Melihat Kebaikan Hati Orang

Pagi itu saat saya bersepeda, di depan saya melihat seorang bapak yang nampaknya juga sedang berolah raga sepeda menghentikan sepedanya. Dia berhenti dan memberikan sebuah bungkusan kepada seorang nenek renta di pinggir jalan. Dan sang nenek terlihat begitu gembira menerima bungkusan itu.

Bapak pesepeda yang memberikan bungkusan itu juga tampak bahagia raut wajahnya. Dia tidak mengira kalau saya memperhatikannya dan menjadi saksi kebaikan hatinya. Sampai kemudian sepeda saya melewati mereka.

Saya bersepeda sekitar pukul 05:15 hingga 06:00. Kadang saya melihat nenek itu keluar dari jalan kecil perkampungan. Kadang saya melihat nenek itu menyapu trotoar di depan jalan kecil kampungnya. Sang nenek itu telah cukup berumur terlihat dari banyaknya keriput di wajahnya dan tubuhnya yang bungkuk. Setiap kali saya melihat nenek itu, saya cuma bisa bersimpati. Namun sampai kini saya tidak bertindak apa pun.

Berbeda dengan seorang bapak pesepeda yang saya lihat rambutnya juga sudah beruban semua itu tapi masih tegap badannya. Dia melaksanakan kebaikan hatinya dengan sebuah tindakan nyata. Memang hanya memberikan sebuah bungkusan yang mungkin isinya nasi bungkus. Namun saya lihat itu sudah membuat pancaran kebahagian di hati si nenek.

Bersepeda pagi kerap kali menyadarkan saya bahwa seringkali saya masih abai terhadap sekitar. Biasanya saya hanya melintas dengan cepat. Seringkali saya harus buru-buru sehingga tidak sempat memperhatikan apa yang terjadi atau apa yang ada di sekitar saya. Ketika bersepeda, serasa saya harus memperlambat laju kehidupan dan mulai memperhatikan dengan seksama apa yang ada di sekitar.

Bagaimana dengan Anda?

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Melihat Kebaikan Hati Orang

  1. Lidya berkata:

    gak punya sepeda aku mas🙂 Paling jalan kaki aja

  2. made gelgel berkata:

    sama seperti saya, terkadang ketika pulang kantor saya melihat banyak sekali realita yang ada di jalan, rasanya sangat ingin bersyukur karena saya diberkahi oleh yang kuasa, dan sudah tentu dari kita harus tetap berbagi dengan sesama

  3. Hendi berkata:

    yah, kadang saya sering tidak sadar akan hal-hal sederhana di sekitar yang harus kita perhatikan untuk alasan kenapa kita harus bersyukur dan peduli kepada sesama. Terimakasih mas Dewo inspirasi sudut pandangnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s