Pulang Dengan Sky Aviation

Kemarin adalah pengalaman pertama saya naik Sky Aviation. Pertama kali dengar Sky Aviation adalah saat berita kecelakaan pesawat Sukhoi dalam rangka Joy Flight yang terjatuh di Gunung Salak. Turut prihatin dan berduka cita atas kecelakaan tersebut. Namun sampai kemarin masih menyisakan kekhawatiran untuk menggunakan jasa penerbangan ini.

Namun tidak ada lagi penerbangan tersisa dari Pekanbaru ke Jakarta. Rupanya saya bertepatan dengan gelombang besar kepulangan para atlet PON. Semua penerbangan penuh sampai hari Minggu, padahal saya harus pulang Jumat karena ada meeting hari Sabtu. Rupanya ada tawaran seat kosong dari Sky Aviation. Mau tidak mau saya pun menyetujui walau pun kekhawatiran itu masih membayangi (*hayah, ini bahasane…*)

Tapi kekhawatiran saya tidak terbukti. Sky Aviation rute Pekanbaru-Jakarta yang baru mulai dibuka pada bulan Agustus 2012 itu menggunakan Being 747-300. Dalam hati saya lega karena ternyata tidak menggunakan Sukhoi atau Fokker yang dengan baling-baling. Penerbangan saya terakhir dengan Fokker menyisakan kegalauan yang mendalam.

Kelegaan pertama saya adalah saat panggilan boarding ternyata tepat waktu. Tidak ada delay. Beda dengan maskapai lain yang saat itu nampak bagi-bagi snack bagi para penumpang di ruang tunggu karena penerbangan mereka delay. Senangnya naik pesawat yang tepat waktu.

Sampai di kabin lebih lega lagi karena layout seat ditata dengan rapi dan lega. Tidak seperti penerbangan lain yang cenderung menjejalkan lebih banyak penumpang dengan mengorbankan space bagi penumpangnya. Kaki saya yang termasuk panjang ini bisa leluasa bergerak dan selonjor.

Kejutan lain adalah snack-nya. Rupanya Sky Aviation bekerja sama dengan Breadtalk. Jadi snack-nya roti yang ngomong itu (baca: breadtalk).

Hanya 1 yang menyisakan pertanyaan bagi saya, yaitu tidak adanya saluran pengatur udara di atas seat. Rupanya di atas hanya ada tombol-tombol lampu dan pemanggil pramugari tanpa ada pengaturan saluran udara. Jadi rasanya agak panas di dalam. Tapi setelah terbang dingin kok.

Semuanya baik-baik saja sampai saya mendarat dan kembali ke apartemen. Senangnya bisa mencicipi maskapai baru yang bisa memberikan pengalaman di atas para kompetitornya. Walau pun harganya sedikit lebih mahal, tapi wajarlah jika memang pelayanan dan benefit yang diperoleh penumpang lebih baik.

Semoga saja Sky Aviation tetap dapat menjaga performa dan pelayanannya.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Curhat, Dewo, Jalan-jalan, Opini, Personal dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Pulang Dengan Sky Aviation

  1. raffika berkata:

    wah asyik ya,, akhirnya mendarat dengan selamat 🙂
    wah breadtalk,, enak tuh,,

    salam sukses

  2. Lidya berkata:

    deg-degan ya mas , tapi selamat kan 🙂

  3. maaf, 747-300 ? bukannya aviastar gk punya fleet 747 ya mas? ._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s