Bye Sepedaku

Pagi yang cerah. Rencananya daku mau sepedaan. Maka daku pun turun ke basement dengan membawa pompa. Namun kemudian daku jadi terharu, ternyata sepeda yang kukenal masih keren itu kini jadi buluk, super buluk malah. Padahal sudah ditutupin jas hujan (entah oleh siapa, xixixi). Baiklah, daku gambarkan sedikit: semua bannya kempes, penuh debu, banyak sekali sarang laba-laba. Dipegang langsung membuat tangan jadi kotor.

Daku pun mencoba mengingat-ingat kapan terakhir menggunakan sepeda ini. Mungkin lebih dari 1.5 tahun. Atau malah sudah 2 tahun lebih? Maklum, sejak pindah ke Modernland, daku lebih sering jogging dari pada bersepeda. Walau pun sekarang jogging pun jarang, hmmm… (*dasar pemalas*)

image

Baiklah, dengan ditabah-tabahkan daku pun mencoba memompa ban belakang. Ternyata sampai gempor tidak membuat ban terisi angin. Wah kasihan juga, sudah buluk banget, tidak bisa dipompa juga. Jadi males kan?

Lalu daku pun iseng menawarkan sepeda ini ke satpam dan petugas cleaning service yang sejak tadi turut prihatin melihat kondisi sepedaku. “Pak, siapa tahu ada yang minat, sepeda ini mau saya jual saja.”

Eh, ternyata mereka berminat. “Memangnya mau dijual berapa, Pak?”

Langsung giliran daku yang bingung, mau dijual berapa ya? Apalagi kondisinya memprihatinkan kayak gini.

“Berapa aja deh, Pak. Coba saja ditawar.” Kataku penuh semangat.

Daku pun menjelaskan fitur yang ada seperti persneling di kedua roda, rem depan cakram, ada shockbreaker, intinya cocok kalau mau untuk off road.

“Kalau 300.000 boleh, Pak?” Tanya seorang petugas cleaning service. “Mau buat transportasi saya dari pada naik angkot.”

Ehm, kok jadi terharu juga ya? “Baiklah 300ribu saja.” Kataku singkat. Mungkin sepeda ini akan sangat berguna baginya. Lagi pula mungkin dia harus memperbaiki sepeda ini dengan biaya yang tidak sedikit, jadi gapapalah dijual segitu saja.

Maka daku pun harus berpisah dengan sepedaku, yang kini ternyata sudah buluk sekali, hiks… Untunglah masih ada orang yang membutuhkannya.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Curhat, Dewo, Personal, Sepeda dan tag . Tandai permalink.

8 Balasan ke Bye Sepedaku

  1. Iksa berkata:

    Ha … memang musti ada kawan-kawannya yang rutin sepedaan tuh … eh tapi sering keluar kota juga ya …

  2. chocoVanilla berkata:

    Waahhh…semoga berguna untuk si cleaning service yaa 🙂

    Suk meneh nek nduwe barang mbok yo diopeni 😛

  3. Lidya berkata:

    Semoga sepedanya bermanfaat bagi yang membeli

  4. lazione budy berkata:

    punya barang tak terpakai tp msih bagus? jual saja di tokobagus.com, cepat mudah gratis.
    hehe…

    Sepertinya akan lebih bermanfaat sama dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s