Laptop Hybrid Acer One 10

Laptop hybrid yang bisa berubah bentuk dari laptop ke tablet rasanya sedang nge-trend belakangan ini. Kebetulan saat saya sedang mudik ke Semarang ada pameran komputer di Java Super Mall (tgl 25-29/09/2015). Jadi saya pun menyempatkan diri melihat pameran sambil mencari laptop hybrid untuk Kirana dan mamanya.

Sebelumnya saya sudah googling mencari opsi laptop hybrid yang sekiranya terjangkau. Dari beberapa pilihan, rasanya hanya Acer One 10 yang punya harga terjangkau. Sedangkan opsi dari Asus Transformer, Lenovo Yoga dll harganya lebih tinggi. Jadi saya pun fokus mencari stand yang menjual Acer One 10 dengan harga termurah.

Keistimewaan dari Acer One 10 selain harganya yang terjangkau adalah karena dia mampu berubah bentuk dalam 4 mode, yaitu laptop, tenda, mode display dan tablet. Pelepasan dan penyatuan tablet ke keyboardnya dilakukan dengan magnet yang kuat. Karena daya rekat magnetnya cukup kuat, untuk melepaskan tablet-nya harus dari satu ujung terlebih dahulu, baru ujung berikutnya.

Penampakan Acer One 10

Acer One 10 dengan seri S100X/S1001 ini memiliki prosesor Intel Atom Z3735F yang memiliki 4 core dengan clock 1.83GHz. Dengan dibekali RAM DDR3 2 GB dan kapasitas penyimpanan data utama 32 GB dengan tipe eMMC plus harddisk 500 GB di keyboard, rasanya sudah cukup bagi Kirana & Sisi yang tidak memerlukan aplikasi berat.

Sebelah kiri cukup padat fungsi

Acer One 10 memiliki layar 10″ dengan resolusi HD 1280×800 yang mendukung multi touch. Kita bisa langsung berinteraksi dengan jari kita. Sistem operasinya Microsoft Windows 8.1 yang dapat di-upgrade ke Windows 10. Sayangnya saya belum sempat melakukan upgrade ke 10. Selain itu sudah dibekali Office 365. Namun sebelum bisa menggunakannya Office 365, kita harus men-download dan meng-install-nya terlebih dahulu.

Acer03

Kalau melihat fisiknya, laptop hybrid ini meletakkan hampir semua komponen inti di bagian belakang layarnya. Jadi layarnya tampak sangat tebal dan berat. Sedangkan pada bagian keyboard hanya tersisa 1 port USB dan harddisk sekunder.

Di sisi sebelah kiri layar tampak bagian yang paling sibuk. Di situ terdapat dua tombol volume (up & down), tombol Windows, Slot kartu Micro SD, port audio, port micro HDMI, port micro USB 2.0. Sedangkan di bagian atas ada tombol On/Off.

Kamera belakang

Laptop biasa mungkin hanya punya 1 kamera. Namun kebanyakan tablet punya 2 kamera. Dan Acer One 10 memiliki dua kamera. Kamera belakang punya resolusi 2 MP yang punya kualitas biasa. Sedangkan kamera depannya yang 0.3 MP sepertinya cuma sekedar ada. Kualitasnya boleh dibilang buruk. Bahkan untuk video call pun tidak bisa dibanggakan.

Acer05

Menurut saya layarnya yang 10″ ini terlalu terang di pengaturan standardnya. Saya sudah menurunkan kecerahan, kontras dan gamma, tapi masih belum nemu yang nyaman bagi mata. Dan kadang berubah sendiri terang dan redupnya. Mungkinkah ada auto brighteness-nya? Tapi saya tidak menemukan setting-nya di Windows 8.1.

Acer06

Keyboard Acer One 10 boleh dibilang sangat kecil. Bagi saya yang punya jari kurus pun terasa kekecilan. Beberapa tombol bahkan lebih kecil dari pada huruf lain. Coba lihat tombol huruf “m”, titik, koma yang sangat kecil itu. Padahal tombol tersebut bakal banyak ditekan. Ya apa boleh dikata, kan memang ukuran laptop hybrid ini kecil.

Saya jadi ingat tablet Acer pertama saya dulu yang juga punya ukuran sama. Sebagai programmer tentu ukuran keyboard mungil ini sangat menyiksa.

Charger micro USB

Yang cukup menarik adalah charger-nya yang menggunakan bentuk micro USB. Jadi seperti smartphone kebanyakan. Kata yang jual sih bisa menggunakan charger smartphone biasa. Wah bisa menghemat tentengan.

Acer08

Sistem operasi bawaannya Microsoft Windows 8.1 menurut saya kok belum bisa mengalahkan dominasi Android di tablet atau iOS di iPad. Entah mengapa saya merasa berinteraksi dengan jari di aplikasi Windows tidak bisa seluwes di Android/iOS. Apalagi jika kita berada pada mode Desktop. Nyaris fungsi touch screen tidak berfungsi secara nyaman.

Jangan salah, sebelumnya saya sudah pernah menggunakan tablet Acer dan Samsung Ativ Book Lite yang sama-sama punya touchscreen. Dan saya malah jarang menggunakan fungsi touchscreen-nya di Windows. Termasuk di Acer One 10 ini. Kurang nyaman. Mungkin Anda punya pendapat berbeda dengan saya.

Acer09

Sebagai penutup, saya ingin mencoba menarik kesimpulan versi saya. Benar-benar opini pribadi yaaa…

  1. Menurut saya, Acer One 10 ini lebih tepat disebut tablet yang diberi bonus keyboard. Serba nanggung kalau disebut sebagai laptop yang lebih cenderung dianggap sebagai piranti untuk bekerja serius.
  2. Tegasnya (masih menurut saya) laptop hybrid ini bukan piranti untuk para pekerja keras. Dia lebih ditujukan untuk pekerjaan ringan yang banyak dilakukan di luar ruangan. Seperti browsing, blogging, atau tugas penulisan standard.
  3. Untuk pekerjaan ringan rasanya prosesor Atom dan RAM 2 GB cukup bisa diandalkan. Memang sih saya belum banyak install aplikasi. Dan saya belum upgrade ke Windows 10.
  4. Dalam mode tablet, menurut saya sih belum bisa mengalahkan kenyamanan tablet Android/iOS dalam hal interaksi dengan jari. Pemilihan sistem operasi Windows 8.1 memang bisa jadi kelemahan laptop hybrid ini. Saya jadi berpikir seandainya ada opsi sistem operasi Android.

Hehehe… kesimpulan saya cuma sedikit ya? Karena saya belum mencoba Acer One 10 ini dengan waktu yang lebih lama. Saya harus segera pulang kembali. Rasanya perlu juga benchmark lebih lanjut termasuk mencoba kemampuan baterainya yang punya kapasitas 6000 mAh. Mungkin lain waktu jika sempat.

Sementara ini dulu. Semoga berguna.

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Gadget, Review. Tandai permalink.

3 Balasan ke Laptop Hybrid Acer One 10

  1. Lidya berkata:

    sekilas dari jauh kirain Macbook mas🙂

  2. John berkata:

    Makasih atas infonya , Adria

  3. John berkata:

    mantap gan perkembangan teknologi sekarang, , klw kita gak ikuti bisa ketinggalan kereta , Aerith

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s