Penerapan 1 Zona Waktu

Seandainya, Indonesia yang punya 3 zona waktu itu dijadikan 1 zona waktu saja, seperti yang digagas pemerintah, mungkin memang interaksi bisnis antar entitas di lain zona bakal lebih baik lagi. Seperti misalnya kita yang ada di Jakarta (WIB, Waktu Indonesia Bagian Barat) ingin menelepon ke kantor cabang di Papua (WIT, Waktu Indonesia Bagian Timur) pada jam 16 WIB mungkin kantor di Papua sudah tutup, karena di sana sudah jam 18 WIT.

Kalau dijadikan 1 dengan mengacu WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah), maka kita mempunyai jam kerja yang sama. Walau pun mungkin ada perbedaan gelap dan terang. Karena jam 7 WITA sudah terang di wilayah Indonesia bagian tengah, tapi masih agak redup di WIB. Tapi sudah terang benderang di WIT.

Masalahnya adalah, apakah jadwal metabolisme tubuh kita bisa diubah dengan secepat itu? Misalnya daku biasa bangun pagi jam 6 WIB, tapi karena mengikut WITA, maka daku harus bangun jam 6 WITA (setara jam 5 WIB). Masih gelap dan dingin, brrrr… Masih males untuk bangun, hehehe…

Mendingan ikut jam kerja yang jam 9 WITA ya? Nah loh, sama saja dong? Berarti tidak efektif penerapan 1 zona waktu ya? Hehehehe…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Dewo, Opini, Personal. Tandai permalink.

11 Balasan ke Penerapan 1 Zona Waktu

  1. Agung Rangga berkata:

    untunglah itu masih dalam tahap “rencana”, semoga aja gak direalisasikan~ 😳

  2. harikuhariini berkata:

    Heheehe, memang sulit untuk melakukan perubahan. Tapi bukan berarti enggak mungkin untuk dilakukan pak.
    Makin sulit lagi kalo orang2nya ogah2an untuk berubah.

  3. Lidya berkata:

    jam sekolah juga jai jam 9 aja supaya aku gak keteter ngurus anak2 hehehe

  4. marsudiyanto berkata:

    Untuk rentang geografis yang selebar seperti Indonesia kayaknya nggak pas jika dijadikan dengan 1 zona waktu, karena secara garis waktu, jarak yang demikian panjang itu punya perbedaan waktu yg tajam…

  5. elvin berkata:

    jadwal noilet-nya juga jadi berubah donk…hehehe

  6. ngak setuju… di pekanbaru aja pake WIB jam 6 masih gelap… gimana kalau medan sama aceh… jam 7 baru terbit matahari
    gimana kalau medan aceh jadi gmt+6, terus sumatera bagian selatan gmt+6.30 ? jangan malah gmt+8…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s