Mengenang Papahanda

Namanya Drs. Donatus Helan Sukasno. Kami memanggilnya Papah. Bersama cinta sejatinya, yang kemudian kami panggil Ibu, Papah membina keluarga dengan dikaruniai 4 orang putri-putra. Dua di antaranya adalah blogger, yaitu Chocovanilla dan aku.

Aku dan Mbak Chocovanilla akan menuliskan kisah tentang sosok Papah. Bagiku, Papah adalah hero yang sesungguhnya, dimana kami dapat perlindungan, naungan dan kehangatan. Seringkali kami menganggapnya sebagai over protective, tapi bagiku pribadi, aku merasa memperoleh kelimpahan kasih sayang.

Beberapa tulisan berseri “Papahanda” merupakan bentuk cinta kami kepada Papah, bahwa apa yang kami terima dari beliau sungguh sangat berharga dalam menempa kehidupan kami. Tidak berlebihan jika karena Papah & Ibu, kami semua menjadi anak-anak yang sukses.

Namun di sisi lain, aku ingin mengucapkan permintaan maaf secara langsung kepada Papah, bahwa aku menyesal telah sering sekali salah bersikap, salah menduga, salah berkata, sering membantah, dan berimbas menyakiti hati Papah. Aku tahu bahwa seringkali aku menyakiti hati Papah walau pun karena kesabaran, Papah lebih sering mengalah dan terdiam. Aku menyesal karena tidak bisa mengatakan secara langsung permintaan maafku.

Dalam hati dan setiap doaku, aku selalu berdoa bagi Papah dan memohon ampun kepada Papah & Tuhan. Semoga Papah di sana mendengar doa & permohonan maafku. Dan semoga Papah tahu bahwa sebenarnya aku sangat mencintai Papah. Di dunia ini hanya ada 2 pria yang sangat kusayangi, yaitu Papah dan Axel.

Maafkan aku ya, Pah. Aku akan menuliskan kisah tentang Papah dari berbagai sumber (terutama dari Ibu) sebagai kenangan bagi kami sekeluarga dan anak-cucu kami, bahwa kami pernah punya seorang ayah yang hebat dan penuh kasih sayang. Dan banyak hal yang baik & indah yang kami terima dari Papah dan sangat penting karena mengandung nilai yang baik.

Selamat jalan Papah. Doa dan cinta kami mengiring kepergianmu. Kami tahu bahwa Papah telah bahagia di sana bersama dengan Yesus Kristus.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Dewo, Keluarga dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mengenang Papahanda

  1. nh18 berkata:

    Dan saya yakin …
    Perhatian dan cara Bapak mendidik putra – putrinya … akan bisa menjadi inspirasi bagi yang lain …

    Salam dan Doa saya selalu

    • Iya, Om. Di balik semua kekurangan, Papah mengajarkan banyak nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kelurusan, cinta & kesetiaan, kesederhanaan, dll.

      Terima kasih atas doa bagi Papah & penguatan bagi kami keluarga yg ditinggalkan.

      Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s