Virtualisasi Dengan Proxmox VE untuk Makassar

Server IBM seri X terbaru telah tiba di Makassar. Server ini cukup powerfull dengan 2 processor Xeon 8C E5-2640. Total memiliki 32 thread. Wow…

Berbekal spesifikasi yang mumpuni, saya mengusulkan untuk menggunakan virtualisasi. Paling tidak ada beberapa alasan mengapa saya mengusulkan penggunaan virtualisasi, yaitu:

  1. Memisahkan fungsi webserver (dan aplikasi) dengan database server ke 2 Virtual Machine. Jadi core prosesor terbagi untuk kedua fungsi tersebut.
  2. Dengan VM, maka proses backup dan recovery dapat dilakukan dengan cepat per-VM. Atau jika kelak migrasi mesin bisa dilakukan per image VM. Tidak perlu proses instalasi lagi.
  3. Bisa ditambahkan VM baru sesuai kebutuhan kelak di kemudian hari.

proxmox

Sebelum akhirnya memilih menggunakan Proxmox VE 3.4, saya sudah mencoba KVM-qemu dan LXD di Ubuntu. Sayang keduanya tidak berjalan mulus. Pada KVM saya kesulitan mengkomunikasikan 2 buah VM padahal keduanya dalam subnet yang sama dan sudah di-route di hosts. Ironisnya mesin host KVM pun tidak bisa mengakses IP kedua VM tersebut. Sedangkan dari komputer lain yang 1 subnet bisa tersambung ke kedua VM dan host.

Dengan LXD malah gagal. Kayaknya ada sesuatu yang belum saya pahami. Mestinya dengan LXD akan lebih efisien karena dia memvirtualisasi OS yang pasti akan banyak mengurangi over head jika dibandingkan VM murni. Tapi status LXD saat ini belum dipercaya betul oleh komunitas untuk server production.

Dan pakai proxmox lebih nyaman… Semua berjalan baik dan kendali bisa dilakukan dengan mudah via browser. Bahkan remote akses desktop bisa dilakukan via browser.

Saat ini kami sudah memigrasikan server lama ke VM di proxmox VE. Dan server-server VM sudah dalam fase aktif digunakan. Kami akan memonitor bagaimana kinerja server baru dengan Proxmox ini. Semoga sih lancar, hehehe…

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s