Nikon D5500

Semenjak Nikon D5500 dirilis tahun lalu, hati saya galau. Betapa tidak? Fitur D5500 keren banget, paling tidak itu menurut saya. Terutama fitur touchscreen dan wifi yang bisa sangat membantu workflow pemotretan.

Saya yang selama ini mengandalkan D5100 pun akhirnya menyerah. Setelah beberapa bulan galau, saya pun memutuskan harus membelinya!

Kemarin sore saya keliling Tangcity untuk mencari Nikon D5500. Sayangnya beberapa toko di situ menjualnya dengan harga cukup mahal. Ehm… sebenarnya bukan mahal, tapi sesuai harga resmi. Sedangkan saya sudah berbekal harga dari salah satu toko online yang menjualnya dengan harga lebih murah 1 juta. Akhirnya kemarin malam saya memutuskan membelinya via online.

Dan siang ini Nikon D5500 pun datang. Sayangnya kedatangannya telat. Tadi pagi saya ada acara motret bayi. Terpaksa saya menggunakan D5100 dulu. Padahal saya sudah pengen banget mencoba D5500, hehehe…

Toko dimana saya beli D5500 memang dapat diandalkan. Kemarin malam langsung dikirim sehingga siang ini saya sudah bisa menerimanya. Pengiriman disyaratkan harus pakai asuransi. Masuk akal juga sih. Selain mahal, kamera kan mudah rusak jika diperlakukan kasar. Jadi asuransi adalah mutlak. Syukurlah paket datang dalam kondisi baik dengan bungkus berlapis.

Box D5500 terbilang kecil dibandingkan box D5100. Rupanya kamera dan lensa sudah dipaketkan dalam 1 box. Berbeda dengan D5100 yang lensanya punya box terpisah. Di dalamnya ada buku panduan, garansi, kabel USB, kabel video/audio, charger dan adapter, strap, kamera D5500, lensa kit 18-55 VR II dan baterai.

d5500_01

Secara fisik D5500 lebih kecil sedikit dan lebih ringan dari pada D5100. Ini yang saya suka. Bahkan banyak kamera mirrorless yang lebih berat dari pada D5500.

d5500_02

Menurut saya, bentuk D5500 cukup ganteng. Mungkin karena saya terbiasa dengan tampang D5100 ya? Sedangkan bagian pegangan di sisi kanan itu tipis tapi cukup dalam. Jujur, pegangannya masih enakan D5100. Mungkin setelah beberapa saat saya akan terbiasa dengan dimensinya yang lebih tipis itu.

d5500_03

Ada perubahan layout di D5500. Yang paling mencolok ya roda putarnya. Kali ini berubah di bagian atas. Roda ini bisa digunakan untuk mengubah aperture dan juga bisa digunakan untuk mengubah ISO dan Shutter Speed dengan kombinasi tombol.

d5500_04

d5500_05

d5500_06

d5500_07

d5500_08

Sementara saya baru bisa menuliskan ini. Saya akan pelajari dan coba fitur-fiturnya. Nanti setelah beberapa saat akan saya coba tulis lebih dalam mengenai D5500.

Salam.

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Catatan, DSLR, Personal, Photography. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s