Jam Tangan

Rasanya jam tangan itu penting banget ya? Daku lihat banyak orang menggunakannya. Dan tidak terasa, mungkin sudah berapa belas tahun daku tanpa jam tangan.

Daku mulai menggunakan jam tangan saat SD. Itu jam tangan lungsuran dari papa. Kegedean untuk ukuran tanganku saat itu. Setelah itu beberapa kali ganti jam, dari model jarum sampai digital. Dari yang logam sampai ke kulit. Dan seterusnya tanpa daku ingat lagi berapa kali ganti jam tangan.

Hingga akhirnya daku tidak menggunakan jam tangan lagi. Seingatku, kayaknya selepas SMA atau di semester pertengahan kuliah ketika daku mulai tidak menggunakan jam tangan lagi. Terakhir kali daku malah merasa jam tangan itu mengganggu, baik gerak-gerik mau pun kulit. Rasanya sudah beberapa kali jam tanganku pecah karena terbentur atau terjatuh (jatuhnya lengkap dengan tubuhku, hehehe) hingga akhirnya daku harus selalu berhati-hati dalam bergerak. Dan terakhir ada alergi di kulit sehingga saat memakai jam tangan kulitku jadi merah & gatal.

Dan pada suatu saat daku memutuskan untuk tidak menggunakan jam tangan saat di rumah. Baru dipakai saat mau bepergian. Seringnya malah jam tangan dibawa tetapi hanya jadi penghuni tas saja. Sering juga jam tangan ketinggalan. Setelah itu keterusan tidak pakai jam tangan lagi. Sampai akhirnya tidak pernah menggunakan dan membawa jam tangan sama sekali.

Lalu daku tahu jam dari mana? Dulu kebetulan banyak jam di rumah, baik jam dinding, jam meja, dll. Atau jika sedang kuliah malah ada jam voice, caranya tinggal colek temen sambil bilang: “Jam berapa sekarang?”, lalu jam voice menjawab otomatis, hahahaha… (*garing nih*)

Oh iya daku ingat… saat SMP dulu daku malah pernah merakit jam digital dengan 7-segmen besar dan menyala merah terang. Sayangnya waktu itu crystal clock-nya tidak sesuai spesifikasi karena tidak ada di Pemalang. Jadinya setiap 2 hari jam kecepetan beberapa menit. Pantesan dulu daku tidak pernah terlambat sekolah, hahaha… (*kalau mbolos sih sering).

Kalau sekarang sih kebanyakan dari ponsel. Di nobie (*baca: notebook*) atau tobie (*baca: tablet*) juga tertera jelas penunjuk waktu di pojok kanan atas atau bawah lengkap dengan kalender-nya. Malahan di ponsel lebih advance dengan adanya alarm, reminder dan schedule yang sinkron dengan gmail, sehingga sekali buat schedule/reminder di ponsel atau di komputer hasilnya akan tersedia di 3 device itu. Oh iya, reminder di gmail bisa dalam bentuk pop-up (hanya terlihat di komputer), sebagai email, atau bisa juga sms. Kalau di ponsel akan bunyi reminder-nya secara otomatis.

Asyiknya lagi jam di ponsel, tobie atau nobie itu bisa sinkronisasi dgn server (entah server mana nih). Yang jelas jam bisa otomatis menyesuaikan tanpa perlu diset manual. Caranya adalah dengan menentukan zona waktu saja. Ehm, ini tentu hanya berlaku untuk piranti yang on-line. Kalau off line ya harus diset manual.

Tapi sekarang saat melihat produk jam tangan canggih dengan Sisop Android kok jadi pengen pakai jam tangan lagi ya? Untungnya jam tangan Android masih mahal sehingga daku tidak membelinya, hahaha…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Android, Dewo, Gadget, Personal dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s