Arduino S3v3 (Severino) atau Clone Murah?

Salah satu jawaban atas tantangan produksi Garduino supaya biaya produksi menjadi murah adalah dengan menggunakan board Arduino yang murah. Dari googling dan ngobrol di internet, ternyata ada beberapa pilihan. Salah satunya adalah Arduino s3v3 (single-sided serial version 3) atau disebut juga Severino. Severino bisa murah karena menggunakan chip yang lebih murah, yaitu Atmega8 walau pun bisa saja kita ganti dengan Atmega328 yang lebih baik spesifikasinya.

Selain itu yang menjadikannya lebih murah adalah penggunaan serial port. Beda dengan Arduino versi resmi yang menggunakan port USB. Karena mayoritas PC modern atau notebook tidak memiliki port serial RS232 lagi, akhirnya kita perlu membeli kabel konverter Serial-to-USB supaya kita bisa memprogramnya,

Arduino Severino sengaja didesain oleh Adilson Akashi untuk kesederhanaan sehingga PCB-nya pun cukup 1 sisi dan komponennya menggunakan komponen yang umum, tidak perlu yang SMD (surface mount device) yang mini dan lebih mahal. Bahkan kalau mau kita bisa membuatnya sendiri. Namun begitu Severino tetap memiliki kemampuan dan kehandalan yang baik.

Hasil googling dan ngobrol, ternyata Severino produksi lokal harganya Rp 120,000 dengan ATmega8 dan 170,000 untuk ATmega328. Ini masih di atas expektasi saya yang berharap bisa mendapat board Arduino seharga Rp 100,000. Sungguh, saya tidak mengada-ngada saat menginginkan board dengan harga 100ribuan, karena banyak alternatif clone board Arduino yang bisa murah-meriah.

Salah satu contohnya adalah Arduino Nano v3 AVR dengan chip ATMega328 versi DealExtreme. Harga satuannya hanya $11.99. Jika beli lebih dari 10 pieces harganya jadi $10.37. Itu sudah termasuk kabel USB. Menggiurkan kan? Dan akhirnya saya pun memesan 1, hehehe…

Opsi lain adalah Arduino Uno R3 yang harganya jauh di bawah harga resmi, yaitu $15.20. Kalau beli di atas 10 harga satuannya jadi $13.30. Jelas ini solusi murah-meriah tetapi tetap powerful.

Arduino Uno R3 versi clone

Arduino Uno R3 versi clone

Walau pun kedua alternatif ini cuma clone, tetapi kemampuannya sama persis. Ketidakseragaman harga ini bisa terjadi karena Arduino memiliki prinsip Open Hardware yang artinya setiap orang bisa membuat versinya sendiri. Dan bisa jadi murah karena harga komponen dan produksi di belahan dunia lain bisa lebih murah. Misalnya di China yang produksinya bisa murah karena komponennya murah, tenaga kerja murah, dan biaya birokrasi murah. Bahkan mereka bisa jual online ke belahan dunia mana pun tanpa ongkos kirim. Dahsyat!

Ini menjadi hambatan terbesar bagi industri lokal (baca: Indonesia), tetapi menjadi solusi ekonomis bagi developer atau ekperimentor. Alhasil banyak pemain lokal yang lebih suka mengimport dari pada produksi sendiri. Berkah atau kutukan?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Arduino, Catatan, Curhat, Dewo, Elektronika, Gadget, Opini, Personal dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Arduino S3v3 (Severino) atau Clone Murah?

  1. Lidya berkata:

    gak sabar pingin ngoprek adruinonya, ternyata studio famosa dekat ya mas dikalimalang. kapan2 pingin lihat2 langsung kesana ah

  2. Ping balik: Menerima 4 Paket | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  3. nanda berkata:

    sangat bermanfaat artikelnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s