Server Oh Server

Hampir 2 minggu ini kami mengurusi server Co-Location yang kami letakkan di IDC Duren Tiga. Bermula dari niat meng-upgrade Sisop, Backup dan konfigurasi email, jadinya malah berantakan. Karena keesokan harinya server down, tidak bisa booting. Nah loh!

Yuk ngoprek server

Yuk ngoprek server

Akhirnya server pun kami tarik dari Data Center. Yang rusak adalah RAID Controller. Terpaksa kami memangkas fitur yang sebenarnya bagus itu. Jadi kami hanya menggunakan SATA. Kebetulan kami memang tidak menggunakan konfigurasi RAID. Anehnya board server tidak menyediakan ekstensi power. Terpaksa kami membuat sendiri kabel power untuk memberi tenaga bagi harddisk SATA kami. Untungnya berhasil, jadi kami tidak perlu mencari sparepart RAID Controller.

Server & RAID Controller yg rusak

Server & RAID Controller yg rusak

Selanjutnya tidak kalah repot, yaitu konfigurasi email server. Supaya bisa diakses dari email client semacam Outlook, ThunderBird, dan berbagai aplikasi pembaca email bawaan smartphone, kami pun mengkonfigurasi beberapa program security. Masalahnya dokumentasi resmi seringkali tidak berjalan mulus. Jadi kami harus mencari-cari dari berbagai sumber. Hingga akhirnya kami berhasil mengkonfigurasi akses email via port 587 (submissions port). Ternyata sebelumnya sasld tidak bisa berkomunikasi dengan dovecot, pantas saja selalu gagal, hehehe… Dan menemukan hal ini bukanlah perkara mudah. Paling tidak bagi kami yang tidak punya latar belakang pendidikan atau pelatihan resmi di server dan network.

Bersantai dulu sambil tetap mencari literatur

Bersantai dulu sambil tetap mencari literatur

Hari ini server yang kami gunakan untuk website, email & kolaborasi sudah bisa digunakan. Namun menyisakan 1 masalah, yaitu email diblokir oleh Yahoo (dan turunannya: ymail & rocketmail). Saya sudah mengirimkan email ke yahoo dan hari ini dapat balasan, email kami di-deprioritized karena beberapa issue. Kami harus memenuhi beberapa aturan yahoo. Baiklah, kami akan coba konfigurasi lagi.

Temuan yang tidak kalah seru adalah karena ternyata server kami memang jadi ajang spam oleh entah-berantah. Ini PR serius bagi kami. Betapa kurangnya pengetahuan dan keahlian kami tentang hal ini. Hiks…

Kalau ini sih cuma narsis di belantara server

Kalau ini sih cuma narsis di belantara server

Langkah sederhana terpaksa saya terapkan, yaitu dengan memaksa supaya para pihak menggunakan email resmi kantor untuk berkomunikasi internal. Karena ada beberapa yang masih menggunakan email yahoo untuk pekerjaan.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Foto, Hardware, Server dan tag . Tandai permalink.

8 Balasan ke Server Oh Server

  1. Lidya berkata:

    warna warni servernya keren ya mas

  2. Imelda berkata:

    waduh yahoo mail menurutku tidak praktis sama sekali 😀

  3. mkhuda berkata:

    Tetap semangat mas ! Kayaknya berat ya, kerja di bagian server .. hehe 😀

  4. Sopit Bajaj berkata:

    Server-nya hanya 1 unit ya pak Dewo ? Di buat virtualisasi saja menggunakan Distro Proxmox VE, kemudian di bagi 2 container, 1 container untuk Web Server yg di install virtualmin, 1 container lagi untuk Mail Server menggunakan Zimbra Open Source Edition.

  5. Agung Sulistyo berkata:

    pakai Xen Saja sudah powerfull….Saya juga punya Server di IDC pakai virtualisasi 7 Server didalamnya…jalan sempurna….

  6. abdi darmawan berkata:

    vSphere paling power full

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s