Sepeda Merida Matts 6.20

Setelah membulatkan tekad, akhirnya saya memutuskan membeli sepeda. Syukurlah dekat sini ada ACE Hardware, tepatnya di Balekota Mall. Jadi sepulang dari kantor langsung ke sana.

Sayangnya di sana tidak selengkap ACE Hardware di Living World, Alam Sutera. Pilihan sepeda tidak banyak. Hanya ada beberapa merek. Tapi ada 2 sepeda keren yang dipajang di atas display. Merek-nya Merida. Saya belum pernah dengar merek ini. Lalu saya iseng tanya teman-teman di Facebook, “Sepeda Merida bagus gak?”

Merek lain tampak tidak rapi finishingnya. Finishing yang saya maksud salah satunya adalah cat finishing-nya yang nampak pertama kali di mata, selain tentu saja parts yang lain. Entah mengapa kebanting jika dibandingkan dengan Merida yang sudah saya lihat lebih dulu. Hanya saja, Merida kok mahal banget yak? Harganya 2x budget yang sebelumnya saya tentukan saat mau beli sepeda.

merida01

Dan lagi saya betul-betul awam mau beli sepeda ukuran berapa. Sedangkan di situ ada pilihan frame 16 dan 18. Menangkap kebingungan saya, penjaganya menawarkan untuk mencobanya. Dia mengangkat sepeda yang di atas display. Sebetulnya saya khawatir saat dia mau ambil sepeda yang terletak agak tinggi itu. Ternyata si penjaga gampang saja mengambilnya. Bahkan tangan satu. Kayaknya ringan. Jadi saya pun mencoba mengangkatnya dan ternyata memang ringan. Wah… saya bener-bener ndeso ya?

Pertama saya mencoba Merida Matts 6.20 yang punya ukuran frame C-T (center to top) 18″ sedangkan ukuran roda 26″. Ternyata pas banget dengan tinggi badan saya yang tidak proporsional ini. Saya puterin beberapa kali area penjualan. Sayangnya tidak bisa ngebut… bisa benjut saya, hahaha…

Selain Matts 6.20 ada tipe 6.40 yang lebih keren parts-nya. Menurut penjaganya, kedua tipe ini baru dan baru saja dirakit. Saya pun mencoba tipe 6.40 yang sudah punya rem hidrolik dan parts persneling lebih tinggi grade-nya dari pada 6.20. Menurut saya sih rasanya sama saja dengan 6.20. Mungkin karena frame-nya sama. Tapi harganya tipe 6.40 lebih mahal membuat saya memilih tipe 6.20.

merida02

Untuk meyakinkan diri, saya pun mencoba merek lain di situ. Sebenarnya merek lain punya fitur tidak kalah, tetapi kalau dilihat kayaknya tidak bagus parts-nya. Sayangnya hanya ada 1 ukuran frame. Kata si penjaga ukurannya All Size. Saya coba kendarai beberapa kayuh. Nampaknya saya tidak dapat rasa senyaman Merida. Baiklah, bulat sudah pilihan saya ke Matss 6.20.

Saya tenteng sendiri Merida Matts 6.20 dari ACE di lantai 2 ke parkiran melewati 2 eskalator. Tapi sepedanya tidak berat kok. Di eskalator seseorang bilang, “Sepedanya bagus ya?” Saya pun cuma mengangguk sambil tersenyum.

Di parkiran saya tunggangi sampai mobil. Itung-itung nyobain sepeda, hahaha… Barulah kemudian bingung memasukkan Matss ke bagasi Mbakvega yang mungil itu. Setelah jok belakang dilipat semua dan roda depan dicopot akhirnya Matts bisa masuk dengan sukses.

merida03

Sesampai di apartemen barulah teman-teman di facebook menjawab kalau merek Merida bagus. Dan setelah saya googling, rupanya Merida pemain lama di dunia sepeda, sudah 40 tahun!

Besok pagi harus mulai sepedaan lagi! Semangat!

~~~

Terkait:
~ Merida Bikes (Wikipedia)
~ Merida Bikes International (Official)

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh, Personal, Sepeda dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Sepeda Merida Matts 6.20

  1. Wage Rahardjo berkata:

    Salam Mas Setio,
    Saya juga seorang penggemar sepeda. Cuma sepeda saya bukan jenis sport tapi sepeda ibu-ibu yang ada keranjang ke bagian depan. Bukan untuk olah raga tapi untuk kendaraan sehari2. Namun yang jelas, sama2 sepeda. Salam dan selamat mudik, semoga selamat.

    • Salam Mas Wage,
      Wah, saya juga pengen bisa bersepeda setiap hari untuk ke kantor. Tapi saat ini belum memungkinkan, jalanan sangat ramai, ngeri jadinya.
      Selamat berlibur juga, Mas Wage. Salam.

    • wage berkata:

      Secara umum, di negeri kita, bersepeda memang bukan aktivitas yang 100% aman dan menyenangkan atau bahkan tidak berlebihan kalau saya sebut mengerikan. Kemungkinan disenggol, diserempet atau ditabrak lumayan besar. Sangat tidak aman apalagi untuk anak2.

      Hanya orang2 yang betul2 hobby, punya nyali, idealis atau terpaksa (seperti saya) yang mau melakukannya. Saya tidak punya motor atau mobil jadi kemana2 ya pakai sepeda doang. Nanti saya coba bikin tulisannya dan upload gambarnya. salam

    • Saya tunggu sharing-nya, Pak Wage.
      Salam.

  2. supriyadi berkata:

    Berapa harganya sepeda merida tsb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s