Meneruskan Rangkaian Jamdario

Ini adalah perjalanan panjang saya dalam mendesain dan membuat rangkaian Jamdario (Jam dan Radio). Sudah sebulan ini proses terus berlangsung dari desain sampai pembuatan prototype. Panjangnya proses ini karena saya harus menunggu beberapa bagian, yang pertama adalah pembelian modul radio dari Sparkfun, pemesanan PCB dan googling banyak hal seperti LDO (Low Drop Out Voltage), contoh pemrograman radio, dll.

Antara PCB pesanan dengan buatan sendiri

Antara PCB pesanan dengan buatan sendiri

Semuanya adalah proses yang sangat menarik dan menantang. Menuangkan desain ke prototype juga suatu tantangan yang berat. Karena selama ini saya membuat PCB sendiri yang ternyata tidak rapi (*hiks*). Untuk sebuah prototype bolehlah, nanti kalau mau produksi barulah dibuat yang baik. Untuk proyek Jamdario ini saya memesan PCB ke pihak luar. Hasilnya bagus & presisi. Nyoldernya juga enak. Gambar di atas menunjukkan PCB pesanan disandingkan PCB buatan saya sendiri yang tidak rapi, hehehe…

Perakitan prototype di PCB baru

Perakitan prototype di PCB baru

Perakitan di PCB baru juga lebih nyaman karena presisi. Pelapisan perak di jalur rangkaian juga memudahkan penyolderan. Setelah semua chip ditancap, Jamdario langsung menyala dengan baik.

Selanjutnya ngoprek modul radio Si4703

Selanjutnya ngoprek modul radio Si4703

Selanjutnya adalah ngoprek modul radio. Sebelumnya sudah nge-test modul ini dengan code dari Sparkfun dan telah berjalan baik. Tinggal mengintegrasikannya ke Jamdario.

LDO ke 3.3V

LDO ke 3.3V

Untuk mengintegrasikan modul radio ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan, pertama adalah mengintegrasikan jalur power supply. Ternyata modul ini bekerja dengan tegangan 3.3V, sedangkan Jamdario seperti layaknya MCU Arduino bekerja dengan tegangan 5 Volt. Diperlukan LDO (low drop out voltage) untuk menurunkan tegangan dari 5 V ke 3.3V. Saya menggunakan LM1117-3.3V seperti yang direkomendasikan banyak desainer elektronika.

Integrasi berikutnya adalah jalur komunikasi dengan MCU (microcontroller unit). Komunikasi dilakukan via komunikasi I2C (2-wire). Ternyata butuh pin 1 lagi untuk reset dan saya belum mengakomodasinya di PCB. Terpaksa dibuat jalur pakai kabel, hehehe…

Integrasi selanjutnya tentu secara software sehingga bisa memanfaatkan tombol-tombol di Jamdario untuk pencarian gelombang dan pengaturan volume. Sangat menantang kan?

Sayangnya desain PCB saya tidak presisi

Sayangnya desain PCB saya tidak presisi

Sayangnya desain PCB saya tidak presisi dalam hal peletakan lubang baut. Tadinya saya mendesain 4 buah lubang untuk spacer yang berguna untuk memegang modul LCD 16×2. Ternyata sedikit bergeser sehingga tidak pas dengan lubang baut di LCD. Mestinya saya mencetak desainnya dulu dan kemudian mencocokkan lubangnya dengan LCD. Masalah ini bisa diatasi dengan membuat board khusus pemegang LCD yang berfungsi pula untuk peletakan tombol-tombol.

Oprekable

Oprekable

Desain prototype Jamdario ini sedikit unik dengan meletakkan LCD mengambang di atas beberapa komponen. Fungsinya tentu saja untuk memperkecil PCB. Untuk mengopreknya tentu diperlukan cara khusus, yaitu dengan memindahkan LCD ke breadboard dan membuat jumper untuk memfungsikannya. Setelah itu barulah kita bisa mengoprek Jamdario, khususnya untuk ngoprek software-nya.

Demikian progress prototype Jamdario yang ternyata memakan waktu lama. Dalam seminggu ke depan saya akan ngoprek software-nya.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Arduino, ATmega, Catatan, Dewo, Elektronika, Prototype dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s