Sony Smartband Talk SWR30

Kira-kira 2 bulan yang lalu saya melihat Sony SmartBand Talk SWR30 dan saya merasa jam tangan ini sangat simple dan keren. Sebenarnya tidak hanya fungsinya yang sebagai jam yang saya senangi, tetapi karena dia mampu mencatat aktivitas keseharian kita. Ya… dia disebut sebagai activity wristband oleh Sony.

Dua bulan lalu harganya masih sekitar Rp 1,8 juta. Itu sudah didiskon dari harga resminya yang lebih dari 2 juta. Dua hari yang lalu saya lihat harganya sudah turun ke Rp 1,379,000. Wah lumayan juga turunnya. Jadi saya pun membelinya.

Sony SmartBand Talk SWR30

Sony SmartBand Talk SWR30

Pada paket tersedia beberapa lembar petunjuk, kabel USB, band ukuran kecil dan plastik pengunci cadangan.

Isi paket SWR30

Isi paket SWR30

Saat saya coba nyalakan ternyata baterai sama sekali kosong. Pada paket hanya disertakan kabel charger USB yang berarti kita perlu menggunakan charger atau dihubungkan ke PC. Untunglah kabel USB-nya generik seperti yang dipakai kebanyakan smartphone.

Baterainya yang cuma 70 mA bisa diisi penuh selama kurang lebih 30 menit. Display-nya monokrom, dengan teknologi e-ink yang dikenal hemat daya karena hanya mengkonsumsi daya ketika tampilan berubah. Tampilan pertama adalah 0000. Jamnya perlu diseting.

Untuk mensetting segalanya di SmartBand Talk diperlukan instalasi aplikasi SmartBand Talk SWR30 dari Google Play Store. Aplikasi ini akan mengatur semua hal dari SmartBand Talk. Soalnya SmartBand Talk sendiri tidak memiliki kontrol untuk mengubah-ubah setting bahkan untuk mencocokkan jam. Semuanya dilakukan dari aplikasi Android ini. Yang bisa dilakukan oleh dari SmartBand Talk hanyalah mengubah mode saja. Begitu pairing berhasil, tampilan jam di SmartBand Talk langsung sinkron dengan jam di Android.

Memang ada baiknya pengaturan setting dilakukan dari aplikasi Android karena display di SmartBand Talk sangat kecil dan rasanya tidak nyaman jika pengaturan dilakukan di SmartBand Talk.

Oh iya, SmartBand Talk memiliki 3 buah tombol, yaitu 2 tombol di samping kanan atas sebagai pengatur volume dan 1 tombol di samping kanan bawah untuk mengubah mode. Saat mode diubah, kita bisa berinteraksi dengan aplikasi dengan mengetuk display-nya. Ini bukan touchscreen yang bisa disentuh, tetapi perlu diketuk supaya terbaca sensor geraknya.

Selain fungsi jam dan pencatat aktivitas, SmartBand Talk bisa menampilkan notifikasi pesan email (Gmail), Pengingat Kalendar, Chat (WhatsApp), dll. Kita bisa menambahkan notifikasi dari aplikasi lain. Saya menambahkan tampilan notifikasi dari BBM. Tapi semua notifikasi ini rupanya sangat mengganggu. Jadi saya mematikan semuanya, hahaha…

Fitur lain yang cukup menarik adalah menerima telfon dari SmartBand Talk. Sayangnya menggunakan fitur ini sangat menguras baterai. Sedangkan speaker dan microphone kecil dari SmartBand Talk tidak terlalu bagus. Lebih baik menerima telfon dari Smartphone yang biasanya sudah dilengkapi noise cancellation sehingga suara kita bisa diterima dengan baik.

Secara default sudah ada 2 aplikasi terinstall di SmartBand Talk, yaitu Beranda dan Rincian Kegiatan. Hehehe nama aplikasinya sudah dalam bahasa Indonesia. Beranda akan menampilkan informasi jam dan pencapaian aktivitas kita. Ada beberapa opsi tampilan, dari penampilan jam dalam format digital, analog, cuaca, detail aktivitas, dll. Saya lebih suka tampilan jam digital lengkap dengan hari dan tanggal. Kemudian ditambahkan indikator pencapain aktivitas.

Kita bisa menginstall aplikasi tambahan di SmartBand Talk dari aplikasi ini. Saya menginstall Smart Badge untuk menampilkan informasi pribadi dan Smart Camera yang berfungsi sebagai remote shutter kamera smartphone.

Smart Badge

Smart Badge

Seharian kemarin saya memonitor aktivitas saya dan rupanya pencapaiannya masih kurang dari setengah. Xixixi…

Kurang dari setengah target aktivitas fisik

Kurang dari setengah target aktivitas fisik

Melihat detail aktivitas akan lebih nyaman saat kita menginstall Lifelog. Dengan Lifelog kita bisa melihat secara detail apa saja aktivitas kita dan berapa lama dilakukan. Lengkap dengan jam berapa dilakukan. Tidak hanya aktivitas fisik seperti berjalan, berlari dan bersepeda, dia juga menampilkan berapa lama kita berkomunikasi dan berinteraksi, bahkan berapa lama kita tidur.

Tampilan Lifelog

Tampilan Lifelog

Mengenai akurasi nampaknya masih perlu dipertanyakan. Soalnya di situ saya tercatat 12 menit bersepeda. Padahal saya kan tidak bersepeda seharian itu. Maklum, belum punya sepeda, xixixi…

Ketidakakuratan lain adalah, saya tercatat mengambil 27 foto. Padahal saya melakukan screen capture saja. Juga mendownload beberapa gambar di smartphone. Tapi rupanya dianggap mem-foto.

Aplikasi Lifelog juga menyediakan widget untuk menampilkan indikator pencatatan kegiatan harian yang bisa dipasang di home screen. Jadi kita bisa melihat secara segera beberapa aktivitas yang telah kita lakukan.

Tidak dipungkiri, fasilitas pencatatan aktivitas harian plus indikator pemenuhan targetnya membuat saya terpacu untuk lebih aktif dalam bergerak. Rupanya saya selama ini kurang aktif. Lebih banyak duduk di depan komputer. Sudah saatnya banyak bergerak supaya bisa lebih bugar dan sehat.

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Android, Gadget, Review dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sony Smartband Talk SWR30

  1. Lidya berkata:

    jadi lebih sehat deh pakai jam ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s