Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi dengan RFID

Jika memang benar pemerintah akan menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) untuk pembatasan pembelian BBM bersubsidi, menurut saya, ini malah menjadi blunder. Kesannya menjadi memecahkan masalah dengan masalah (baru).

Sekedar informasi, RFID yang digunakan untuk pembatasan ini berbentuk cincin (ring) yang akan dipasang di lubang pengisian bahan bakar mobil. Sebuah pembaca RFID (reader) akan membaca data yang ada di RFID dan mengecek di server sudah berapa banyak BBM subsidi yang dibeli. Jika sudah melebihi kuota, maka pembelian akan ditolak. Atau pengeluaran BBM akan terhenti saat jumlah kuota terpenuhi.

Tampaknya keren ya? Teknologinya tinggi. Tapi apa efektif dan efisien?

Bicara mengenai efisiensi saja sudah jelas tidak efisien karena pembelian RFID untuk dipasang di setiap kendaraan sudah merupakan biaya yang sangat besar. Belum lagi investasi banyak reader dan server di setiap SPBU. Sudah kebayang kan?

Mengapa efisiensi ini saya tekankan? Karena sebenarnya untuk keperluan identifikasi mobil sudah bisa dilakukan dari plat nomernya. Iya tho? Jadi sangat tidak efisien jika mengganti proses identifikasi kendaraan dari plat nomer dengan RFID. Kecuali jika kelak plat nomer bisa terintegrasi dengan RFID. Jika jalan sendiri-sendiri, kesannya tidak ada koordinasi yang matang antara kepolisian dengan pemerintah. Bukannya kendaraan baru perlu dipasang RFID untuk bisa beli BBM?

Sementara jika bicara efektivitas, bisa jadi tidak efektif. Kenapa? Salah satunya adalah karena RFID bisa dengan mudah dipertukarkan atau bahkan dipalsukan (jika mekanisme keamanan tertembus). Atau bisa saja pemilik kendaraan bilang kalau belum menerima RFID atau berdalih hilang.

Belum lagi kendala teknis di lapangan dimana server di SPBU tidak bisa terkoneksi dengan server pusat untuk keperluan validasi pembelian dan kuota. Jika gagal koneksi, apakah dianggap masih memenuhi kuota? Hehehe… mari kita hack koneksinya saja. Ini adalah hacking termudah, hehehe…

Mungkin segala alasan dan kendala bisa terjadi. Tapi hal ini bisa menjadikan antrian pembelian BBM jadi panjang karena berdebatan dan kendala.

Ah… mungkin masih banyak lagi masalah yang bakal timbul dengan penerapan RFID ini. Sejauh ini saya belum tahu negara lain yang menggunakan teknologi RFID untuk pembelian BBM.

Namun sebaiknya tidak memecahkan masalah dengan masalah lain. Hmmf…

~~~

Berita terkait:
~ Alat Kendali BBM Diuji Coba Pekan Depan (kompas.com)
~ Ini Dia Teknologi Pengendalian BBM Bersubsidi (kompas.com)
~ Sebelum Oktober, Pembeli BBM Bersubsidi Harus Punya RFID (kompas.com)
~ Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Diumumkan Maksimal 17 Juni (kompas.com)

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi dengan RFID

  1. yoes berkata:

    Mbuh bro , nambahi mumet tok, Ƙªℓ☺ ♏ªũ‎​‎​ irit subsidi. bbm tinggaL premiuum Dihilangkan ganti pertamax semua

  2. Menurut pemahaman saya pribadi, apa yang mas jabarkan pada artikel diatas sangat benar, karena hal ini akan menutup sebuat masalah dengan masalah yang lebih besar. Contoh paling banyak akan terlihat ialah masalah teknis, pasti diatara banyak orang, pasti ada 1 atau 2 orang yang akan mencoba mengakali sistem tersebut, dengan asumsi sebuah sistem pasti ada celahnya. Dengan begitu ketika banyak orang yang mengetahuinya, dan akan menjadi masalah lebih besar lagi.

  3. Vivian U. Calhoun berkata:

    Ia menjelaskan, pengendalian konsumsi BBM bersubsidi ditujukan kepada angkutan umum, sepeda motor, mobil pribadi serta kendaraan lain yang menggunakan BBM bersubsidi. Menurutnya selama ini pembelian BBM tersebut tidak terkontrol yang mengakibatkan over kuota BBM subsidi. Ditargetkan pada Juli nanti, SPBU dan kendaraan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sudah terpasang perangkat monitoring. Sedangkan akhir 2013, di seluruh pulau Jawa sudah terpasang perangkat ini.

  4. Stewart V. Fernandez berkata:

    VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir menuturkan pihaknya akan menyediakan RFID di sejumlah SPBU yang ada di Jakarta. Setelah 1 Oktober, para pembeli BBM bersubsidi harus sudah memiliki alat tersebut. “Kalau tidak memilikinya, masyarakat tidak bisa membeli premium maupun solar,” ujarnya kepada Kompas.com Jumat (31/5).

  5. Margret Z. Bender berkata:

    VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir menuturkan pihaknya akan menyediakan RFID di sejumlah SPBU yang ada di Jakarta. Setelah 1 Oktober, para pembeli BBM bersubsidi harus sudah memiliki alat tersebut. “Kalau tidak memilikinya, masyarakat tidak bisa membeli premium maupun solar,” ujarnya kepada Kompas.com Jumat (31/5/2013).

  6. Carilah..maka kamu akan mendapatkan. (Tentunya dengan bantuan mba gugel, hihihi)
    Akhirnya menemukan artikel yg bikin penasaran krn dijadikan bahan ujian. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s