Seribu Satu Alasan

Tadi pagi saya terbangun pk. 04:30, mendahului bunyi alarm yang saya setel jam 05:00. Ini berkat tidur gasik sebelum jam 22:00. Saya memang berniat jogging di pagi hari. Suatu hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya sejak selepas kuliah dan mulai terjun ke dunia kerja. Ada satu penyemangat bagi saya, yaitu kado sepatu lari dari Ibunda tercinta.

Namun saya sangat malas pagi tadi. Saya berpikir terlalu pagi jika saya bangun dan mulai jogging. Sedangkan di luar sana masih gelap, dingin dan sepi. Saya pun mencoba memejamkan mata untuk kembali tidur. Sayangnya saya tidak bisa tidur sampai kemudian alarm berbunyi keras sekali tepat jam 05:00.

Saya kembali menengok jendela. Ah, masih gelap. Sementara itu ART mulai bekerja bersih-bersih rumah. Saya mendengar Ibunda juga sudah bangun dan menyalakan TV. Sementara itu saya masih merasa males sekali.

Mungkin lebih baik saya bangun saja dan mengajak Ibunda jalan-jalan pagi. Tapi Ibunda menolak karena masih agak flu dan berasa tidak enak badan. Ehm, saya pun mencari alasan supaya tidak jogging. Ah, lebih baik saya mencuci mobil saja. Kebetulan mobil kotor banget setelah ditinggal liburan lama. Lagian bagian dalam mobil sudah kotor sekali. Jadi saya pun memutuskan membersihkan mobil dalam dan luar.

Bagian dalam sudah bersih. Giliran mencuci bagian luar ternyata gerimis. Ehm… pas banget. Dengan beralasan gerimis, saya pun cuma mengguyur sekujur tubuh mobil dan mengelap ala kadarnya untuk menghilangkan kotoran tapi tidak mengeringkannya.

Rasanya pagi ini saya sudah membuat banyak alasan bin excuse ya? Rasanya untuk excuse pribadi bolehlah. Tapi tidak untuk pekerjaan. Jadi saya pun segera makan roti, mandi dan berangkat kerja. Tidak telat loh! Kebetulan beberapa titik yang biasanya macet tidak macet pagi ini. Padahal kalau macet bisa saja saya telat sampai kantor. Berhubung tidak telat saya tidak perlu cari alasan, hehehe…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Personal dan tag , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Seribu Satu Alasan

  1. chocoVanilla berkata:

    Hehehehhe… ayo joging sampe rumahku. Aku pernah lho joging dari rumah sampe rumah Ibunda. Tapi pulangnya naik angkot :mrgreen: Adoh booo….

  2. Wong Cilik berkata:

    gpp mas, alasannya belum menyentuh level seribu kok, baru beberapa … lol

  3. Lidya berkata:

    jogingnya dimana biasanya mas?

  4. Ping balik: Jogging Pertama 2013 | Emanuel Setio Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s