Beli TV Yuk?

Sekarang kan lagi musim liga Eropa, seperti sebelum-sebelumnya, biasanya musim sepak bola ini diikuti dengan penjualan & pembelian TV besar-besaran. Dan daku pun memutuskan untuk ikutan beli TV. Bukan untuk tujuan nonton bola sih, tapi memang keinginan ini sudah lama. Dan cerita ini terkait juga dengan posting sebelumnya bertajuk “Horeee… TV Kabel Gratis”.

Jujur saja, dari total 7 TV, daku cuma pernah beli 2 kali. Lainnya dapat hibah dari kakak-adik, mertua, atau lungsuran dari pemilik apartemen. Dari 2 yang beli sendiri, 1 tipe LCD 32″ terpasang di Semarang dan 1 tipe portabel 7″ teronggok di laci, entah masih bisa nyala atau enggak, xixixi…

Eh, TV tuner dihitung enggak ya? Kalau dihitung, daku pernah beli 3 TV tuner (dasar suka nge-gas, hehehe…)

Lewat lift barang

Lewat lift barang

Nah, sekarang daku sudah merasa perlu juga beli untuk di apartemen, karena 2 TV yg sekarang ada di apartemen tidak ada remotenya, gak asyik untuk gonta-ganti channel, hehehe… Dan entah benar atau tidak, daku merasa Tuhan Almestakung (alam semesta mendukung).

Dukungan ini sudah berasa saat daku menyambangi mall TangCity. Daku mendapat sebuah tempat parkir yang di sebelah kanannya void alias tidak bisa dipakai parkir mobil lain. Memang sih agak sedikit jarak dengan pintu masuk mall di basement. Tapi untuk memasukkan barang besar jadi mudah.

Sampai di Carrefour agak bingung juga, ternyata banyak sekali model dan merek TV dengan berbagai promo. Sebenarnya sebelumnya daku sudah punya target mau beli TV LED LG atau Samsung, lha kok sekarang jadi bingung karena banyak merek lain yang tidak kalah fitur dengan harga kompetitif. Sebut saja Polytron, Sharp, Toshiba, Sony, dll. Bahkan Sony harganya juga sudah kompetitif, tidak seperti sebelumnya yang selalu identik dengan harga premium. Mungkin ini tipe lawas ya?

Asli, sempat tergoda untuk beli TV LCD/LED yang ukurannya lebih kecil, sekitar 24″ sampai 26″ karena harganya di bawah 2 juta, bisa langsung cash atau kalau pun dicicil tidak berat. Tapi makin ke dalam ketika melihat semakin banyak TV yang di-display, daku semakin bingung juga. Banyak yang desainnya elegan dengan fitur yang mumpuni.

Daku pun memutuskan untuk mencari TV yang memiliki kriteria: HDMI, Full HD, bisa USB, 32″ dan tentu saja… punya remote control (*hayaaaaah*). Pilihan mengerucut ke merek Samsung & LG. Ada yang 3D juga loh, tapi daku merasa belum perlu yg 3D. Kalau pun pada akhirnya daku memilih LG karena LG memiliki layar IPS dengan kecerahan yg baik & bisa dilihat dari sudut yg lebar dan lapisan kacanya tahan benturan. Entah berapa maksimum ketahanannya terhadap benturan, tapi sudah baiklah kurasa. Dan yang lebih asyik, tombol pengaturan di TV model sentuh, bukan model tombol/knob mekanis. Mestinya bisa jadi lebih awet ya? Soalnya TV lungsuran sebelumnya kalau menekan tombol ganti channel malah volumenya jadi keras, mungkin ada yg korslet di tombolnya, hehehe…

Sayangnya LG ini sedang tidak promo, alias harganya sesuai yang tertera di price tag, tidak ada diskon, tidak ada promo bunga 0% dan tentu saja tidak bisa ditawar (*ya iyalah*). Kalau kredit 6 bulan dikenakan bunga cukup tinggi, apalagi yang 12 dan 24 bulan. Tapi daku ngeyel saja ke petugas dengan bilang kalau beli pakai CC BCA atau Citi Eazypay bisa 0% untuk 12 bulan. Usaha nawarlah, padahal ini di supermarket bukan di pasar ya, hehehe…

Ternyata setelah digesek bisa dapat bunga kompetitif dari CC BCA, kurang lebih sekitar 0.7% (atau malah kurang ya?), jauh lebih rendah dari pada promo di Carrefour yang di atas 1% bahkan 1.45% per bulan untuk 24 bulan. Biar tidak terlalu berat cicilannya, daku pun memilih opsi 12 bulan. Intinya sih pilih opsi pembayaran yang paling ringan. Dan terbukti opsi dari kartu kredit malah lebih ringan dari pada promonya. Sippp…

Yah beginilah belanja jaman sekarang. Kalau dulu kan harus nabung dulu baru beli, sekarang bisa beli dulu baru nyicil, hehehe…

Setelah melewati pengecekan daku pun pulang dengan semangat ’45. Sempet terpikir, jika memang pembelian ini direstui, mestinya daku dapat tempat parkir yang paling enak di basement apartemen. Maklum, parkiran basement ini penuh sesak. Banyak pemilik apartemen yang punya lebih dari 1 mobil. Tentu repot mengeluarkan TV yang besar ini.

Dan ternyata daku dapat lokasi parkir idaman. Persis sebelah pintu masuk. Jadi daku bisa mengeluarkan TV dari sebelah yang deket pintu masuk tanpa halangan. Horeeeee…

Langsung saja sampai di apartemen daku memesan nasi pecel + empal delivery. Loooh kok malah pesen makanan to? Maklum, laper banget. Tadi di mall tidak sempet makan, hehehe…

Habis itu bongkar dan pasang TV-nya. Pasang dudukannya dan scan channel. Beres deh…

Scan dulu

Scan dulu

Mestinya TV ditempel di dinding dengan bracket ya? Seperti yang terpasang di Semarang. Tapi daku pikir tidak usahlah, soalnya TV ini bakal daku pakai juga untuk monitor komputer. Jadi daku letakkan saja di meja kerja di kamar tidur. Jadi membayangkan coding dengan layar monitor 32″ tentunya puwas banget ya? Hehehe…

Tiba saatnya menikmati TV sambil makan nasi pecel empal. Ehm… karena terlalu dekat, rasanya TV kebesaran di mata, hahaha… Oh iya, set jam dulu supaya bisa mati & nyala otomatis. Daku set TV supaya otomatis mati di jam 23 dan otomatis hidup di jam 06. Paginya daku terbangun dengan kaget karena TV nyala otomatis dan filmnya horror. Ehm, pagi-pagi kok filmnya horror sih? Dasar TV kabel, hehehe…

Ini ceritaku, apa ceritamu? (ih ceritanya ndeso ya? hehehe)

Terima kasih Tuhan

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Gadget, Personal dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Beli TV Yuk?

  1. Lidya berkata:

    cihuyyy TV baru 🙂

  2. Ni CampereniQue berkata:

    hehehe … emang tivi2 keluaran terbaru menggiurkan banget, apalagi dengan fasilitas cicilan itu. tapi sementara ini cukup berpuas diri dengan sony 40″, wlo tidak setipis tipe led, setidaknya layarnya cuma memuaskan mata hehehe

  3. azies setiawan berkata:

    LED TV terbaik 2-3jt an mnurut kalian thu yg mana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s