Pecel Solo, Waroeng Tempo Doeloe

Saat mengungsi di Starbucks sudah usai, kami akan makan siang. Di depan persis ada Pecel Solo, kami pun mencoba makan di situ. Sebenarnya kami agak ragu, secara resto-nya sepi. Kami pun curiga, jangan-jangan makanannya tidak enak.

pecel0

Tapi akhirnya kami memutuskan untuk mencobanya. Toh kami semua suka makan sayuran.

pecel00

Masuk ke dalam membuat kami terbuai, suasananya jadoel (jaman dulu). Mejanya bernama “Gledek Lengek”.

pecel1

Apa sih artinya “Gledek Lengek”? Berikut adalah tulisan yang tertera yang merupakan definisi dalam bahasa Inggris:

Gledek Lengek is the typical of ponorogo grobak. Which is very difficult to find recently. It’s was used for a valuables storage in the 19 century by farmers in the village

pecel4

Di setiap meja terdapat Coffee Beer dan Sari Temulawak. Ini minuman jaman dulu.

pecel3

Sedangkan di tengah bangunan terdapat area peracikan pecel. Dari sinilah pesanan aneka pecel diracik. Karena tidak perlu acara masak-memasak, maka makanan kami pun cepat tersedia.

pecel2

Daku memesan Pecel Solo Komplit. Seperti foto di bawah inilah bentuknya. Sedangkan teman ada yang memesan Pecel Ndeso.

pecel5

Menurutku enak kok. Tapi teman-teman bilang kurang, malah katanya enakan Pecel Madiun sebelah RS Awal Bros Bekasi. Selera memang beda-beda, xixixi…

Namun bagiku, ini mengingatkan makanan kebangsaan saat kuliah di UNDIP Tembalang, Semarang. Di samping kampus ada warung favorit mahasiswa yang berkantong cekak macam daku ini. Karena dengan membayar beberapa ribu rupiah sudah bisa makan pecel plus teh tawar. Cukup mengenyangkan.

pecel6

Yang mengasyikkan adalah suasananya. Benar-benar serasa di Jawa Tengah, atau Solo seperti judul restoran ini. Dinding dipenuhi foto-foto pengunjung terkenal dari kalangan artis mau pun pejabat. Namun begitu penataannya bagus.

pecel7

Walau pun tidak menggunakan AC, suasanya cukup nyaman walau pun sedikit hangat. Selesai makan kami mencicipi minum Coffee Beer dengan es. Walau pun namanya “bir kopi”, ternyata rasanya lebih mirip moka. Enak kalau diminum dingin.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Foto, Kuliner, Makan-makan dan tag , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Pecel Solo, Waroeng Tempo Doeloe

  1. suparman berkata:

    mantap…

  2. Vicky Laurentina berkata:

    Mas, harga menunya rata-rata berapa, Mas?

  3. Lidya berkata:

    minuman rempah semacam bir pletok ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s