya (*mungkin itu kakaknya*). Sementara Si Ibu tetap lahap meneruskan makannya. Sang Kakak menggendong Sang Anak agak lama sampai Sang Anak terkantuk-kantuk. Sementara Si Ibu terus melahap makannya yang di mataku kok sepertinya tidak habis-habis. Daku iba juga dengan Si Kakak yang kurus namun harus menggendong adiknya yang gendut itu. Hingga akhirnya Sang Anak pun tertidur. Itu berarti saatnya Sang Kakak bisa duduk sambil tetap menggendong adiknya.


Entah berapa lama kemudian, syukurlah makanan Sang Ibu habis, dan mereka pun akan pulang. Sang Anak pun pindah ke pangkuan ibunya, tetap dalam keadaan tertidur. Sementara Sang Kakak pergi entah kemana. Yang pasti, tidak berapa lama kemudian Sang Kakak datang membawa keranjang belanjaan yang beroda. Sang Ibu memberikan beberapa instruksi yang tidak terdengar olehku. Sang Kakak pun menuruti instruksi itu. Dia menata handuk dan membentangkannya di dasar keranjang. Menaruh tas bayi di bagian atasnya. Setelah semuanya rapi, Si Ibu meletakkan anaknya di keranjang dengan bantuan Sang Kakak. Keranjang itu terlalu kecil bagi Sang Anak. Terpaksa kakinya tertekuk.

Entah mengapa, daku yang menyaksikan semua kejadian itu menjadi menyayangkannya. Perasaanku berkecamuk, seolah ingin mendebat situasi itu. Daku yakin, itu bukan situasi yang menyenangkan bagi mereka, dan juga bagiku yang menyaksikannya. Tidur di keranjang besi atau aluminium itu tidaklah nyaman, apalagi hanya dialasi handuk tipis yang rasanya tidak membantu melunakkan kerasnya besi/aluminium kerangka keranjang di tubuh Sang Anak.

Ah semoga Sang Anak bisa nyaman dan tidak merasakan sakitnya tidur di keranjang itu, kataku dalam hati sambil melepas kepergian mereka.

Ini ceritaku, mana ceritamu? (hayah)

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Curhat, Dewo, Foto, Jalan-jalan, Keseharian, Makassar, Personal dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Anak Kecapaian

  1. indra kh berkata:

    Kasihan anaknya:(

  2. Elvin berkata:

    Sang Anak sudah punya bantal sendiri 😀

  3. Pulau Tidung-aja berkata:

    Untungnya jantungku sehat, saat membaca tulisan ini.

  4. pam berkata:

    Saya dulu juga sering meletakkan anak di keranjang belanjaan seperti itu. Dan anak saya dengan noraknya akan tidur-tiduran di situ. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s