Arduino yang Feminin

Mungkin nama “Arduino” terkesan macho ya? Kesannya hanya untuk cowok. Padahal tidak loh. Arduino juga menyentuh sisi feminin dengan membuat versi yang dapat dijahit di pakaian dan dapat kita kenakan. Kemudian dapat turut meramaikan dunia fashion. Mungkin salah satu aplikasinya bisa seperti permainan LED di baju penari di film Step Up 3.

Ups, nama Arduino versi feminin bukanlah Arduini, tapi LilyPad. Ini benar-benar unik loh! Karena untuk merangkaikannya di baju tidak menggunakan solder dan kabel, tapi menggunakan benang yang dapat menghantarkan listrik. Jadi cukup dijahit di baju dan ke komponen-komponennya.

Gambar diambil dari arduino.cc

Gambar diambil dari arduino.cc

Walau pun dia elektronik, usah khawatir kesetrum, karena Lilypad bekerja dengan tegangan rendah, yaitu 2.7 s/d 5.5 Volt. Sedangkan cara pemrogramannya sama dengan versi Arduino yang lain. Hanya saja komponen-komponennya didesain khusus sehingga bisa dengan mudah dijahit di baju.

Asyiknya, Lilypad juga bisa dicuci bersamaan dengan baju. Tentu ada cara nyuci yang aman. Sebaiknya sih tidak masuk mesin cuci. Dan tentu saja harus mencopot baterai-nya terlebih dahulu.

Salah satu tutorial yang mudah dipelajari ada di: LilyPad Arduino Tutorial.

Googling saja untuk cari ide LilyPad

Googling saja untuk cari ide LilyPad

Lalu apa gunanya Lilypad dalam pakaian kita? Banyak loh contohnya, selain untuk jadi hiasan dengan nyala LED warna-warni, juga bisa digunakan sebagai petunjuk arah, kecepatan, suhu, suara, dll. Banyak yang membuat versi VU meter dengan Lilypad sehingga jika ada suara musik atau keramaian akan menyala sesuai musiknya. Dari yang sekedar nyala LED sampai ke nyala yang berbentuk seperti wajah, dll.

Selain LED, kita bisa juga bermain dengan suara yang dikeluarkan dari Lilypad, misalnya suara menyapa, menyuarakan cuaca, suhu, dll.

Atau bisa juga sebagai GPS data logging. Jadi keberadaan kita bisa tercatat berdasarkan data GPS. Nanti kalau sudah sampai rumah bisa dipetakan perjalanan kita via Google Maps.

Wah, aplikasinya banyak banget untuk dituliskan di sini. Yang daku senang adalah karena Lilypad tidak perlu disolder, hal yang sering dihindari oleh banyak orang, yang sekaligus menjadi penghalang untuk ngoprek elektronika terutama bagi cewek. Padahal ngoprek itu mengasyikkan loh.

(*Jadi pengen beli Lilypad. Sayangnya daku ndak hobi menjahit, hehehe*)

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Arduino, Dewo, Elektronika, Ide dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Arduino yang Feminin

  1. Ra Sragen berkata:

    tolong bisa bantu buatin design rangkaian bet otomatis sekolah dengan atmega 8535

    ________________________________

  2. Lidya berkata:

    jadi terlihat blink2 gitu ya mas bajunya

  3. Ping balik: Desain Bel Sekolah Otomatis | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s