Antara Saya dan Kamu

Kalau daku amati, banyak orang yang memutarbalikkan penggunaan kata antara “saya” dengan “aku”, atau “anda” dengan “kamu”. Bingung ya? Xixixi… Supaya tidak bingung, daku coba paparkan maksudku. Begini, menurutku pasangan yang benar dari “aku” adalah “kamu”. Sedangkan “saya” adalah “anda”.

Jadi kalau seseorang menyebutkan dirinya “aku”, maka ketika dia menyebutkan orang yang diajaknya bicara, dia seharusnya menyebutkan “kamu”. Sama halnya ketika dia menyebutkan dirinya dengan “saya”, maka dia menyebutkan orang ke-2 sebagai “anda”.

Namun banyak orang yang mencampurkannya. Ketika dia menyebut dirinya sebagai “saya”, kerap kali daku amati dia menyebut orang ke-2 sebagai “kamu”. Daku malah jarang mendengar sebaliknya, antara “aku” dan “anda”.

Yang membuat daku tergelitik adalah, jika pasangan “saya-anda” acap kali dipakai sebagai bahasa formal, sedangkan “aku-kamu” sebagai bahasa keseharian dan lebih menekankan kedekatan antar individu peserta bicara, maka bagaimana jika penggunaannya dicampurkan? Jika seseorang dalam perbincangan menggunakan “saya” (formal) kemudian juga “kamu” (keseharian, non formal), maka bagaimana dia bisa menganggap lawan bicaranya formal? Apakah karena dia menganggap lawan bicaranya lebih rendah dari padanya sehingga dia tidak perlu memformalkan kata-ganti lawan bicaranya? Sedangkan untuk dirinya sendiri diformalkan dengan menggunakan “saya”?

Ironisnya pasangan campuran sebaliknya “aku-anda” jarang saya dengar dalam perbincangan. Kalau pun ada, seringkali “anda” menjadi kata ganti yang sifatnya menyindir karena biasanya Si Pembicara sedang dalam keadaan emosi dan pengucapan “anda” dengan nada tinggi.

Ini sama parahnya dengan salah kaprah penggunaan “kita” dan “kami” oleh kebanyakan artis. Mungkin daku yang gagal memahami tata bahasa Indonesia?

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Curhat, Dewo, Opini dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Antara Saya dan Kamu

  1. Iksa berkata:

    Wah aku termasuk yang gagal paham nih … he he

  2. ysalma berkata:

    saya termasuk yang mana ya?
    yang sering sih anak saya kalau lagi asyik dengan sesuatu, kemudian diajak bicara,
    reflek dia menjawab,”kamu jangan gitu dong”, begitu ngeh yang lagi ngajak ngobrol maknya, ehh,, mama…

  3. Agung Rangga berkata:

    ehehehe, saya udah terbiasa ngomong ‘saya’ ke orang lain, baik yang sebaya, lebih muda, atau lebih tua dari saya.
    tapi tetap ngomong ‘anda’ ke yang lebih tua, dan ‘kamu’ ke yang sebaya dan lebih muda~ :mrgreen:

  4. zedeen berkata:

    kalau saya biasanya pake saya-situ whehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s