Agen Ganda

Mendengar istilah “agen ganda” tentu pikiran kita melayang ke film-film action spionase. Tapi tidak usah jauh-jauh melayang, karena “agen ganda” ini terkadang tidak jauh beroperasi di dekat kita. Secara gampang kita bisa melihat dari rekan kerja yang mengerjakan sesuatu atau pekerjaan untuk perusahaan lain di jam kerja, mungkin dilakukan di ruang kerja dan dengan fasilitas kantor tanpa ada kaitan dengan pekerjaannya yang resmi, tanpa restu kantor, dan seringkali memperoleh keuntungan dari perusahaan lain.

Seandainya saja pekerjaan lain ini dikerjakan di luar jam kerja tanpa menggunakan fasilitas kantor, tentu lain ceritanya, karena hal ini bisa disebut sebagai pekerjaan sampingan. Tapi kalau sudah menggunakan jam kerja dan fasilitas kantor untuk kepentingan perusahaan lain tanpa seijin perusahaan tempat dia bekerja, silakan saja cap dia sebagai agen ganda.

Belakangan ini kami ada kasus dimana seorang sekretaris memanggil beberapa koordinator & karyawan untuk diwawancara di perusahaan lain. Tentu saja para koordinator & karyawan penuh tanda tanya, kok bisa sang sekretaris resmi memanggili koordinator untuk diwawancara untuk perusahaan lain? Ironisnya ini dilakukan di jam kerja dengan fasilitas kantor! Wah, ada agen pembajakan SDM nih.

Saya salut dengan keberanian sang sekretaris. Ini di luar kebiasaan agen ganda di dunia spionase yang menjalankan aksinya di bawah tanah dan di bawah tangan. Lha ini kok ya terang-terangan tho? Kok seolah malah nantangin ya? Atau memang sudah putus urat malunya? Dimana etikanya?

Sepengetahuan saya, terhadap orang-orang yang bekerja di luar etika dan/atau melanggar peraturan perusahaan, maka perusahaan bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Surat Peringatan, peringatan ini berjenjang dari SP1-SP3 sehingga bisa resmi di-PHK.

2. Dimutasi, atau bahasa slang-nya “promosingkir”, yang berarti dipindahkan ke bagian/departemen/divisi lain yang sekiranya dapat membungkam ketidaketisannya dalam bekerja. Seringkali promosingkir ini bertujuan pula untuk tujuan pengasingan dan membuat terpidana tidak betah dan malu sehingga lama-kelamaan secara sadar mengundurkan diri. Kecuali tentu saja kalau yang bersangkutan menjadi sadar dan tobat dan malah berprestasi, maka lain lagi ceritanya. Banyak loh orang-orang yang terusir di perusahaan kemudian menjadi tobat & baik dan kemudian malah berprestasi.

3. Seandainya ada data perusahaan lain yang bocor ke perusahaan lain, maka perusahaan harus tegas dengan langsung SP3 karena termasuk pelanggaran berat. Dan jika ada kerugian di pihak perusahaan, baik itu material mau pun non material (mungkin data, dokumen, dll), maka yang bersangkutan bisa dilaporkan ke kepolisian atau diperkarakan ke pengadilan.

Tapi entah mengapa, banyak perusahaan yang tutup mata terhadap agen ganda ini dan lebih memilih sikap permisif. Padahal agen ganda seperti ini lebih sering menjadi duri dalam daging. Tidak jarang membuat situasi & lingkungan kerja menjadi keruh & tidak harmonis. Apa yang saya amati terhadap kasus ini malah menjadikan banyak karyawan bertanya-tanya penuh keresahan. Malah ada yang mengkonfrontir sang sekretaris (baca: menegur keras). Sayangnya belum ada sangsi yang diberikan kepada sang agen ganda. Hiks…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Ironis, Manajemen, Opini, Personal dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Agen Ganda

  1. Lidya berkata:

    ada beberapa perusahaan yang dengan tegas melarang bahkan jualan atau dagang dikantorpun dilarang kalau tidak akan dikenakan sangsi

  2. jarwadi berkata:

    kalau mereka melakukan untuk perusahaan kompetitor ya, tanpa ampun sp3, kalau perusahaan mitra, mungkin masih bisa diberi perlakuan khusus dulu 😀

  3. Asop berkata:

    Agen ganda? bisa jadi seorang agen sales bekerja di dua perusahaan yang berbeda.

  4. silver price berkata:

    Jika Anda baru lulus –atau masih calon– dari pendidikan tinggi, maka Anda sebenarnya tidak tahu banyak, seperti apa hari-hari yang akan Anda lewati di kantor –jika nanti Anda mendapatkan pekerjaan. Akan seperti apa pekerjaan Anda? Apa yang akan diharapkan oleh bos dan kolega terhadap diri Anda? Dunia kerja sedang mengalami perubahan dengan sangat drastis. Tipikal tempat kerja pada 2009 tampak sangat berbeda dari tipikal kantor pada 20 tahun yang lalu. Teknologi baru dan perubahan gaya hidup menuntut Anda untuk bekerja dengan cara yang berbeda dari orangtua Anda dulu.

  5. Aoyagee berkata:

    Kalau dari yg pernah saya dengar dari ulasan konsultan manajemen, karyawan tidak bisa sepenuhnya dipersalahkan. Ada share dari perusahaan juga yg perlu diperhatikan. What you sow is what you harvest.
    Secara teori juga nggak mungkin 100%karyawan itu loyal. The rule of thumb 10 80 10 (cmiiw). 10% jelek 80% biasa 10%bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s