nge-Pot 84 with LCD (Pot Elektronik)

Ini adalah salah satu jawaban dari tantangan terhadap produksi alternatif Garduino yang lebih murah dan terjangkau. Jika sebelumnya saya telah berhasil membuat versi sederhana dengan nge-Pot 85 yang menggunakan Atmel Attiny85, maka sekarang saya menggunakan Atmel seri Attiny 84 yang lebih kaya I/O. Dengan Attiny84 ini saya bisa menambahkan LCD sebagai display bagi nilai penginderaan kelembaban tanah dan suhu sekitar.

Tampilan Ngepot 84

Tampilan Ngepot 84

Sayangnya jumlah pin I/O Attiny84 banyak terpakai untuk mengendalikan LCD yang butuh 6 pin. Jadi hanya tersisa 5 dari pin yang bisa dipakai. Sisa 5 ini terpakai untuk 1 sensor Soil Moisture, 1 relay, dan 3 tombol (tombol ini digunakan untuk membuat referensi digital). Kurang 1 I/O untuk termometer. Pikir punya pikir, akhirnya saya mengakalinya dengan berbagi pakai 1 pin untuk tombol plus dan sensor temperatur LM35 DZ. Saat beroperasi normal, pin ini akan dipakai untuk membaca suhu sekitar yang diindera oleh LM35 DZ. Sedangkan pada mode edit, maka pin ini digunakan untuk tombol plus.

Tombol pengatur ambang dan sensor suhu udara sekitar

Tombol pengatur ambang dan sensor suhu udara sekitar

Tampak pada gambar di sebelah kanan LCD ada sebuah sensor suhu udara LM35 DZ dan di bawahnya berjejer 3 tombol untuk mengganti mode edit, tombol plus dan tombol minus.

Bagian sebelah kiri

Bagian sebelah kiri

Di sebelah kiri LCD tampak banyak komponen berjejal. Hehehe, berat sebelah ya? Di sebelah kiri ini ada port untuk menancapkan sensor Soil Moisture, jack power supply 6-12V, LED indikator nyala (warna hijau), LED indikator relay aktif (warna merah), dan relay untuk pompa air. Sedangkan tepat di sebelah kiri LCD ada 2 potensiometer yang bisa digunakan untuk mengatur kecerahan lampu latar belakang LCD dan pengatur kejelasan karakter LCD.

Ngepot 84 in action

Ngepot 84 in action

Tampak pada foto di atas saat relay pompa aktif. Selain ditunjukkan di LCD berupa tulisan “Pump: ON”, juga direpresentasikan oleh penyalaan LED merah. Nampaknya saya salah menggunakan resistor sebagai penurun arus sehingga LED merah nampak terlalu cerah.

Pump On dan LED merah menyala

Pump On dan LED merah menyala

Sebenarnya desain awal Ngepot 84 ini menempatkan relay di sebelah kanan board, tapi saya pikir kalau diletakkan di sebelah kanan akan membahayakan pengguna terutama saat melakukan edit nilai ambang yang ke-3 tombolnya ada di sebelah kanan. Takutnya relay yang terhubung dengan tegangan tinggi AC akan tersentuh secara tidak sengaja.

Tampilan keseluruhan Ngepot 84

Tampilan keseluruhan Ngepot 84

Foto di bawah ini menampilkan bentuk Ngepot 85 yang sederhana dengan Ngepot 84 yang lebih informatif dengan LCD. Kedua rangkaian prototype ini jatuhnya lebih murah dari pada Garduino (gardening Arduino ala Dewo).

Ngepot 85 dan Ngepot 84+LCD

Ngepot 85 dan Ngepot 84+LCD

Memang sih akan lebih mudah menggunakan Arduino. Tapi rasanya terlalu mahal jika untuk merawat tanaman saja harus menggunakan Arduino yang mahal harganya. Toh dengan Attiny 85 atau 84 yang jauh lebih murah bisa dilakukan hal yang sama. Walau memang ada beberapa batasan, misalnya kecepatan prosesor yang lebih rendah, kapasitas memori program yang lebih kecil sehingga tidak bisa diprogram untuk hal yang kompleks, dan jumlah pin yang lebih sedikit dari pada Arduino. Tapi ternyata saya bisa membuat Ngepot (Pot elektronik) versi murah yang bisa digunakan untuk merawat tanaman.

Bagi saya, mendesain dan membuat Ngepot 85 dan 84 memiliki kepuasan tersendiri. Di samping tujuan untuk membuat alternatif Garduino yang lebih murah dan praktis, juga karena hobi saya tersalurkan. Ini merupakan bentuk ekspresi diri bahwa saya mampu membuat versi saya sendiri dan dapat bekerja dengan baik. Walau pun sangat sederhana, saya cukup bahagia lohhh…

Saya akan mencoba mendokumentasikan desain proyek saya ini di blog. Hanya saja harus saya akui, saya malas merapikan skema rangkaian, hehehe. Jadi seperti yang sudah-sudah, cukup tampilan layout PCB yaaa… Cara membuatnya akan saya susulkan. Semoga proyek-proyek ini dapat berguna bagi orang banyak.

PERINGATAN:

  • Rangkaian Garduino, Ngepot 85 dan Ngepot 84+LCD dipublikasikan dengan lisensi Open Source Hardware. Semua pihak bisa mempelajarinya dan memproduksi/mengembangkan sendiri.
  • Rangkaian Garduino, Ngepot 85 dan Ngepot 84+LCD menggunakan relay yang bisa digunakan untuk mengontrol piranti lain dengan tegangan tinggi (s/d 240 Volt), misalnya pompa air, solenoid valve/kran, lampu, dll. Harap berhati-hati dalam menggunakan tegangan tinggi karena dapat mencelakakan diri sendiri atau orang lain. Selain berhati-hati, harap perhatikan potensi kecelakaan kerja dan operasional. Karena tegangan tinggi dapat mengakibatkan kecelakaan yang mematikan.
Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Arduino, ATtiny, Catatan, Dewo, DIY, Elektronika, Foto, Personal dan tag , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke nge-Pot 84 with LCD (Pot Elektronik)

  1. Lidya berkata:

    project ini untuk 17 tahun keatas ya mas 🙂 takut kesetrum

  2. Ping balik: nge-Pot 84 with LCD (Pot Elektronik Open Source Hardware) | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  3. Ping balik: Membuat Jam Digital Sendiri | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  4. Ping balik: Digital Temperature with ATTiny85 | ♪ Emanuel Setio Dewo ♪

  5. dani rudiawan berkata:

    Butuh skemanya aku bosss

  6. suartika berkata:

    sensornya ada yang jual atau buat sendiri gan ????

  7. Ping balik: Auto Gardening Part 1 | Emanuel Setio Dewo

  8. Ping balik: Auto Gardening Part 2: The Circuit | Emanuel Setio Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s