Menyiksa Raspberry Pi 3

Kemarin saya membeli Raspberry Pi B versi 3. Sebenarnya saya dapat pinjaman RPi v3, tapi itu untuk lain proyek. Sedangkan RPi ini untuk eksperimen pribadi.

Di lain cerita, saya punya VM yang digunakan untuk agregat berita kesehatan & gaya hidup sehat di Hospitaloka. Spesifikasinya cuma 1 CPU, RAM 1 GB, Swap 1 GB dan storage SSD 20 GB. VM ini sudah saya pakai selama 2 tahun dan tidak ada masalah sampai sekarang.

Kalau dilihat dari “besaran” di spesifikasinya, tentu VM ini kalah dari Raspberry Pi 3 yang punya CPU 4 cores, clock 1.2 GHz, RAM 1 GB dan saya menambahkan SD Card 32 GB. Tentu saya jadi penasaran apakah RPi 3 mampu jadi server?

Saya pun menginstall OS Linux Jessie Lite lengkap dengan Apache2, PHP5 dan MySQL. Kemudian saya download script dan database agregat berita kesehatan. Ternyata beritanya sudah 160ribu lebih. Sebenarnya karena isinya ada 2, yaitu berita teknologi dan kesehatan. Sedangkan yang dipakai di Hospitaloka adalah yang kesehatan.

db_agregat

Saya menuliskan script php kecil yang akan mengambil 20 berita terbaru. Rasanya ini akan menjadi tugas berat bagi MySQL karena harus mengurutkan secara descending. Tapi mungkin akan menjadi ringan kalau hasil query ini masuk cache-nya MySQL.

script_php

Lalu saya mengetes server RPi dengan menggunakan Jmeter yang terinstall di laptop Ubuntu. Saya mencoba dengan 1000 request x5. Ternyata RPi bisa melayani 5000 request (total) dengan sempurna. Tanpa ada error. Wow… cukup mengesankan!

Saya pun menaikkan request menjadi 5000 x5 (total 25,000 request). Muncul 2 error. Angka ini sebenarnya cukup hebat loh (2 dari 25,000)! Saya lihat kondisi RPi dari htop ternyata ke-4 CPU 100%.

Karena penasaran, saya pun menaikkan ke 10000 x5 (total 50,000 request). Sudah bisa ditebak, error yang muncul banyak banget. Ke-4 CPU mentok 100%. Namun RPi tidak sampai hang. Setelah semua request selesai, CPU kembali turun.

dewopi

Menurut saya RPi 3 lumayan loh. Walau pun disiksa dengan request besar tidak membuatnya hang. Saya sentuh CPU-nya tidak panas-panas banget. Mungkin karena AC ruangan cukup dingin, hehehe…

Keterbatasan Test

Sewaktu iseng ngetest ini saya tidak menggunakan metode pengetesan yang akurat. Namanya juga iseng.

Mestinya menggunakan nmon yang akan mencatat performa CPU, network, storage, dll, secara akurat yang disimpan di file untuk analisa lebih lanjut. Keterbatan lain adalah karena saya menggunakan koneksi wifi dari laptop ke RPi, yang mana tentu memiliki keterbatasan bandwidth jika dibandingkan dengan ethernet. Tapi memang sih ethernet-nya RPi cuma bisa maksimal 100 Mbps.

Satu lagi yang perlu dipertimbangkan adalah kecepatan SD Card. Tentu saja kecepatannya akan kalah jauh dibandingkan dengan SSD.

Namun paling tidak test singkat ini sudah bisa memberikan gambaran kalau RPi cukup mampu dijadikan server skala ringan dengan concurrent user di bawah 5,000. Oh iya, tentu perlu ditest juga reliability-nya, seberapa lama RPi bisa menangani tugas berat. Jangan-jangan setelah sejam RPi-nya meledak, hahaha…

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s