Membuat Nilai Referensi Analog

Masih melanjutkan eksperimen Garduino, saya ingin menambahkan fasilitas untuk mengeset nilai referensi batas bawah dan batas atas. Batas bawah ini berguna untuk menyalakan pompa jika pembacaan dari sensor Soil Moisture di bawah nilai ambang ini. Sedangkan batas atas berguna untuk mematikan pompa jika pembacaan sensor telah melebihi nilai ini.

Mencoba membaca batas atas & bawah

Mencoba membaca batas atas & bawah

Supaya tidak rumit secara hardware dan software, saya berpikir untuk menggunakan 2 buah potensiometer yang dibaca nilainya oleh 2 buah pin analog Arduino. Jadi tegangan keluaran dari potensiometer (prinsip pembagian tegangan) dibaca oleh Arduino dan digunakan sebagai nilai referensi batas bawah dan atas. Secara software dan hardware mudah sekali dilakukan dengan Arduino.

Tetapi muncul masalah lain, yaitu pembacaan nilai yang tidak konstan, melain fluktuatif. Tegangan yang dibaca selalu berubah-ubah padahal nilai potensiometer tidak diubah. Mungkin karena riak-riak regulator tegangan? Atau karena kepekaan dari Arduino-nya? Maklum, ADC (analog to digital converter) dari Arduino 10 bit, rentang nilainya sangat lebar antara 0 s/d 1024.

Sebenarnya bisa sih untuk membuat tegangan referensi ke pin Vref Arduino, tapi kayaknya sulit dilakukan karena bisa jadi tegangan referensinya fluktuatif juga.

Saya sudah mencoba menambahkan delay lebih lama supaya pembacaan nilai referensi lebih stabil. Namun tampaknya tidak terlalu membantu, karena penggunaan delay yang terlalu lama bisa menghambat pembacaan sensor-sensor terkait dan berimbas kepada respon penyalaan relay.

Jadi kesimpulannya, untuk penentuan nilai ambang ini solusi analog tidak efektif.

Opsi berikutnya adalah dengan menggunakan pengesetan secara digital. Ini bisa dilakukan dengan mengintensifkan pemrograman. Hanya saja, saat ini pin-pin Arduino telah banyak terpakai untuk LCD Display, 3 sensor dan rencananya akan ada 3 relay. Jika memang menggunakan pengesetan digital, maka minimal perlu 3 buah pin digital untuk solusi ini, yaitu:

1. Pindah mode, dari operasional (pembacaan sensor) ke mode edit nilai ambang bawah dan atas. Jadi ada 3 mode.

2. Tombol increment, fungsinya untuk menambahkan nilai ambang.

3. Tombol decrement, fungsinya untuk mengurangkan nilai ambang.

Untuk memperkaya fitur, bisa saja kita tambahkan tombol untuk membaca nilai ambang berdasarkan pembacaan sensor Soil Moisture saat itu. Ini bisa jadi fitur yang keren, hehehe…

Namun untuk menuju ke situ, nampaknya saya harus menghemat penggunaan pin untuk LCD display. Kayaknya saya harus menggunakan solusi serial LCD yang bisa menghemat penggunaan pin menjadi hanya 3 pin minimal.

Baiklah, nanti lagi dilanjutkan catatan ngopreknya.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Arduino, Catatan, Dialog, Elektronika, Prototype dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Membuat Nilai Referensi Analog

  1. Ping balik: Membuat Nilai Referensi Digital | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  2. Ping balik: nge-Pot 85 (Pot Elektronik) | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  3. arifin berkata:

    Salam pak, kalau kita ingin membuat tegangan vcc yang konstan untuk sensor arus acs712 bagaimana pak, karena walaupun menggunakan LM7805 hasilnya tetap saja selalu fluktuatif antara rentang 5.1 s/d 5.3 Volt. sementara perubahan nilai tersebut berpengaruh sekali pada pembacaan ADC. harapannya konstan di salah satu nilai tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s