Ancaman Gereja Katolik

Kemarin terjadi demonstrasi penolakan pembangunan Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi oleh beberapa ormas Islam. Mereka menuding proses perijinan dilakukan dengan curang. Ada juga yang bilang kalau lokasi rencana gereja tersebut ada di tengah-tengah pesantren. Benarkah? Atau hanya alasan yang dibuat-buat?

Setelah dilakukan intermediasi akhirnya status pembangunan menjadi status quo. Tidak boleh diteruskan dan harus diulangi proses perijinannya.

Mendengar ini kok jadi sedih…

Apakah keberadaan gereja menjadi ancaman bagi masyarakat? Jika iya, apa wujud ancaman tersebut?

Takut Kristenisasi? Perlu diketahui bahwa untuk menjadi seorang Katolik tidaklah semudah pembacaan Syahadat yang setelah selesai dibaca langsung bisa dibaptis dan orang tersebut bisa disebut Katolik.

Menjadi seorang Katolik harus melalui proses panjang, Teman-teman! Dimulai dari kesadaran diri dan mengikuti Katekisasi (pelajaran agama) selama setahun, yang jika tidak lulus, maka harus diulangi dari awal. Kalau lulus, barulah orang itu bisa dibaptis.

Seorang remaja (belum dewasa) yang ingin ikut Katekisasi harus mendapat persetujuan secara tertulis dari orang tuanya. Tidak boleh langsung nyelonong mendaftar ikut Katekisasi.

Boleh dibilang, Katekisasi itu seperti mengikuti pondok pesantren. Jika lulus dan dibaptis, maka dia bisa disebut seorang Katolik. Jika tidak lulus/dibaptis, ya belum bisa disebut Katolik. Kalau tetap mau menjadi Katolik ya harus mengulang Katekisasi. Susah kan?

Paling enak memang menjadi Katolik sejak bayi, dibaptis ketika masih bayi. Yang sulit tentu Bapak Baptisnya yang harus selalu mendampingi tumbuh kembang jasmani dan rohaninya.

Jadi tidak ada alasan takut Kristenisasi atau Katolikisasi. Karena jika ada orang yang mau masuk Katolik tentu itu atas keinginan dirinya sendiri atas dasar panggilan Tuhan yang menginginkan dia masuk menjadi Pengikut Kristus. Coba saja buka Kitab Yohanes 15 ayat 16:

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Sebagai tambahan, setelah dibaptis perjalanan menjadi seorang Katolik masih panjang (baca: Sakramen Katolik). Dan itu tidak mudah loh. Sulit membayangkan orang yang “dikristenisasi” bisa menjadi seorang Katolik.

Di lain pihak, saya malah khawatir kalau penolakan pembangunan Gereja dengan alasan dibuat-buat ini memiliki motif lain. Sebagai informasi, penolakan ini bukan hal baru. Sudah sangat sering terjadi. Banyak gereja yang gagal dibangun.

~~~

Berita-berita:
~ Demo tolak pembangunan gereja, massa blokir Jalan Ahmad Yani Bekasi (Merdeka.com)

~ Tolak Pembangunan Gereja, Massa Minta Status Quo (Tempo.co)

~ Demonstrasi Tolak Pembangunan Tempat Ibadah di Bekasi Ricuh (liputan6.com)

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Kristiani, Yesus Kristus. Tandai permalink.

3 Balasan ke Ancaman Gereja Katolik

  1. lazione budy berkata:

    mirislah,
    revolusi mental!

  2. VidhoRivera berkata:

    Ikut Prihatin, Pak. Saya pun turut menduga peristiwa ini bukan melulu soal paranoid yang berlebihan. Kepentingan ekonomi dan politik sering bermain disini.

  3. didot17 berkata:

    itulah potret umat islam yg masih kedaerah-daerahan, dan disetiap daerah ada pemimpinnya. mungkin pemimpinnya belum tinggi ilmu agamanya. Di Jawa Timur, khususnya Surabaya, Masjid Al Akbar bersebelahan dengan Gereja, dan di banyak tempat, Masjid dan Gereja bersebelahan, disini rukun.
    Satu hal, Tuhan tidak memandang agama-agamanya manusia, tapi yang dipandang dan dinilai adalah akhlaknya manusia.
    Kebetulan saya beragama Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s