Stasiun Pengisian Listrik (+Renault Twizy)

Dahlan Iskan meresmikan Stasiun Pengisian Listrik (SPL) untuk mendukung proyek mobil listriknya. Rencananya PLN akan membuat 24 SPL di 10 titik. Uniknya mekanisme pengisian berdasarkan waktu dengan biaya Rp 500 untuk 15 menit. Menurut berita di sini (“Isi Ulang Mobil Listrik Cukup dengan Gopek”) dengan uang gopek bisa mengisi 5.500 VA dalam waktu sekitar 15 menit.

Sedikit agak membingungkan sebenarnya, apakah dengan gopek dan 5.500 VA dalam 15 menit bisa mengisi full baterai mobil? Atau hanya berapa persen? Memang sih semakin besar masukan daya ke baterai bakal mempercepat pengisian. Tetapi sebetulnya tidak semudah itu. Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan. Misalnya dari kabel internal mobil, daya baterai, regulator & komponen pengisian, dan masih banyak lagi. Penghantaran 5.500 VA ini tidak bisa langsung diterima oleh mobil listrik. Biasanya mobil listrik memiliki proteksi sendiri untuk membatasi arus pengisian. Jika tidak demikian, kabel bisa meleleh, baterai bisa cepat rusak, bisa juga komponen di dalamnya terbakar (sekering sangat membantu proteksi), dan lain-lain. Ingatkan kasus baterai ponsel yang meledak saat di-charge? Kurang lebih seperti itulah proteksi yang harus dilakukan dalam pengisian.


(Gambar konsep Twizy diambil dari Mbak Wiki)

Mungkin akan lebih baik jika rilis berita tersebut juga diikuti dengan penjelasan teknis. Misalnya: (Ini sekedar misal ya?)

Pengisian dengan daya 5.500 VA bisa mengisi baterai dari prototype mobil listrik A sampai 80% dalam waktu 30 menit. Pengisian 80% ini adalah mode pengisian cepat. Pengisian sampai 100% akan diperlambat untuk proteksi dan menjaga usia baterai lebih awet.

Ini tentu akan lebih bermanfaat lebih dari sekedar berita peresmian tersebut. Masyarakat akan bisa menilai efisiensi penggunaan mobil listrik dari pada sekedar nilai Rp 500 dan daya 5.500 VA dalam waktu 15 menit.

Oke, sebagai pembanding, mari kita tengok belahan dunia yang lain, yaitu Renault Twizy yang baru dirilis Maret 2012 di Prancis. Mobil elektrik yang jarak tempuh maksimumnya mencapai 100 km ini memiliki baterai 6.1 kWh Lithium-ion yang beratnya 100 kg. Penggunaan nyata di jalan raya mencapai jarak tempuh maksimal 80 km dengan mode eco-drive. Untuk kebut-kebutan (jelas bukan eco-driving) hanya mencapai 50 km.

Pengisian ulang baterai dari kondisi kosong membutuhkan waktu 3,5 jam dengan supply listrik perumahan biasa, yaitu 220 V dan arus 10 A. Ini berarti 2.200 VA. Dengan catatan, ini pengisian di mobil canggih yang sudah diproduksi massal. Artinya sudah didukung riset mendalam. Lebih lanjut, tentu sudah memperhitungkan faktor keselamatan.

Oh iya, yang patut digarisbawahi adalah karena Renault Twizy dijual tidak dengan baterai. CATAT! Renault menawarkan baterai dalam sistem sewa bulanan. Ini termasuk garansi penggantian jika baterai rusak atau kapasitasnya menurun. MANTABS, gan!

Bagaimana harga Renault Twizy? Mobil ini tersedia 3 model dengan harga mulai €6,990 up to €8,490 di Prancis. Di UK harganya GB£6,990 to GB£7,400. Silakan di-kurs ke rupiah.

Kembali ke topik,

Jika SPL PLN bisa memasok 5.500 VA, belum tentu juga itu akan diserap semua oleh pengisian mobil. Tentu ada regulator dan proteksi lain demi keselamatan. Saat ini kita belum jelas benar bagaimana spesifikasi dari mobil listrik tersebut dan bagaimana pengisiannya.

Oke, saya menyambut positif peresmian SPL ini. Semoga proyek mobil listrik nasional ini benar-benar bisa positif perkembangannya. Akan lebih menggairahkan jika kita bisa bekerja sama dengan Renault untuk memproduksi Twizy di Indonesia. Selain bisa mempelajari teknologinya, pabrik baru Twizy di Indonesia bakal menyerap banyak tenaga kerja. Mantabs, Gan!

Bacaan terkait:
~ Renault Twizy (Wikipedia)
~ Renault Twizy (www.renault.com)
~ Renault Twizy (www.renault.co.uk)
~ Alternatif Mengisi Baterai Mobil Listrik
~ Ironi Mobil Listrik Indonesia

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Elektronika, Opini, Personal, Teknologi dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Stasiun Pengisian Listrik (+Renault Twizy)

  1. jarwadi berkata:

    hehe, sebagai anak elektronika, saya juga belum cukup paham 🙂

    saya belum tahu apa sistem battery dan pengisian pada mobil listrik ada standardisasinya atau belum

    • Belum ada standard-nya, termasuk form factor battery-nya. Yang perlu diperhitungkan adalah umur baterai yang relatif pendek dibanding komponen lai. Untuk pemakaian berat hanya berumur 6 bulan sampai 1 tahun sebelum akhirnya menurun kemampuannya.

  2. Ping balik: Usulan Strategi Mobil Listrik Dahlan Iskan | Emanuel Setio Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s