Alternatif Mengisi Baterai Mobil Listrik

Eh konon Pak Dahlan Iskan dengan mobil listrik dan segala “gebrakan” yang dia lakukan, termasuk dugaan publikasi oleh diri-sendiri di media, katanya terkait pencitraan diri ya? Hehehe… Tapi terlepas dari itu semua, ketika daku ikuti berita perihal program mobil listrik-nya memang terkesan banyak kelemahannya dan serba buru-buru. Beliau tidak memperhatikan banyak aspek teknis. Beberapa perkataannya di media malah menjadikan masyarakat berpikir bahwa beliau tidak memahami sama sekali tentang mobil listrik ini. Benar-benar mendukung dugaan pencitraan, hehehe…

Baiklah, kita kesampingkan semua itu. Setelah sebelumnya menulis “Ironi Mobil Listrik Indonesia”, daku ingin sedikit menuliskan cara pengisian mobil listrik ini, yang mungkin belum banyak dipikirkan solusinya oleh Pak Dahlan dan tim-nya. Cara pengisian baterai mobil listrik selain dengan cara konservatif, yaitu mencolokkan ke charger baik di rumah atau di stasiun pengisian baterai, juga ada cara lain, yaitu:

1. Pengisian saat mengerem (degenerasi) atau jalan menurun

Ini hanya pelengkap saja karena sifatnya insidensil, yaitu saat pengereman atau saat jalan menurun. Soalnya saat mengerem terjadi pengeluaran energi yang terbuang. Nah, dari pada energi terbuang percuma, lebih baik dikonversi ke listrik untuk mengisi balik baterai. Caranya adalah dengan mengkonversi panas di cakram rem ke listrik. Atau bisa juga sisa momen putar digunakan untuk memutar generator utk mengisi baterai sekaligus membantu kerja rem untuk memperlambat putaran roda.

Sedangkan saat jalan menurun kita bisa menggunakan gaya gravitasi yang menurunkan mobil untuk dimanfaatkan mengisi baterai. Karena saat jalan menurun roda mobil masih berputar walau pun tidak digerakkan oleh motor listrik. Nah, kita bisa manfaatkan putaran roda ini untuk memutar generator.

Sudah banyak mobil listrik atau hibrida yang menggunakan teknologi ini.

2. Pengisian dengan induksi

Teknologi ini sedang dikembangkan. Dalam skala kecil sudah banyak diaplikasikan. Asyiknya adalah pengisian ini tidak memerlukan kabel, karena pengisian dilakukan dengan medan listrik. Yang menjadikannya sulit adalah karena masalah efisiensi dan implementasinya di jalan raya. Karena idealnya pengisian induksi ini dipasang di sepanjang jalan sehingga mobil bisa mengisi sambil jalan.

Pengisian dengan induksi bisa juga dipasang di areal parkir. Jadi sambil parkir sambil nge-charge baterai tanpa perlu repot menjulurkan kabel mencari colokan listrik.

3. Ganti Baterai

Ini cara yang paling cepat, yaitu dengan mengganti baterai yang kosong dengan baterai penuh. Jadi seperti refill air galon atau LPG. Dari pada nunggu diisi, mending ganti galon atau LPG yang sudah terisi. Praktis dan cepat. Bisa dilakukan di setiap depo pengisian baterai. Cara ini konon menjadi kebijakan mobil listrik di India (sayang saya belum dapat link-nya). Cara ini cuman mensyaratkan standarisasi baterai.

Kayak mobil mainan anak2 yang kehabisan baterai dan ganti baterai, hehehe…

4. Solar Cell

Idealnya sih modul pengisian baterai sudah tertanam di mobil listrik. Cara ini bisa menggunakan modul solar cell (sel surya). Yang masih jadi masalah adalah karena efisiensi sel surya yang masih rendah dan jika dibutuhkan daya besar, maka modul sel surya jadi besar dan berat. Malah jadi tidak efisien jika ditanam di mobil listrik.

Namun solusi ini sebenarnya bisa berkembang di kemudian hari seiring banyaknya riset sel surya untuk meningkatkan efisiensi dan riset bahan sel surya sehingga bisa transparan, murah, ringan, dan bisa fleksibel mengikuti lekuk body mobil. Jangan lupa, sel surya ini sudah jamak dipakai di satelit luar angkasa sehingga penyediaan daya satelit bisa terus berlangsung bertahun-tahun dalam operasionalnya.

5. Pengisian dengan Mesin Konvensional

Pada beberapa jenis mobil hibrida, ada yang menyandingkan mesin konvensional (combustion) hanya untuk mengisi baterai. Jadi penggerak utamanya tetap motor listrik. Ini merupakan solusi yang tidak efisien sebenarnya, tapi bisa jadi sangat efektif di saat baterai dalam kondisi kritis. Ini sama saja dengan menggendong genset kemana-mana, hehehe…

Ehm… apa lagi ya? Ada tambahan dari pembaca?

Tambahan: Daku senang deh dengan inovasi QBEAK (baca: “QBEAK, Mobil Listrik Dikontrol Melalui Smartphone”). Ini melepaskan belenggu desain mobil saat ini. Dalam arti mobil listrik bentuknya tidak perlu mengikuti desain mobil konvensional. Justru mesti punya terobosan desain body tersendiri yang bisa membedakannya dengan mobil konvensional. Dan desain QBEAK mendukung penggantian baterai dengan mudah.

Semoga saja Pak Dahlan (dan tim) membaca.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Elektro, Otomotif, Personal dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Alternatif Mengisi Baterai Mobil Listrik

  1. silver price berkata:

    tentang rumah yang sangat hemat energi. Dengan menggunakan perpaduan panel surya dan teknologi khusus, rumah ini sangat hemat dalam menggunakan energi dan saking hematnya, perusahaan listrik malah memberi bonus uang bulanan.

  2. oiem adjah berkata:

    pengisian mobil listrik dgn i*****r *c ke *c sistem ini tidak butuh charger karena baterai otomatis terisi ketika mobil berjalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s