BC Penggunaan Ponsel di Pesawat

Setiap kali terjadi insiden pesawat terbang, termasuk yang terjadi belakangan menimpa Lion Air yang gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali, selalu saja kemudian timbul pesan broadcast (BC) tentang bahaya penggunaan ponsel di pesawat. Yang lebih serem lagi, BC tersebut mengkaitkan antara sinyal radio ponsel dengan turbin pesawat. Contohnya seperti BC di bawah ini:

PESAWAT!!
–Rakyat high-class, tapi…?
Ini mungkin yang terjadi dgn LION Air di Bali?
Beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dgn menggunakan pesawat Garuda. Di dalam pesawat duduk di samping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya. Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu? Kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati. Setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunakan HP di dalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekuensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut. Lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Rakyat kita ini memang High-class. Handphonenya mahal, transportasinya pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi demi keselamatan sesama dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Wassalam
Erva Kurniawan
Direktorat Pesisir dan Lautan, Ditjen KP3K
Departemen Kelautan dan Perikanan

Bantu share ya biar lebih waspada! 16-04-13

Ehm… pesan yang panjang yang menurut saya “menggelikan”. Ketika saya jelaskan kepada yang mengirim BC, eh malah defensif dan ad hominem. Capeee deh. Jadi saya tulis saja di blog.

Keberatan saya atas BC tersebut adalah:

  • BC tersebut ditulis seolah-olah dari seseorang bernama Erva Kurniawan, yang ternyata berlatar belakang pekerjaan di departemen Kelautan & Perikanan. Bagi saya, ini sangat meragukan. Jika benar dari Erva Kurniawan, ternyata dia tidak berlatar belakang teknis yang memadai untuk menuliskan hal itu sebagai acuan teknis.
  • Membodohkan rakyat Indonesia? Seolah-olah kebanyakan (atau mayoritas) rakyat Indonesia adalah bodoh? Saya pikir justru penulis BC dan yang menyebarkannya yang bodoh, hehehe…
  • Orang Jerman lebih pintar dari orang Indonesia? Ehm… mungkin iya, tetapi dalam konteks pesan BC di atas, justru orang Jerman di atas yang nampak sangat bodoh. Karena meski pun dia menjabat supervisor dan memiliki keahlian di mesin turbin, tapi mengapa dia bisa menyimpulkan kalau mesin turbin bisa mati hanya gara-gara sinyal radio sebuah ponsel?
  • Benarkah mesin turbin bisa mati gara-gara sinyal radio sebuah ponsel? Secara logika sederhana, jika memang iya, maka 100% pesawat akan kecelakaan! Bukankah setiap pesawat menggunakan radio komunikasi? Bukankah pesawat terbang di atas menara BTS? Tidak dinyana kalau langit kita itu dipenuhi gelombang elektromagnetik sebagai media penghantar gelombang radio. Itulah yang menjadikan langit bumi nampak biru.
  • Pengirim BC mengatakan kalau dia mengirim pesan tersebut demi “safety”. Bagi saya, pesan tersebut justru pembodohan.

Benarkah Penggunaan Ponsel di Pesawat Berbahaya?

Mengapa regulasi/otoritas memaksa penumpang mematikan ponsel dan peralatan elektronika saat di pesawat, terutama saat tinggal landas dan mendarat? Benarkah sinyal ponsel penyebab kecelakaan pesawat?

Percaya atau tidak, penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat terbang tidak ada yang menyebutkan bahwa sinyal ponsel dapat menyebabkan kecelakaan atau pun menyebabkan turbin pesawat mati. Sinyal ponsel memang dipercaya dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi pesawat. Itu jika ponsel tersebut benar-benar dekat dengan piranti tersebut. Seperti saat ponsel kita diletakkan dekat sekali dengan radio, maka akan terdengar suara aneh dari radio karena interferensi sinyal ponsel. Tetapi pada jarak yang aman, sinyal ponsel tidak mengganggu.

Sampai sekarang masih terjadi perdebatan tentang keamanan penggunaan ponsel di pesawat. Dan kebanyakan maskapai lebih memilih langkah aman dengan melarang penggunaan ponsel dan alat-alat elektronika yang dicurigai dapat mengganggu sistem avionik. Latar belakangnya adalah karena teknologi pesawat yang dulunya sangat sensitif dan mudah terganggu oleh sinyal ponsel.

In flight technology

Nyatanya sekarang sudah banyak maskapai penerbangan yang memperbolehkan penggunaan ponsel di pesawat. Tidak hanya itu, bahkan maskapai tersebut menyediakan hotspot internet. Test terbang dengan penggunaan ponsel telah dilakukan antara tahun 2006 sampai 2008 dan ternyata aman. Dan sejak saat itu semakin banyak maskapai yang membolehkan penumpangnya menggunakan ponsel. (sumber: Mobile Phones on Aircraft (Wikipedia)

Kenyataannya pelarangan penggunaan ponsel di pesawat justru dikeluarkan oleh FCC (Federal Communications Commission), bukan dari FAA (Federal Aviation Association). Alasannya adalah karena ponsel aktif di pesawat akan terhubung dengan banyak sekali BTS atau menara selular. Di darat, biasanya kita akan terhubung dengan beberapa BTS/menara yang mengelilingi kita, namun di ketinggian 10,000 feet, ponsel akan menjangkau lebih banyak lagi menara/BTS yang berarti membebani lebih banyak sistem BTS/menara dari pada yang seharusnya. (Sumber: Can Your Cell Phone Interfere With A Planes Instruments? (Discovery)).

Kesimpulan

Perdebatan mengenai hal ini memang masih terjadi. Tetapi pembuktian keamanan penggunaan ponsel di pesawat sudah berlangsung. Dan kini sudah semakin banyak maskapai yang memperbolehkan penggunaan ponsel di pesawat, terutama pesawat lintas benua yang perlu penerbangan jarak jauh dan memakan waktu lama.

Broadcast pesan seperti contoh di atas malah cenderung melecehkan bangsa Indonesia. Pesan tersebut tidak simpatik sama sekali. Saya adalah salah satu penumpang yang disiplin terhadap regulasi penerbangan dengan mematuhi larangan penggunaan ponsel di pesawat. Saya mematuhinya karena itu larangan dan aturan. Saya tidak melanggarnya walau saya tahu bahwa ponsel tidak mempengaruhi sistem avionik yang semakin hari semakin modern dan kebal terhadap gangguan. Tetapi saya patuh terhadap aturan.

~~~

Beberapa sumber dari banyak sumber yg tersedia:
~ Mobile phones on aircraft (Wikipedia)
~ Can Your Cell Phone Interfere With A Planes Instruments? (Discovery)
~ Should U.S. airlines allow cell calls during flight? (USA TODAY)

~ WiFi di Pesawat Masih Harus Tunggu Kominfo (Kompas)

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Dewo, Elektronika, Opini dan tag , . Tandai permalink.

17 Balasan ke BC Penggunaan Ponsel di Pesawat

  1. Mbelgedez™ berkata:

    Seribu kali aku terbang, seribu kali pula aku melanggarnya.
    Sinyal ponsel ndak ada intetferent dgn sistim apa pun pd pesawat.
    Semua ini hoax yg dipaksakan amerika dgn maksut meminimalkan ponsel sbg bomb trigger ….
    Kalo msh ragu, saat pesawat pd ketinggian jelajah, cobealah hidupkan…. sekutil pun, ndak ada sinyal masuk tuh….
    Takut sinyal keluar dr ponsel ??
    Astagaaa… itu kekuatan sinyal ponsel no more than 0.02 watt !!

  2. jarwadi berkata:

    saya juga termasuk yang geli membaca broadcast ini baik di bbm sampai di facebook sekalipun, nyatanya saat ini dibeberapa maskapai malah menyediakan wifi onboard seperti GOGO, telkomsel juga berencana memasangnya di dalam pesawat bila ijin dari regulator sudah turun

  3. Lidya berkata:

    Rahasia nih ya mas, saya gak pernah baca BC sekalipun, biasanya langsung saya endchat 🙂 dan tidak pernah sekalipun melakukan BC

  4. Anita berkata:

    yang terpenting kita berusaha yg terbaik, pasti akan jadi lebih baik semuanya

  5. Imelda berkata:

    yang penting adalah mematuhi peraturan, kalau memang tidak boleh ya jgn dibuat. Peraturan ada utk ditaati bukan untuk dilanggar

  6. zedeen berkata:

    betul mas dewo..dari puluhan episode Air Crash Investigation di Natgeo yang sudah saya tonton, tidak satupun yang diakibatkan oleh ponsel..itulah mengapa saya selalu mengabaikan broadcast konyol..pernah juga bc ttg axis yang sedang uji coba sinyal, lalu dikuatirkan ponsel mengeluarkan infra merah yang berbahaya, maka ponselnya hrus dimatikan pada hari dan jam sekian..jiyan pekok tenan itu..buanyak orang di kota saya yang termakan isunya. mirip2 pekoknya kepercayaan ttg 12122012..capedeh

  7. jual alat berat berkata:

    masing-masing punya opini dan argumen yang berbeda, tapi kalo saya memilih untuk mematuhi peraturan, dan demi kenyamanan penumpang lainnya.

  8. Abiditya berkata:

    Saya sependapat dengan Emanuel, karena kalau kita sudah pakai “flight mode” apakah tetap HP harus kita matikan?? Hari ini saya dalam perjalanan Jkt-Bpn, saya ditegur oleh pramugari karena HP masih aktif (padahal sudah saya pasang “flight mode”, tolong kalau ada ahli komunikasi/ pramugari bisa menjelaskan dengan ilmiah bukan berdasarkan “katanya” atau aturan baku yang sudah usang, terima kasih.

  9. yg saya tau sinyal elektromagnetik tdk berbahaya tetapi dlm kasus tertentu bisa berbahaya trhdp sistem instrumen pesawat. selain itu bahan bakr jga sangat sensitif trhdp sinyal hp.
    jdi mnurut ane sih mending dimatiin aja deh, lagian udah ada peraturan kok :v

  10. berikut hasil publikasi NASA menyangkut interferensi sinyal elektromagnetik terhadap hal yang dianggap sepele pada penerbangan :
    http://asrs.arc.nasa.gov/docs/rpsts/ped.pdf
    jurnal resmi dari boeing:
    http://www.boeing.com/commercial/aeromagazine/aero_10/interfere_textonly.html

    kebanyakan kasus yang diakibatkan interferensi dan residual RF dari ponsel & PDA penumpang tidak diberitakan, namun sekecil apapun kasusnya, tetap tercatat dalam log setiap penerbangan.

    toh, perlu diingat, in-flight WiFi dan sinyal GSM adalah dua hal yang sama-sama ditujukan untuk komunikasi, tapi memiliki frekuensi dan karakteristik sinyal yang berbeda. Selain itu, pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh airline di Indonesia, kebanyakan bukan generasi terbaru yang kebal terhadap residual RF.

  11. Ping balik: Boleh Mengaktifkan Handphone Saat Terbang | Emanuel Setio Dewo

  12. okie berkata:

    Waktu saya ke singapura naik garuda boleh menghidupkan hp. Trus pernah baca di detik.com jg. Ini linknya klo garuda salah satu maskapai yg perbolehkan penggunaan mobile phones on board
    http://www.aeromobile.net/about-us/
    http://www.onair.aero/en/press-centre-news-releases?newsID=17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s