Janjian Yuk?

Kebetulan daku sedang mengerjakan modul Appointment Online untuk RS kami. Kemudian kami ngobrol ngalor-ngidul mengenai telfon, yang mana sekarang sudah demikian canggihnya sehingga disebut smartphone. Seperti kita ketahui, kehadiran smartphone ini memudahkan kita dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dll. Salah satunya adalah untuk appointment atau janjian.

Obrolan kami bukan mengenai kecanggihannya, tapi justru ketiadaan sarana ini di masa lampau. Bagi sebagian orang angkatan tua seperti kami, tentu mengalami di suatu masa di mana alat komunikasi belum melimpah seperti sekarang.

Kalau pun ada, masih model engkol. Itu pun tidak semua orang punya. Mau nelpon si A tapi si A belum punya telfon. Hihihi…

Lantas bagaimana jika kita ada perlu sama orang lain? Biasanya sih langsung datang ke rumahnya. Surpraaaiiisss… (*gubrak*). Sehingga tidak jarang seruan terkejut keluar dari orang yang kita tuju saat melihat kita sudah di depan pintunya. (*apalagi kalau mau nagih hutang, hehehe*)

Paling sebel kalau sudah jauh-jauh datang (apalagi luar kota) tapi orang yang kita tuju tidak ada. Kadang perlu nunggu lama. Itu pun kalau yang ditunggu segera pulang.

Kadang kala sudah janjian sebelumnya. “Nanti sore aku ke rumahmu ya?” Itu kalau sebelumnya sudah ketemu. Kadang nitip pesan ke orang terdekatnya kalau kita akan datang ke rumahnya nanti sore. Lha tapi ketika si pembawa pesan kemudian tidak ketemu orangnya, atau si orang yg kita tuju bilang, “wah, nanti sore saya ada acara.” Lalu bagaimana si pembawa pesan mengabarkan ke kita? Mosok dia harus mencari kita untuk mengabarkannya? Itu pun kalau dia ketemu kita. Wah jadinya cari-carian, hahaha…

Ternyata dulu banyak masalah ya? Tapi dulu tidak terlalu menganggapnya sebagai masalah. Mungkin karena sudah terbiasa “kecele” (tidak ketemu dengan orang yg dituju).

Sekarang malah rasanya wajib kalau kita akan ketemu harus membuat janji terlebih dahulu. Rasanya tidak sopan kalau tiba-tiba datang tanpa janji terlebih dahulu. Ehm, itu yang daku rasakan sih. Bagaimana dengan Anda? Selalu buat janji? Atau tiba-tiba datang saja?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Curhat, Dewo, Opini dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Janjian Yuk?

  1. Idah Ceris berkata:

    Sudah jauh2 datang, tapi gak ketemu. Ini rada2 curhatan masa lalu ya, Om. Hihihih
    Kalau saya selalu buat janji dulu, biar siaaap. Sama2 siaaap. :mrgreen:

  2. latansaide berkata:

    nggak buat janji juga gapapa kok, kalau orangnya nggak ada ya risiko sendiri. biasanya gitu kalau ke rumah teman pas kebetulan lewat daerahnya…

  3. Lidya berkata:

    kalau saya ke RS awal bros bekasi bisa janjian dong sama mas dewo siapa tau dapet diskon hehehe

  4. Ping balik: Uji Coba Sistem Appointment Rumah Sakit (Beta) | Emanuel Setio Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s