Memproduksi Garduino

Nampaknya progres pembuatan prototype Garduino sudah mencapai 80%. Kekurangan 20% adalah untuk instalasi pompa air & growing light di apartemen. Secara hardweriah & softweriah sudah tidak ada kendala.

Sebenarnya masih ada tantangan berikutnya, yaitu membuatnya supaya bisa lebih murah sehingga bisa memiliki nilai ekonomis & komersil. Lumayan juga kan seandainya bisa dijual dan bisa mendapatkan penghasilan dari experimen dan hobi kita? Mengutip pendapat para motivator, bisnis yang berlatar belakang hobi itu lebih langgeng dan cenderung lebih mudah sukses karena pelaku bisnisnya memiliki dedikasi tinggi. Asyik kan?

Garduino (gardening arduino) ini jelas memiliki banyak manfaat karena garduino dapat membantu pemeliharaan tanaman baik indoor mau pun outdoor. Garduino sangat cocok bagi orang yang sibuk atau sering bepergian sehingga tidak bisa berkomitmen memelihara tanaman (*contohnya: jelas daku ini, hehehe*). Dari pada tanaman mati (*ehm, pembunuhan tanaman*), mending beli garduino untuk membantu pemeliharaan. Syukur-syukur biaya produksi Garduino bisa lebih murah sehingga bisa terjangkau banyak kalangan masyarakat.

Namun sebenarnya garduino bisa digunakan untuk industri perkebunan atau pembibitan yang boleh dikata memiliki skala lebih besar dari pada penanaman skala rumahan. Jelas garduino bisa digunakan untuk skala yang lebih besar seperti ini. Tentu saja diperlukan beberapa penyesuaian, misalnya dengan menggunakan banyak sensor yang di tanam di beberapa titik, penggunaan pompa yang tersebar atau pompa dengan daya yang lebih besar, dan masih banyak lagi. Yang jelas, aplikasi dari Garduino ini bisa sangat luas.

Selain kebisaan Garduino dalam membantu pemeliharaan tanaman, tantangan berikutnya adalah membuatnya se-simple mungkin sehingga pembeli Garduino bisa dengan mudah memasangnya sendiri tanpa perlu bantuan ahli. Kalau bisa tinggal colok sana-sini dan Garduino bisa jalan dengan baik.

Menanggapi tantangan ini, daku mencoba membuat sebuah box dengan beberapa socket sehingga sensor-sensor dan relay-relay bisa dihubungkan dengan mudah. Tentu saja beberapa sensor sudah dilengkapi dengan jack (colokan) yang cocok. Relay bisa dibuatkan box terpisah supaya tegangan tinggi terpisah dari box Garduino. Ini bisa mengurangi resiko korsleting. Di bawah ini adalah contoh desain dari box Garduino dan hubungannya dengan sensor-sensor & relay-relay.

Contoh desain box Garduino

Contoh desain box Garduino

Contoh desain di atas tentu dibuat se-simple dan se-generik mungkin. Contoh sensor dan relay yang tertera bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Misalnya dari pada menggunakan sensor Temperature & Humidity dan Ambient Light, mungkin lebih baik menggantikannya dengan 2 sensor Soil Moisture sehingga kita bisa mengindera kelembaban 3 titik lahan. Demikian juga dengan relay-relay-nya, dari pada memasangnya ke growing light atau fan (kipas), mungkin lebih baik menggantinya dengan 2 pompa sehingga kita punya 3 pompa untuk mengairi 3 titik lahan.

Oh iya, sekedar catatan, pompa air yang digunakan dalam proyek Garduino ini bisa diganti dengan Solenoid Valve. Fungsinya seperti kran. Alat ini bisa dihubungkan ke pipa 3/4″ yang jamak digunakan di instalasi pipa perumahan. Dengan menggunakan Solenoid Valve ini, kita bisa menggunakan pompa air rumah untuk menyirami lahan, taman atau perkebunan. Karena pompa air besar tentu bisa memompa air lebih banyak dan lebih deras sehingga lebih efektif digunakan untuk menyirami lahan yang lebih luas.

Kan jadinya asyik tuh tidak perlu menyirami sendiri, cukup dibantu oleh Garduino. Cocok bagi petani perkebunan atau pembibitan.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Arduino, Dewo, DIY, Elektronika, Teknologi dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Memproduksi Garduino

  1. Ping balik: Prototype Garduino ala Dewo versi 1 | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  2. Ping balik: nge-Pot 84 with LCD (Pot Elektronik) | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s